Hadits Shahih Al-Bukhari No. 472 – Kitab Shalat

Pecihitam.org – Hadits Shahih Al-Bukhari No. 472 – Kitab Shalat ini, Imam Bukhari memulai hadis ini dengan judul “Shalat Menghadap Tiang (Ustuwanah)” Hadis dari Yazid bin Abu Ubaid ini menjelaskan “Aku pernah datang kepada Salamah bin Al Akwa’. maka dia shalat di tiang yang ada mushafnya. Aku berkata. ;Wahai Abu Muslim, aku melihat engkau sengaja memilih shalat di tiang ini ·. Dia berkata, ‘Sesungguhnya aku melihat Nabi SAW sengaja shalat di sisinya’ .” Keterangan hadist dikutip dan diterjemahkan dari Kitab Fathul Bari Jilid 3 Kitab Shalat. Halaman 275-277.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

حَدَّثَنَا الْمَكِّيُّ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ أَبِي عُبَيْدٍ قَالَ كُنْتُ آتِي مَعَ سَلَمَةَ بْنِ الْأَكْوَعِ فَيُصَلِّي عِنْدَ الْأُسْطُوَانَةِ الَّتِي عِنْدَ الْمُصْحَفِ فَقُلْتُ يَا أَبَا مُسْلِمٍ أَرَاكَ تَتَحَرَّى الصَّلَاةَ عِنْدَ هَذِهِ الْأُسْطُوَانَةِ قَالَ فَإِنِّي رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى الصَّلَاةَ عِنْدَهَا

Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami [Al Makki bin Ibrahim] berkata, telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Abu ‘Ubaid] berkata, “Aku dan [Salamah bin Al Akwa’] datang (ke Masjid), lalu dia shalat menghadap tiang yang dekat dengan tempat muhshaf. Lalu aku tanyakan, ‘Wahai Abu Muslim, kenapa aku lihat kamu memilih tempat shalat dekat tiang ini? ‘ Dia menjawab, ‘Sungguh aku melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memilih untuk shalat di situ’.”

Baca Juga:  Hadits Shahih Al-Bukhari No. 209 – Kitab Wudhu

Keterangan Hadis: Umar berkata, “Orang-orang yang shalat lebih berhak terhadap tiang daripada orang-orang yang bercerita padanya.” Umar melihat seorang laki-laki shalat di antara dua tiang, maka beliau mendekatkan orang itu kepada salah satu tiang, seraya berkata, “Shalatlah menghadapnya.”

Ibnu Baththal berkata, “Setelah dijelaskan bahwa beliau SAW shalat menghadap tombak, maka shalat menghadap tiang tentu lebih baik, karena lebih dapat menutupi.” Saya (Ibnu Hajar) katakan, penyebutan hal ini merupakan pernyataan tekstual bahwa perbuatan tersebut benar-benar terjadi, dan pernyataan secara tekstual lebih kuat daripada makna implisit suatu dalil.

(dan umar berkata) Riwayat tanpa sanad ini dinukil beserta sanadnya oleh Ibnu Abi Syaibah dan Al Humaidi melalui jalur Hamdan -dan dia adalah pembawa surat Umar kepada penduduk Yaman- dari Umar. Adapun dari tinjauan hak, keduanya sama-sama membutuhkan tiang untuk dijadikan tempat bersandar bagi orang yang duduk dan sutrah (pembatas) bagi orang yang shalat. Tetapi orang yang shalat adalah orang yang beribadah, maka ia lebih berhak akan hal itu.

Baca Juga:  Hadits Shahih Al-Bukhari No. 478-479 – Kitab Shalat

(dan Ibnu Umar melihat) Demikian yang tersebut dalam riwayat Abu Dzar dan Al Ashili serta selain keduanya. Sementara menurut nukilan sebagian perawi dikatakan, (dan Umar melihat … ) tanpa lafazh Ibnu, dan nampaknya ini lebih akurat. Ibnu Abi Syaibah telah meriwayatkan melaluijalur Mu’awiyah bin Qurrah bin Iyas Al Muzanni dari bapaknya -dimana ia tergolong sahabat- yang berkata, (Aku dilihat oleh Umar sementara aku sedang shalat). Lalu disebutkan riwayat yang sama seperti terdahulu, hanya saja ada tambahan, (Lalu beliau memegang tengkukku). Dari riwayat ini dapat diketahui nama orang yang tidak disebutkan dalam hadits mu’allaq (tanpa sanad) di atas.

Ibnu Umar melakukan perbuatan itu dengan maksud agar orang tersebut shalat menghadap sutrah. Sedangkan maksud Imam Bukhari menukil riwayat Umar adalah untuk menerangkan bahwa maksud perkataan Salamah, (Sengaja memilih shalat di sisinya), yakni shalat menghadap pembatas. Demikian pula perkataan Anas, (Mereka memperebutkan tiang-tiang), yakni shalat menghadap tiang-tiang tersebut.

(yang ada padanya mushaf) Ini merupakan dalil bahwa mushaf memiliki tempat tersendiri. Lalu disebutkan dalam riwayat Imam Muslim, (Shalat di belakang peti). Sepertinya di sana ada peti untuk menyimpan mushaf.

Baca Juga:  Hadits Shahih Al-Bukhari No. 49 – Kitab Iman

Adapun tiang yang dimaksud, menurut penelitian sebagian syaikh kami adalah tiang yang berada di bagian tengah Raudhah. Tiang itu dikenal dengan nama tiang kaum Muhajirin. Syaikh kami berkata, “Diriwayatkan dari Aisyah bahwa ia biasa berkata, (Andai manusia mengetahuinya, niscaya mereka terpaksa memperebutkannya dengan jalan undian). Latu Aisyah memberitahukan secara rahasia kepada Ibnu Zubair, maka Ibnu Zubair memperbanyak shalat di tempat tersebut.”

Saya menemukan keterangan serupa dalam kitab Tarikh Madinah (sejarah Madinah) yang ditulis oleh lbnu Najjar, namun dia menambahkan, “Bahwa kaum Muhajirin Quraisy berkumpul di tempat tersebut.” Sebelumnya disebutkan juga oleh Muhammad bin Al Hasan dalam kitab Akhbar Al Madinah.

M Resky S