Hasan dan Husain, Dua Pemuda Syurga yang Sangat Disayang Rasulullah

Hasan dan Husain, Dua Pemuda Syurga yang Sangat Disayang Rasulullah

PECIHITAM.ORG – Rasulullah SAW mengakui sangat menyayangi kedua pemuda itu. Beliau pernah mengatakan “Siapa saja yang menyanginya bagaikan ia menyayangiku, dan barang siapa yang memusuhinya bagaikan ia memusuhiku”. Dua pemuda itu adalah Hasan dan Husain, cucu kesayangan Nabi.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Mereka merupakan cucu dari Rasulullah SAW. Nama mereka Sayyidina Hasan dan Husain, putra Siti Fatimah dengan Ali bin Abi Thalib. Banyak hadits yang menyebutkan bagaimana Rasulullah sangat akrab dengan kedua cucu itu. Beliau bermain bersama keduanya. Memanja-manjakan mereka.
Dan dengan senang hati menjadi ‘kuda-kudaan’ keduanya.

Pada saat sujud misalnya, Rasulullah malah memperlamanya karena kedua cucunya itu tengah menungganginya. Begitu pun ketika khutbah, Rasulullah pernah menghentikan khutbahnya sejenak dan mengambil kedua cucunya itu yang terjatuh di antara umat Islam. Lalu meletakkan mereka di atas pangkuannya, sambil berkhutbah.

Pernah pula suatu ketika Rasulullah SAW ‘memanggul’ keduanya ketika menemui sahabatnya; Sayyidina Hasan di pundak kanannya, sementara Sayyidina Husain di pundak kirinya. Setelah itu, Rasulullah langsung menciumnya satu persatu. 

Baca Juga:  Al Khawarizmi; Penemu Angka Nol dan Kiblat Matematikawan Dunia

Demikian cara Rasulullah SAW memperlakukan cucu-cucunya.
Sikap Rasulullah terhadap cucu-cucunya itu tentu ‘aneh’ bagi masyarakat Makkah. Mengapa?

Karena pada saat itu hubungan seorang kakek dengan cucunya sangatlah kaku dan keras, tidak luwes sebagaimana sikap Rasulullah kepada cucunya. Oleh karena itu, Rasulullah sangat kaget dan cemas ketika mendengar kabar bahwa kedua cucu kesayangannya itu hilang.

Pelayan yang sudah dianggap Rasulullah sebagai ibu kedua ,ia bernama Ummu Aiman, ia yang melaporkan kehilangan Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husain. 

Rasulullah sangat kaget luar biasa setelah mendengar laporan cucunya tidak ada. Tanpa pikir panjang, Rasulullah langsung memerintah semua sahabatnya untuk mencari kedua cucunya itu sampai ketemu.

“Semua menyebar, cari anakku (cucuku) sampai ketemu,” kata Rasulullah dengan wajah yang tegang. Orang-orang menyebar ke seluruh penjuru kota. Begitu pun dengan Rasulullah.

Baca Juga:  Mengetahui Sejarah Tentang Tuanku Imam Bonjol

Rasulullah sendiri mencari kedua cucunya itu ke lembah, ditemani Ummu Aiman. Setelah mencari ke sana dan ke mari, akhirnya Rasulullah berhasil menjumpai Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husain di sebuah lembah.  

ketika itu, tepat di samping Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husain ada seekor ular yang siap menggigitnya. Rasulullah yang melihat itu langsung mendekatinya. Untungnya, ular itu langsung pergi ke balik bebatuan setelah melihat Rasulullah.  Rasulullah tentu sangat bahagia setelah kedua cucunya itu ditemukan.

Pada kesempatan itu Rasulullah mengusap-usap wajah Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husain, sambil berkata: Demi ayah dan ibuku, kalian berdua sungguh mulia di sisi Allah. Rasulullah lalu menempatkan satu cucunya itu di pundak kanan dan yang satunya di pundak kiri dan membawanya pulang. 

Tidak hanya kepada Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husain, Rasulullah juga sangat menyayangi dan memperlakukan hal yang sama kepada cucu-cucunya yang lain seperti Sayyidah Umamah, putri dari Sayyidah Zainab, putri pertama Rasulullah. Misalnya, Rasulullah juga pernah shalat sambil membawa Sayyidah Umamah.

Baca Juga:  KH Muhammad Ramli; Ulama Sulsel, Penyejuk Dahaga Pendidikan

Demikianlah Rasulullah.
Semoga kita bisa meniru bagaimana beliau menyayangi cucu maupun anak kecil secara umum. Amin. Wallahu a’lam bisshawab!

Faisol Abdurrahman