Benarkah Nabi Muhammad Buta Huruf? Baca Penjelasan al-Quran dan Hadis Berikut Ini

Benarkah Nabi Muhammad Buta Huruf? Baca Penjelasan al-Quran dan Hadis Berikut Ini

PeciHitam.org – Satu-satunya orang di dunia ini yang memiliki catatan lengkap mengenai riwayat hidupnya ialah Nabi Muhammad saw. Catatan-catatan sejarah mengenai Nabi atau yang biasa disebut dengan Sirah Nabawiyah, memang selalu menarik untuk dikaji kapanpun. Diantara hal yang menarik dan selalu dibahas yaitu benarkah Nabi Muhammad Buta Huruf?

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Di dalam al-Quran disebutkan tentang ke-ummi-an Nabi, berikut redaksinya dalam surat al-Jumuah ayat 2, Allah berfirman:

هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آَيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

“Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Al-Jumu’ah (62): 2)

Kata ummiyyin di atas diartikan sebagai kaum yang buta huruf. Maksudnya adalah banyak di antara mereka, dan tidak berarti tidak ditemukan sama sekali tulisan dan bacaan pada mereka, bahkan hal itu ada pada mereka tapi sedikit, maknanya di sini menunjukkan yang umumnya. Nabi Saw. juga begitu, dia tidak membaca dan tidak menulis.

Baca Juga:  Mengenal Qasidah Man Ana Karya Habib Umar Muhdhor bin Abdurrahman Assegaf

Dalam kitab Tuhfah Al Ahwadzi karya Imam Al Alusi, dijelaskan bahwa yang dimaksud ummi ialah tidak mengetahui tulisan dan berhitung. Ia mengatakan sebagai berikut:

وأريد بذلك أنهم على أصل ولادة أمهم لم يتعلموا الكتابة والحساب

Dan yang dimaksud dengan itu (Ummi) adalah karena mereka pada asal kelahiran ibu mereka tidak mengetahui tulisan dan berhitung.

Lebih lanjut, senada dengan yang disebutkan di atas, Imam al-Alusi dalam kitab Ruh al-Ma’ani juga menambahkan bahwa:

فالمعنى رسولاً من جملتهم أمياً مثلهم

Jadi, maknanya adalah seorang rasul dari kumpulan mereka yang ummi seperti mereka.

Dalam buku Wawasan Al-Qur’an: Tafsir Maudhu’i atas Pelbagai Persoalan Umat karya Quraish Shihab dijelaskan bahwa penyebutan ummi yang disematkan di atas terkait konteks masyarakat Arab pada masa itu yang terkenal dengan kemampuan hafalan yang luar biasa.

Mereka tidak terbiasa baca tulis. Bahkan beberapa menyebutkan bahwa kemampuan baca tulis seseorang pada masa itu dianggap sebagai kelemahan atau aib, karena seolah-oleh hafalannya lemah (dhaif).

Berikut ini redaksi tanggapan Qurash Shihab, “Harus disadari bahwa masyarakat beliau ketika itu menganggap kemampuan menulis sebagai bukti kelemahan seseorang.”

Baca Juga:  Buta Huruf; Benarkan Salah Satu Mukjizat Nabi Muhammad? Ini Penjelasannya

Jika dipahami lebih jauh lagi, pada masa itu memang alat tulis tergolong langka. Jikalau ada pun harganya terlalu mahal dan hanya kaum bangsawan saja yang mampu membelinya. Sehingga tidak heran masyarakat Arab lebih terbiasa menghafal.

Kemampuan Nabi dalam hal baca tulis juga diperoleh melalui proses belajar. Dalam sebuah hadis yang masyhur disebutkan, bahwa pada waktu Nabi Muhammad menyendiri di Gua Hira, Nabi didatangi malaikat Jibril yang menyuruh beliau untuk membaca.

Malaikat Jibril berkata kepada beliau: iqra (bacalah), iqra (bacalah), iqra (bacalah)! Perintah Malaikat Jibril tersebut diulang sebanyak tiga kali. Lalu, Nabi Muhammad menjawab: ما أنا بقارئ (saya tidak bisa membaca) sebanyak tiga pula. Setelah itu, Malaikat Jibril membacakan Surat al-Alaq ayat satu sampai lima.

Peristiwa yang terjadi pada saat nabi menyepi di Gua Hira ini merupakan titik awal diangkat menjadi Nabi dan Rasul. Jikalau pada saat itu Nabi mampu membaca, tentu beliau tidak akan menjawab ما أنا بقارئ seperti yang telah di sebutkan di atas.

Jawaban Nabi pada saat ini tentu merupakan jawaban yang jujur, sebab gelar al-Amin senantiasa melekat pada beliau. Dari sinilah Nabi mulai dibimbing oleh Allah melalui Malaikat Jibril.

Baca Juga:  Baitul Makmur, Ka'bah di Langit ke Tujuh Kiblat Para Malaikat

Dalam Tafsir al-Qurtubi disebutkan bahwa Ibnu Abbas seorang murid kesayangan Nabi mengatakan, bahwa nabi Saw tidak bisa membaca dan menulis. Seperti yang terekam dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar, Rasulullah Saw. bersabda:

إِنَّا أُمَّةٌ أُمِّيَّةٌ لَا نَكْتُبُ وَلَا نَحْسُبُ

“Sesungguhnya kami adalah umat yang ummi, kami tidak menulis dan tidak menghitung.” (HR. Bukhari, Muslim, dan Abu Daud)

Begitulah penjelasan al-Quran dan Hadis mengenai pertanyaan yang sering kita dengar mengenai apakah Nabi Muhammad Buta Huruf. Semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Mohammad Mufid Muwaffaq