Inilah Bukti Rasulullah Saw Mendukung Pendidikan bagi Perempuan

pendidikan perempuan dalam islam

Pecihitam.org – Semenjak kehadiran Islam, kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan untuk perempuan semakin meningkat. Penyetaraan hak pendidikan untuk laki-laki dan perempuan semakin digaungkan. Sayangnya, pendidikan tinggi untuk perempuan masih menjadi hal mewah dan tabu untuk beberapa orang. Padahal, dalam islam sendiri Rasulullah Saw mendukung pendidikan untuk perempuan.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Islam sangat mendukung pendidikan untuk perempuan seperti contohnya Rasulullah Saw. rutin mengajarkan istri-istrinya dalam hal agama. Bahkan Rasulullah Saw. sendiri yang menyediakan majelis ilmu khusus untuk para sahabat perempuan. Hal ini sebagaimana tercantum dalam beberapa kitab hadis, termasuk shahih Bukhari dan muslim sebagai berikut:

Dari Abu Said al-Khudri r.a., ia berkata : seorang perempuan datang kepada Rasulullah Saw. dan menyampaikan keluh kesahnya:

يَا رَسُولَ اللهِ، ذَهَبَ الرِّجَالُ بِحَدِيثِكَ فَاجْعَلْ لَنَا مِنْ نَفْسِكَ يَوْمًا نَأْتِيكَ فِيهِ تُعَلِّمُنَا مِمَّا عَلَّمَكَ اللهُ

“Wahai Rasulullah, para laki-laki sudah biasa datang kepadamu untuk menimba hadis (ilmu), maka berilah kami jatah hari untuk menemuimu sehingga Engkau dapat mengajarkan kami apa yang telah diajarkan Allah kepadamu”

Rasulullah SAW pun menyambut permintaan ini dengan senang hati, beliau berkata “Berkumpullah kalian pada hari ini dan ini,” maka para perempuan pun mendatangi Rasulullah SAW dan beliau mengajarkan mereka apa yang telah diajarkan Allah Swt. kepadanya.

Baca Juga:  Lima Tingkat Keimanan Manusia Menurut Syaikh Nawawi al Bantani

Rasulullah Saw. kemudian bersabda “Tidaklah salah seorang diantara kalian melahirkan tiga anak kecuali ketiga anak itu akan menjadi penghalang neraka baginya.” Lalu seorang perempuan bertanya “Wahai Rasulullah, bagaimana kalau hanya dua?” perempuan itu mengulang pertanyaannya hingga dua kali. “Sekalipun hanya dua, sekalipun hanya dua, sekalipun hanya dua,” jawab Rasulullah SAW (Disarikan dari HR Bukhari no.7310).

Kisah ini membuktikan dalam ajaran Islam Rasulullah Saw mendukung sekali pendidikan untuk perempuan. Ajaran penyetaraan hak pendidikan sesungguhnya sudah muncul sejak masa Nabi. Para sahabat perempuan tak ingin ketinggalan menimba ilmu langsung dari Rasulullah Saw.

Meskipun sebenarnya mereka bisa mendapatkan ilmu-ilmu dari suami, ayah, atau kerabat laki-laki mereka, tapi mereka justru meminta hak yang sama dengan para sahabat laki-laki agar bisa sama-sama belajar langsung kepada Rasulullah Saw.

Baca Juga:  Tugas Malaikat Allah Sejak Diciptakan Hingga Hari Kiamat

Selain itu, Rasulullah Saw. tidak hanya memberikan majelis khusus. Saat berkhutbah, Rasulullah Saw. juga selalu memastikan bahwa khutbahnya bisa didengar oleh para perempuan. Dalam beberapa riwayat hadis, Ibnu Abbas berkata bahwa ia menyaksikan Rasulullah Saw. keluar pada hari raya Idul Fitri, kemudian beliau shalat dan berkhutbah.

Beliau mengira para perempuan tak mendengar khutbahnya (sebab saat itu jamaah banyak, sedangkan shaf perempuan berada di belakang shaf laki-laki), maka beliau bersama Bilal menemui mereka dan menasihati mereka agar memperbanyak sedekah. Mereka pun segera melepaskan anting dan cincin mereka, lalu melemparkannya ke kain Bilal.

Selain itu, Rasulullah SAW juga selalu merespons pelbagai problematika yang ditanyakan perempuan kepadanya. Anas bin Malik ra. bercerita, seorang perempuan datang menemui Rasulullah SAW dan berkata “Wahai Rasulullah, aku mempunyai keperluan denganmu,”

Baca Juga:  Tips Memilih Konten Islami di Media Online Ala Gus Nadir

Rasulullah Saw menjawab “Wahai Ummu Fulan, duduklah di tempat mana saja yang kamu sukai hingga aku dapat menemuimu,” perempuan itu pun duduk, lalu Rasulullah SAW mendatangi tempat duduknya. Beliau tetap di situ hingga perempuan tersebut menyelesaikan keperluannya. (Hadis shahih, disarikan dari riwayat Abu Daud no 4810)

Demikianlah bukti-bukti bahwa Rasulullah mendukung pendidikan untuk perempuan. Beliau adalah orang yang sangat demokratis dan sangat cepat merespons keluh kesah yang dirasakan para sahabat perempuan. Oleh karena itu, partisipasi perempuan dalam bidang pendidikan sejatinya sejalan dengan ajaran yang dituntunkan dan dipraktikkan oleh Rasulullah Saw.

Ayu Alfiah