Inilah 5 Ciri Isteri Shalihah, Calon Bidadari Syurga Terindah Dambaan Setiap Pria

Inilah 5 Ciri Isteri Shalihah, Calon Bidadari Syurga Terindah Dambaan Setiap Pria

Pecihitam.org – Dalam kehidupan berumah tangga, suami dan istri memiliki hak dan kewajibannya masing-masing. Yang bilamana semua itu sudah terpenuhi, maka Insya Allah mereka akan mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Kami akan membahas perkara penting terkait kategori sang isteri shalihah. Berikut 5 ciri isteri shalihah yang disarikan dari Al-Quran dan As-Sunnah

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

1. Betah Tinggal di Rumah

Banyak keteladanan yang dapat dicontoh dari para wanita shalihah terdahulu, diantaranya adalah mereka betah berdiam diri di rumahnya dan dengan sungguh-sungguh berusaha menghindari laki-laki. Mereka tidak keluar dari rumah terkecuali dikarenakan ada hal-hal penting yang mendesak mereka tuk melakukan itu.

Allah SWT berfirman :

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى

“Dan tinggallah kalian di dalam rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berdandan sebagaimana dandan ala jahiliah terdahulu” (QS Al Ahzab: 33).

Ibnu Katsir ketika menjelaskan ayat di atas mengatakan, “Hendaklah kalian tinggal di dalam rumah-rumah kalian dan janganlah kalian keluar rumah kecuali karena ada kebutuhan”.

Ibnul ‘Arabi bercerita : “Aku sudah pernah memasuki lebih dari seribu perkampungan namun aku tidak menjumpai perempuan yang lebih terhormat dan terjaga melebihi perempuan di daerah Napolis, Palestina, tempat Nabi Ibrahim dilempar ke dalam api.

Selama aku tinggal di sana aku tidak pernah melihat perempuan di jalan saat siang hari kecuali pada hari Jumat”

Belau melanjutkan “Pada hari itu para perempuan pergi ke masjid untuk ikut shalat Jumat sampai masjid penuh dengan para perempuan. Begitu shalat Jumat berakhir mereka segera pulang ke rumah mereka masing-masing dan aku tidak melihat satupun perempuan hingga hari Jumat berikutnya”.

Dari Abdullah beliau meriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda :

إِنَّ الْمَرْأَةَ عَوْرَةٌ، وَإِنَّهَا إِذَا خَرَجَتْ مِنْ بَيْتِهَا اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ فَتَقُولُ: مَا رَآنِي أَحَدٌ إِلا أَعْجَبْتُهُ، وَأَقْرَبُ مَا تَكُونُ إِلَى اللَّهِ إِذَا كَانَتْ فِي قَعْرِ بَيْتِهَا”

Baca Juga:  Inilah Landasan Hukum Haramnya Menyentuh Al-Qur'an Ketika Hadas Menurut Madzhab Syafi'i

“Sesungguhnya perempuan itu aurat. Jika dia keluar rumah maka setan menyambutnya. Keadaan perempuan yang paling dekat dengan wajah Allah adalah ketika dia berada di dalam rumahnya”. (HR Ibnu Khuzaimah)

2. Taat Kepada Suami

Tempat kedudukan seorang wanita, apakah di surga atau neraka dapat dilihat dari sikapnya terhadap perintah suaminya. Adakah ia taat atau tidak (membangkang).

al-Hushain bin Mihshan pernah bercerita perihal bibinya yang datang ke Rasulullah SAW untuk suatu keperluan. Ketika ia selesai dari keperluannya lantas Nabi SAW bertanya kepadanya :

أَذَاتُ زَوْجٍ أَنْتِ؟ قَالَتْ: نَعَمْ. قَالَ: كَيْفَ أَنْتِ لَهُ؟ قَالَتْ: مَا آلُوْهُ إِلاَّ مَا عَجَزْتُ عَنْهُ. قَالَ: فَانْظُرِيْ أينَ أَنْتِ مِنْهُ، فَإنَّمَا هُوَ جَنَّتُكِ وَنَارُكِ

“Sudahkah engkau bersuami (menikah)?”, ia (Bibi Al-Hushain) menjawab: “iya, Sudah.” Rasulullah bertanya lagi : “Bagaimanakah sikapmu terhadapnya?”, Ia menjawab, “Aku tidak pernah mengurangi haknya melainkan dalam suatu perkara yang aku tidak mampu.” Rasulullah SAW bersabda : “Lihatlah di mana kedudukanmu melalui sikapmu terhadap suamimu, karena hanyasanya suamimu itu adalah surga dan nerakamu.” (HR. Ahmad)

3. Memiliki Sifat Malu

Ciri isteri shalihah yang ketiga adalah mempunyai sifat pemalu. Rasulullah SAW pernah bersabda :

