Doa Ketika Marah, Redam Dengan Membacanya!

Doa Ketika Marah, Redam Dengan Membacanya!

PeciHitam.org – Marah merupakan salah satu efek biologis manusia terhadap perasaan terancam ataupun frustrasi dan sulit untuk menghapuskan amarah tersebut secara total dan permanen serta ketika diperhatikan dengan seksama banyak sekali situasi di luar kendali yang dapat memancing amarah yang mana dapat diredakan dengan doa ketika marah yang di ajarkan Rasulullah SAW.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Marah merupakan suatu kondisi emosional dimana intensitasnya beragam yaitu mulai dari perasaan terganggu yang ringan bahkan sampai amarah mengandung kekerasan, dan seperti halnya emosi lainnya marah diikuti perubahan kondisi tubuh termasuk diantaranya meningkatnya tingkat adrenalin dan denyut jantung yang lebih cepat.

Pada umumnya setiap orang pasti pernah mengalami marah entah karena sesuatu hal dan bisa karena appapun itu serta marah yang berlebihan akan menyebabkan kerugian dan kerusakan pada diri, orang lain dan lingkungan sekitar.

Untuk meredakan marah dapat dilakukan baik dengan wudhu ataupun doa ketika marah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW menyebutkan orang yang bisa menahan amarahnya ialah salah satu orang yang hebat, sebagaimana Abu Hurairah menyatakan Rasulullah SAW bersabda yaitu:

Baca Juga:  Wirid dan Doa Setelah Shalat dari KH Abdullah Faqih Langitan

ليسَ الشديدُ بالصّرعَةِ، إنما الشديدُ الذي يملكُ نفسهُ عند الغضب

Artinyya: “Orang hebat bukanlah orang yang selalu menang dalam pertarungan, orang hebat ialah orang yang bisa mengendalikan diri ketika marah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Adapun memang sulit menghapuskan marah dalam situasi tertentu tetapi bukan berarti marah merupakan hal yang mendampingi kehidupan seseorang dan Rasulullah SAW memberikan anjuran ketika sedang dilanda marah.

Sahabat Sulaiman bin Surd ra, menceritakan bahwa suatu hari beliau sedang duduk bersama asulullah SAW dan ketika itu ada dua orang yang saling memaki dengan salah satunya telah merah wajahnya dan urat lehernya menampak dan kemudian Rasulullah SAW bersabda:

إِني لأعلمُ كَلِمَةً لَوْ قالَهَا لذهبَ عنهُ ما يجدُ، لَوْ قالَ: أعوذُ بالله مِنَ الشَّيْطانِ الرَّجيمِ، ذهب عَنْهُ ما يَجدُ

Artinya: “Sungguh saya mengetahui ada satu kalimat, jika dibaca oleh orang ini, marahnya akan hilang. Jika dia membaca ta’awudz: A’udzu billahi minas syaithanir rajiim, marahnya akan hilang.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Baca Juga:  Tak Perlu Galau Gaess! Ini Amalan untuk Memudahkan Segala Urusan Kamu!

Adapun doa ketika marah yang diajarkan Rasulullah SAW ialah cukup membaca ta’awudz, dengan harapan yaitu seketika itu juga marah akan reda dan dapat kembali tenang kembali, serta terkadang dengan marah memang cara yang paling tepat untuk menghadapi suatu situasi.

Tetapi jika marah tidak dikendalikan dengan baik maka dapat menjadi berlebihan dan berbalik menjadi masalah yang mengancam diri, dan karena itulah agar doa yang diajarkan Rasulullah SAW tersebut bisa dijadikan amalan ketika marah tiba-tiba menyerang dan mengganggu.

Perihal doa ketika marah dalam kitab ‘Amalul Yaum wal Lailah disebutkan bahwa Ibnu Sunni menerangkan terdapat dua redaksi hadits yang berbeda, yaitu yang pertama ketika ada dua orang laki-laki mendatangi Rasulullah SAW untuk bertaubat kemudian salah satunya marah kemudian Beliau menyuruhnya untuk membaca ta’awuz agar marahnya hilang.

أعوذُ بالله مِنَ الشَّيْطانِ الرَّجيم

Baca Juga:  Doa Setelah Wudhu Lengkap dengan Bacaan Latin dan Artinya

Latin: “A’udzu billahi minas syaithanir rajiim.”

Artinya: “Aku berlindung dari godaan setan yang terkutuk”

Sedangkan redaksi kedua yaitu ketika Siti Aisyah marah Rasulullah SAW memegang hidung kemudian berkata, “Wahai Aisyah bacalah, ‘Allohumma rabba muhammadin ighfirli dzambi wadzhib ghoidzho qolbi wa ajirni min mudhillatil fitan.’

Lebih jelasnya doa ketika marah yang dimaksud ialah:

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ اَللّٰهُمَّ رَبَّ مُحَمَّدٍ اغْفِرْلِىْ ذَنْبِىْ وَاذْهِبْ غَيْظَ قَلْبِىْ وَاَجِرْنِىْ مِنْ مُضِلاَّتِ اْلفِتَنِ

Latin: “Allahumma rabba muhammadin ighfirli dzambi wadzhib ghoidzho qolbi wa ajirni min mudhillatil fitan”

Artinya: “Ya Allah, Tuhan Muhammad, ampunilah dosaku, hilangkanlah kemarahan hatiku dan selamatkanlah aku dari kesesatan fitnah.”

Jadi demikianlah doa ketika marah yang diajarkan Rasulullah SAW dan bagi kita yang sedang dalam kondisi marah maka sangat dianjurkaan serta tidak ada salahnya mengamalkan hal tersebut.

Mochamad Ari Irawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *