Inspiratif, Aktivis PMII Ubah Limbah Batok Kelapa Menjadi Ragam Seni Bernilai Tinggi

Pecihitam.org – Pemuda yang menginspirasi datang dari Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Banjar, Taufik Lubis asal desa Maruyung Sari, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. 

Pemuda tersebut patut diapresiasi menjadi sosok inspiratif, pasalnya telah berhasil menyulap limbah batok kelapa yang hampir tak bernilai menjadi ragam karya seni yang bernilai tinggi.

Limbah batok kelapa tersebut diubanya menjadi benda yang bernilai seperti jam dinding, lampion, wall paper, lukisan, miniatur kapal, gelas antik, kaligrafi, teko hingga vandel cantik. 

Bahkan dengan skill pemuda tersebut mendapat penghargaan sebagai finalis Wirausaha Muda Nasional dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI tahun 2018.

“Saya juga selalu ingat nasihat guru saya agar senantiasa menjadi manusia yang bermanfaat, dari situ lah saya mulai mencoba-coba,” kata santri yang juga mantan Sekretaris PMII Komisariat Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Huda, Al-Azhar, Kota Banjar ini. Dikutip dari media NU Online, Jum’at (10/1/2020).

Taufik menjelaskan bahwa skill yamg dimilikinya tersebur merupakan hasil belajar di pesantren. Hingga kini Taufik secara ekonomi bisa dibilang mapan dengan skill yang dimilikinya tersebut

“Menurut saya batok itu mudah ditemui dan sangat bagus dijadikan karya seni, jadi cocok aja begitu,” tandasnya.

Baca Juga:  PMII Kota Serang Didik 80 Mahasiswa Uniba Hadapi Revolusi Industri 4.0
Adi Riyadi