الْحَيَاءُ لاَ يَأْتِى إِلاَّ بِخَيْرٍ

“Rasa malu itu tidaklah mendatangkan melainkan kebaikan.” (HR. Bukhari no. 6117 dan Muslim no. 37)

Setiap kita mestilah memiliki rasa malu, terlebih bagi seorang wanita. Umpama contoh disaat berhadapan dengan pria. Marilah kita perhatikan contoh wanita yang baik dalam al-Quran. Allah SWT berfirman :

وَلَمَّا وَرَدَ مَاءَ مَدْيَنَ وَجَدَ عَلَيْهِ أُمَّةً مِنَ النَّاسِ يَسْقُونَ وَوَجَدَ مِنْ دُونِهِمُ امْرَأَتَيْنِ تَذُودَانِ ۖ قَالَ مَا خَطْبُكُمَا ۖ قَالَتَا لَا نَسْقِي حَتَّىٰ يُصْدِرَ الرِّعَاءُ ۖ وَأَبُونَا شَيْخٌ كَبِيرٌ

Baca Juga:  Hukum Mengkonsumsi Makanan dan Minuman yang Tidak Ada Label Halalnya

Dan tatkala ia sampai di sumber air negeri Madyan ia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang meminumkan (ternaknya), dan ia menjumpai di belakang orang banyak itu, dua orang wanita yang sedang menghambat (ternaknya). Musa berkata: “Apakah maksudmu (dengan berbuat begitu)?” Kedua wanita itu menjawab: “Kami tidak dapat meminumkan (ternak kami), sebelum pengembala-pengembala itu memulangkan (ternaknya), sedang bapak kami adalah orang tua yang telah lanjut umurnya”. (QS. Qashash: 23-24)

Tidaklah kedua wanita tadi berhenti mengantri untuk mengambil air, melainkan karena rasa malu mereka jika berdesak desakan dengan para lelaki saat itu, sungguh jauh beda dengan sifat para wanita zaman now.

Allah SWT melanjutkan firman-Nya,

فَجَاءَتْهُ إِحْدَاهُمَا تَمْشِي عَلَى اسْتِحْيَاءٍ قَالَتْ إِنَّ أَبِي يَدْعُوكَ لِيَجْزِيَكَ أَجْرَ مَا سَقَيْتَ لَنَا

“Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan penuh rasa malu, ia berkata, ‘Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberikan balasan terhadap (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami.‘” (QS. Al Qashash : 25)

Ayat ini kembali menjelaskan kebagusan akhlak budi pekerti kedua wanita tersebut, Allah Ta’ala menyifati mereka berdua dengan wanita yang memiliki rasa malu-malu dan terhormat ketika berjalan hendak berbicara dengan Nabi Musa as.

4. Dandanan Spesial Hanya untuk Suami

Sebahagian dari para isteri bergaya biasa-biasa saja di depan sumainya, tidak berdandan, bau badannya yang tak karuan dibiarkannya tercium oleh sang suami, tetapi ketika diluar rumah, atau bahkan dihadapan lelaki yang bukan suaminya ia malah berlagak sok cantik, berdandan rapi dan memakai wangi-wangian. Ini sungguh sudah terbalik!. Semestinya didalam rumahlah ia melakukan yang sedemikian itu, dihadapan suaminya.

Baca Juga:  Cukup Istri Satu atau Poligami? Pahami Ini Dulu!

Abu Haurairah ra meriwayatkan :

قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ قَالَ الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ

Rasululullah SAW pernah ditanya: Wanita bagaimanakah yang paling baik?, Belliau pun menjawab: “Ialah wanita yang menyenangkan bila dipandang suaminya, menta’ati suami bila diperintah dan tidak menyelisihi suaminya baik pada dirinya dan hartanya dengan sesuatu yang dibenci suaminya”. (HR.An-Nasai dan Ahmad)

5. Menjaga Kehormatan diri dan suami, serta anak dan harta suami.

Ciri yang terakhir dari 5 ciri isteri shalihah adalah dapat memelihara kehormatan diri dan suaminya serta juga dapat menjaga anak-anak dan harta sang suami.

Friman Allah SWT:

فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ

Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada” (QS. An Nisa’: 34)

Imam ath-Thabari menjelaskan didalam kitab tafsirnya : “Hendaklah wanita memelihara dirinya kehormatannya serta kehormatan dan harta suaminya ketika suami tidak ada. Disamping itu ia juga mesti dapat menjaga hak Allah dan hak lainnya.”

Demikianlah 5 Ciri Isteri Shalihah. Semoga bermanfaat. Wallahua’lambisshawab!

Muhammad Haekal