Kedudukan Perempuan dan Kemuliannya dalam Islam

kedudukan perempuan dalam islam

Pecihitam.org – Jika bicara tentang perempuan, sepertinya tak pernah ada habisnya. Sosok feminim yang Allah ciptakan dengan sifat kasih sayang dan cemburu yang berlebihan daripada lelaki menjadikannya mempunyai peran lebih dalam keluarganya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Bukan hanya itu, kemulian yang Allah berikan juga Allah curahkan dalam firmannya, hingga ada satu surat khusus yang membahas tentang peremupan, an-nisa.

Saat islam hadir maka ia menghapus kebiasaan orang-orang jahiliyah yang tidak memanusiakan perempuan, dan menjadikannya sebagai sosok yang mulia. Maka tak heran jika ada kutipan yang menyatakan bahwa kedudukan perempuan dalam islam itu mulia

Saat masih kecil ia menjadi pengahalang api neraka bagi orang tuanya, saat sudah menjadi isteri ia penyempurna agama suaminya, dan saat menjadi ibu surga di bawah telapak kakinya.

Fitrah seorang perempuan adalah sifatnya yang lembut, penyabar, dan penuh kasih sayang. Itu mengapa Allah anugerahkan rahim dalam diri perempuan, sebab ia mampu memikul beban dan mendidik anak-anaknya.

Tapi bukan berarti seorang laki-laki tidak bisa untuk mendidik anak, hanya saja ia tidak dominan layaknya wanita, karena ia diciptakan dengan fisik yang kuat sehingga mampu menanggung hidup keluarganya.

Baca Juga:  7 Keutamaan Shalat Sunah Awwabin Yang Harus Kamu Tahu

Jika kita melihat perempuan dari kacamata sejarah, perempuan memang di pandang sebelah mata, bahkan tidak ada harganya, dan hanya dijadikan sebagai pemuas nafsu belaka.

Kemudian sejak islam datang Allah muliakan kedudukan perempuan di mata manusia yang lainnya. Hingga beberapa ayat dalam al-qur’an di turunkan di sebabkan oleh masalah perempuan. Seperti surat an nisa ayat 19

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَحِلُّ لَكُمْ أَنْ تَرِثُوا النِّسَاءَ كَرْهًا وَلَا تَعْضُلُوهُنَّ لِتَذْهَبُوا بِبَعْضِ مَا آتَيْتُمُوهُنَّ إِلَّا أَنْ يَأْتِينَ بِفَاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍ وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا

“Wahai orang-orang beriman! Tidak halal bagi kamu mewarisi perempuan dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, kecuali apabila mereka melakukan perbuatan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka dengan baik. Jika kamu tidak menyukai mereka (maka bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak kepadanya.”

Dalam Tafsir Maraghi karya Ahmad bin Mustafa al-Maraghi, beliau menyebutkan sebab turunya ayat tersebut adalah ketika zaman jahiliyah, jika seorang wanita ditinggal mati suaminya, kemudian terdapat anak laki-laki atau ahli warisnya, maka anak laki-laki dan ahli warisnya tersebut mempunyai hak penuh atas istri ayahnya yang meninggal.

Baca Juga:  Jenis jenis Ibadah dalam Islam yang Perlu Kita Ketahui

Jika ahli warisnya mengingkan untuk menyetubuhi mantan istri ayahnya tersebut maka diperbolehkan, dan jika mereka (ahli waris) berkanan, maka mereka dapat menikahkan dengan siapa saja tanpa harus menyerahkan mahar nikah. Dan jika berkenan pula, maka bisa menikahkan dengan lelaki sesuai keinginanya lalu ia (ahli waris) mengambil maharnya.

Kemudian turunlah surat an-nisa ayat 19 ini sebagai penghapus kebiasaan orang-orang jahiliyah yang tidak menghormati kedudukan wanita. Dan masih banyak ayat-ayat lainnya yang menceritakan tentang perempuan.

Maka seharusnya kita sebagai perempuan bisa bersyukur karena hidup pada zaman seperti ini, dan menjadi kewajiban bagi kita untuk menjaga diri, kehormatan, serta kemulian yang telah Allah berikan.

Baca Juga:  Inilah 3 Keutamaan Ziarah Makam Rasulullah Saw yang Wajib Kamu Tahu

Sebab begitu mulia kedudukan perempuan dalam islam, hingga Allah menjelaskan secara detail bagaimana pola hidup seorang perempuan, mulai dari bagaimana ia berpakaian, bagaimana ia berjalan, bagaimana adabnya saat berbicara dengan lawan jenis, dan yang lainnya.

Semoga Allah selalu menjaga diri kita dari segala maksiat yang ada. Amin. Wallahu A’lam Bisshowab.

Nur Faricha