Kamu Harus Tahu Tiga Hikmah Menghadap Kiblat Saat Shalat, Nomor 3 Sungguh Luar Biasa

Kamu Harus Tahu Tiga Hikmah Menghadap Kiblat Saat Shalat, Nomor 3 Sungguh Luar Biasa

Pecihitam.org – Sebagaimana kita tahu bahwa salah satu syarat sah shalat adalah menghadap kiblat. Tentu selain sebagai syarat, menghadap kiblat mengandung hikmah bermanfaat. Berikut kami himpun tiga hikmah menghadap kiblat saat shalat.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Tapi sebelum itu, perlu ditegaskan bahwa setiap kewajiban yang diperintahkan Allah, seperti menghadap kiblat atau ka’bah saat shalat ini, kita sebagai hamba harus siap sedia untuk melakukan, baik kita tahu hikmahnya atau tidak.

Adapun hikmah dari kewajiban menghadap kiblat atau ka’bah saat shalat ada tiga. Ini sebagaimana dijelaskan oleh Ustadz Masaji Antoro di FP Piss-KTB

Pertama, Ka’bah merupakan sesuatu yang dimuliakan

التوجه إلى الكعبة المشرفة المعظمة أمر بالتوجه إلى معظم لأمره، البيت عظمه الله. وهذا يربط المسلم بمن عظم هذا البيت ويقتضي تعظيم من عظمه، يقتضى تعظيم من عظم هذا البيت وهو الله

Menghadap ke ka’bah yang mulia dan diagungkan saat shalat merupakan perintah Allah untuk menghadap sesuatu yang diagungkan, yakni Baitullah.

Ini akan mengingatkan mengingatkan seorang muslim untuk mengingat Dzat yang telah mengagungkan tempat ini. Maka dengan mengagungkan ka’bah, seorang muslim otomatis telah juga mengagungkan Dzat yang mengagungkan Baitullah ini, yakni Allah SWT.

Sudah sepatutnya seorang muslim dalam shalatnya mengingat Allah. Karena itu tujuan utama dari shalat itu sendiri. Sebagaimana yang Ia tegaskan dalam firman-Nya dalam Surah Thaha


اِنَّنِيْٓ اَنَا اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدْنِيْۙ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ

Baca Juga:  Mempersiapkan Diri Menyambut Tahun Baru Islam dan Bulan Muharram

Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah salat untuk mengingat Aku. (QS. Thaha ayat 14)

Dan ingat kepada Allah dalam shalat bisa dicapai salah satunya adalah dengan menghadap kiblat atau Ka’bah.

Kedua, Ka’bah sebagai media pemersatu ummat Islam seluruh dunia

توحيد الهدف عند المسلمين، وتوحيد القلوب وتوحيد الصفوف وتوحيد الكلمة وتتصور هذه الحكمة لو لم يكن التوجه واجباً إلى الكعبة كيف يكون حال الناس في الصلاة تجد. هذا يصلي يمين هذا يصلي شمال وهذا يصلي مواجه لهذا وهذا يصلي خلف هذا إلخ

Satu arah kaum muslimin dalam menghadap, satunya hati, satu barisan dan satu kalimat. Ini adalah gambaran dari kewajiban shalat menghadap ke arah kiblat.

Jika saja menghadap kiblat tidak wajib dalam shalat, maka bagaimana keadaan manusia saat shalat. Yang satu shalat di kanan, satunya lagi di kiri. Satunya menghadap ini, satunya membelakangi ini, dan seterusnya.

Jka hal itu terjadi, kesemuanya akan menimbulkan ketidakselarasan, cerai berai, berbeda semboyan, tidak satu barisan. Dan kewajiban menghadap kiblat dapat mempersatukan hal ini, di bumi manapun, di masjid manapun seseorang menjalankan shalat semuanya dalam satu hati, satu barisan, satu semboyan “menghadap kiblat”

Baca Juga:  Salah Menghadap Kiblat Ketika Shalat, Wajib Mengulang Shalatnya?

Ketiga, dengan menghadap Ka’bah akan termotivasi melakukan haji.

أشد القلوب والنفوس إليها والتذكير بالركن الخامس من أركان الإسلام معلوم أن الركن الخامس هو الحج الحج إلى بيت الله

Kuatnya hati dan mantapnya jiwa dalam condong pada ka’bah serta mengingatkan pada Rukun Islam kelima, yakni haji ke Baitullah.

Ini mengandung banyak faidah atau manfaat yang besar jika kelak ingin melakukan haji. Karena haji merupakan ibadah yang membutuhkan jiwa, raga juga harta Berbeda dengan ibadah selainnya terkadang hanya membutuhkan raga seperti shalat atau harta saja seperti zakat.

Demikian uraian kami dalam tulisan kali ini tentang tiga hikmah menghadap kiblat atau Ka’bah dalam shalat. Semoga kita saat shalat tidak hanya badan yang menghadap kiblat, tapi hati kita juga menghadapinya, sehingga beberapa hikmahnya bisa kita rasakan.

Baca Juga:  Mengenal Tradisi Bahtsul Masail Ala Pondok Pesantren Salaf
Faisol Abdurrahman

Leave a Reply

Your email address will not be published.