5 Romantisme Rasulullah Bersama Istrinya, Nomor 4 Para Suami Wajib Tahu

romantisme rasulullah

Pecihitam.org – Sebagai seorang nabi dan Rasul, Nabi Muhammad Saw dalam kehidupannya juga mempunyai sisi basyariah (sisi manusia) yang pastinya ingin diketahui banyak orang. Bukan hanya tentang mukjizat yang Allah karuniakan kepada beliau Saw, bahkan hal-hal kecil dalam keseharian dan rumah tangga yang Beliau lakukan, juga selalu menjadi teladan umatnya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Dalam kehidupan rumah tangga misalnya. Semasa hidup, Rasulullah Saw selalu memperlihatkan sisi romantisme untuk membuat orang yang dicintainya bahagia. Tidak perlu mahal, bahkan hal-hal kecil selalu beliau Saw perhatikan dan menjadi serangkaian kisah yang membuat hati wanita masa kini pasti iri.

Dengan para istrinya Rasulullah Saw sering bersikap romantis dengan perkara-perkara yang tergolong mudah, murah, namun membuat rasa cinta istri semakin bertambah. Lantas seperti apa kisah Romantisme Rasulullah tersebut? Simak ulasan berikut.

1. Memanggil Istri dengan Sebutan Mesra

Kita sering menjumpai pasangan suami istri yang memiliki panggilan sayang tersendiri. Namun terkadang tidak sedikit yang panggilannya berkonotasi negatif sehingga bisa saja menyakiti hati istri. Misalnya pesek, gendut, gembrot dan sebutan yang mengarah kepada fisik istri yang sudah tidak secantik dulu.

Namun tidak dengan Rasulullah Saw, beliau begitu mesra memanggil istri-istrinya dengan panggilan sayang. Bahkan teruntuk Sayyidah Aisyah ra, Rasulullah SAW memanggilnya dengan sebutan humaira yang artinya pipinya kemerah-merahan. Hal ini beliau lakukan untuk menunjukan kemanjaan dan kesayangan.

Baca Juga:  Bencana dalam Sudut Pandang Islam, Benarkah Sebuah Ujian?

Coba, istri mana yang tidak senang dan bahagia jika suaminya lemah lembut memanggilnya dengan panggilan sayang? Dipastikan tindakan yang seperti ini akan semakin menumbuhkan rasa cinta istri kepada suaminya.

2. Lomba Lari dengan Istri

Romantisme Rasulullah selanjutnya yaitu ketika beliau mengajak istrinya lomba lari. Seorang suami mengajak lomba lari bersama istri tentu menjadi hal yang cukup aneh jika dilakukan saat ini. Bahkan mungkin akan banyak yang bilang tindakan kenakak-kanakkan.

Namun, bukankah bercanda dengan istri itu juga sunnah Nabi? Dan Rasulullah pun sering mencontohkan canda itu bersama istrinya. Kisah tentang lomba lari Rasulullah SAW dengan istrinya dikisahkan oleh Aisyah ra.

Ketika itu, Aisyah yang masih gadis dan ramping tengah dalam perjalanan bersama Rasulullah Saw dari perang Badar. Tiba-tiba, Rasulullah Saw memerintahkan para sahabat dan rombongannya untuk berjalan lebih dulu. Setelah para sahabat meninggalkan keduanya, Rasulullah Saw kemudian mengajak istrinya Aisyah untuk lomba lari.

“Kemarilah! sekarang kita berlomba lari.” Aku pun meladeninya dan akhirnya aku dapat mengungguli beliau. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam hanya diam saja atas keunggulanku tadi. Hingga pada kesempatan lain, ketika aku sudah agak gemuk, aku ikut bersama beliau dalam sebuah lawatan. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan rombongan agar bergerak terlebih dahulu. Kemudian beliau menantangku berlomba kembali. Dan akhirnya beliau dapat mengungguliku. Beliau tertawa seraya berkata: “Inilah penebus kekalahan yang lalu!” (HR. Ahmad)

3. Memanjakan Istri

Baca Juga:  Perbedaan Zaman Jahiliyah Klasik dan Jahiliyah Modern

Tidak selalu dengan uang, Rasulullah SAW kerap memanjakan para istri beliau dengan tindakannya. Rasulullah benar-benar paham bagaimana memperlakukan istri-istrinya sebagai wanita yang perlu dihargai dan disayangi.

Dari Anas, dia berkata: “Kemudian kami pergi menuju Madinah (dari Khaibar). Aku lihat Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menyediakan tempat duduk yang empuk dari kain di belakang beliau untuk Shafiyyah. Kemudian beliau duduk di samping untanya sambil menegakkan lutut beliau dan Shafiyyah meletakkan kakinya di atas lutut beliau sehingga dia bisa menaiki unta tersebut.” (HR Bukhari)

Rasulullah Saw biasa memijit-menjepit hidung ‘Aisyah jika ia marah dan beliau berkata, Wahai ‘Aisya, bacalah do’a: “Wahai Tuhanku, Tuhan Muhammad, ampunilah dosa-dosaku, hilangkanlah kekerasan hatiku, dan lindungilah diriku dari fitnah yang menyesatkan.” (HR. Ibnu Sunni).

Para suami bisa mencoba, silahkan jepit hidung istri ketika mereka sedang marah dan tetap bertutur kata dengan lembut dan lihat bagaimana reaksinya.

4. Mandi Bersama Istri

Meski Rasulullah Saw merupakan pemimpin yang agung, namun pada kenyataannya, istrinya selalu menjadi harta terindah yang dimiliki. Salah satu romantisme Rasulullah Saw yang mungkin jarang dilakukan pasangan saat ini adalah mandi bersama istri. Dalam sebuah riwayat, Rasulullah pernah mandi bersama ‘Aisyah radhiyallahu anha dalam satu kamar mandi dan bak yang sama.

Baca Juga:  Semangat dan Keteladanan KH Hasyim Asy’ari dalam Menuntut Ilmu

Dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, ia berkata, “Aku pernah mandi dari jinabat bersama Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam dengan satu tempat air, tangan kami selalu bergantian mengambil air.” (HR Mutafaqun ‘alaih).

5. Mencari Kalung Aisyah yang Hilang

Pada suatu ketika Aisyah ikut dengan Rasulullah dan kaum mukmin melakukan perjalanan perang. Namun di tengah perjanalan Aisyah menyadari jika kalungnya jatuh dan hilang. Rasulullah Saw begitu memahami kekhawatiran istrinya. Kemudian beliau dan rombongan berhenti Dzatul Jaisy, dan rela bersusah payah mencari-cari kalung Aisyah.

Tindakan Rasulullah Saw ini bahkan sempat membuat marah rombongannya. Mereka kesal karena hanya karena kalung perjalanan mereka harus terhenti. Namun bagi Nabi, menemukan kalung tersebut memiliki arti yang begitu penting. Yakni, tidak ingin melihat istrinya bersedih.

Wallahua’lam bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik