Kehidupan Keagamaan Masyarakat Arab Sebelum Islam

Kehidupan Keagamaan Masyarakat Arab Sebelum Islam

Pecihitam.org- Sebelum Islam datang, kehidupan keagamaan masyarakat Arab menganut agama yang bermacam-macam, dan Jazirah Arab telah dihuni oleh beberapa ideolgi, keyakinan keagamaan. Bangsa Arab sebelum Islam telah menganut agama yang mengakui Allah sebagai tuhan mereka.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Kepercayaan ini diwarisi turun temurun sejak nabi Ibrahim as dan Ismail as. Al Qur’an menyebut agama itu dengan Hanif, yaitu kepercayaan yang mengakui keesaan Allah sebagai pencipta alam, Tuhan menghidupkan dan mematikan, Tuhan yang memberi rezeki dan sebagainya.

Kepercayaan yang menyimpang dari agama yang hanif disebut dengan Watsniyah, yaitu agama yang mempersyarikatkan Allah dengan mengadakan penyembahan kepada :

  1. Anshab, batu yang memiliki bentuk
  2. Autsa, patung yang terbuat dari batu
  3. Ashnam, patung yang terbuat dari kayu, emas, perak, logam dan semua patung yang tidak terbuat dari batu.

Berhala atau patung yang pertama yang mereka sembah adalah Hubal. Dan kemudian mereka membuat patungpatung seperti Lata, Uzza, dan lainnya. Tidak semua orang Arab jahiliyah menyembah Watsaniyah ada beberapa kabilah yang menganut agama Yahudi dan Masehi.

Agama Yahudi dianut oleh bangsa Yahudi yang termaksud rumpun bangsa Samiah (semid). Asal usul Yahudi berasal dari Yahuda salah seorang dari dua belas putra nabi Yakub. Agama Yahudi sampai ke Jazirah Arab oleh bangsa Israel dari negeri Asyur.

Baca Juga:  Begini Kondisi Umat Islam Masa Kolonial dan Hubungan Mereka dengan Belanda

Mereka diusir oleh kerajaan Romawi yang beragama Masehi dan bangsa Asyur ini berangsur-angsur mendiami Yatsrib (Madinah) dan sekitarnya dan mereka menyebarkan agama Yahudi tersebut.

Agama-agama yang dijadikan panutan untuk kehidupan keagamaan masyarakat arab saat itu antara lain :

  1. Yahudi

Agama ini dianut orang-orang Yahudi yang berimigrasi ke Jazirah Arab. Daerah Madinah, Khaibar, Fadk, Wadi Al Qura, dan Taima’ menjadi pusat penyebaran pemeluknya. Yaman juga dimasuki ajaran ini, bahkan Raja Dzu Nuwas Al Himyari juga memeluknya. Bani Kinanah, Bani Al Haarits bin Ka’ab dan Kindah juga menjadi wilayah berkembangnya agama Yahudi ini.

  • Nashara

Agama ini masuk ke kabilah-kabilah Ghasasinah dan Al Munadzirah. Ada beberapa gereja besar yang terkenal. Misalnya, gereja Hindun Al Aqdam, Al Laj, dan Haaroh Maryam. Demikian juga masuk di selatan Jazirah Arab dan berdiri gereja di Dzufaar. Lainnya, ada yang di ‘And dan Najran. Adapun di kalangan suku Quraisy yang menganut agama Nashrani adalah Bani Asad bin Abdil Uzaa, Bani Imriil Qais dari Tamim, Bani Taghlib dari kabilah Rabi’ah dan sebagian kabilah Qudha’ah.

  • Majusiyah

Sebagian sekte Majusi masuk ke Jazirah Arab di Bani Tamim. Di antaranya, Zaraarah dan Haajib bin Zaraarah. Demikian juga Al Aqra’ bin Haabis dan Abu Sud (kakek Waki’ bin Hisan) termasuk yang menganut ajaran Majusi ini. Majusiyah juga masuk ke daerah Hajar di Bahrain.

  • Syirik
Baca Juga:  Tidak Belajar Adab, Albani Diserang Oleh Muridnya Sendiri

Kepercayaan dengan menyembah patung berhala, bintang-bintang dan matahari yang oleh mereka dijadikan sebagai sesembahan selain Allah. Penyembahan bintang-bintang juga muncul di Jazirah Arab, khususnya di Haraan, Bahrain dan di Mekah, mayoritas Bani Lakhm, Khuza’ah, dan Quraisy. Sedangkan penyembahan matahari ada di negeri Yarnan.

  • Al Hunafa’

Meskipun pada waktu hegemoni paganisme di masyarakat Arab sedemikian kuat, tetapi masih ada beberapa orang yang dikenal sebagai Al Hanafiyun atau Al Hunafa’. Mereka tetap berada dalam agama yang hanif, menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya serta menunggu datangnya kenabian.

Secara teologis, sebagian penduduk Arab adalah penyembah berhala. Ditemukan sebanyak 360 patung yang disembah. Diantaranya, Latta di Tha’if, Urra’ di lembah Nakha di sepanjang jalan Mekah dan Irak, Manad di jalur Quadayad di pantai laut merah antara Mekah dan Madinah yang disembah oleh suku Aus dan Khazraj.

Suwa yang disembah orang Yanbu, Wadd disembah suku Kalb, Yaghuth disembah suku Masdhij, Ya’uq disembah suku Khiwan di Yaman dan Himyar disembah suku Nasr.

Baca Juga:  Kisah Nabi Muhammad Jatuh Cinta Dan Patah Hati Saat Cinta Pertama

Walaupun suku ini memiliki bentuk simbol sesembahan berbeda-beda namun mereka sepakat untuk menjadikan Ka’bah di Mekah merupakan sebuah bangunan kuno berbentuk persegi yang dikelilingi oleh bangunan tanpa atap.

Sebagai komitmen mereka terhadap Mekah yang dijadikan pusat ibadah bersama, para suku meletakkan perwakilan Tuhan mereka ditempatkan di dekat Ka’bah. Tercatat ada 360 buah patung simbol Tuhan yang kemudian disebut berhala.

Dari pernyataan di atas itu merupakan suatu kewajaran apabila pada masa awal pra Islam penganut agama terbesar adalah para penyembah berhala. Banyaknya agama di Arab sebagai contoh bahwa keberagaman memang sudah sejak dahulu ada, sehingga pada awal masuk Islam, Nabi membuat piagam Madinah untuk mengatasi persoalan perbedaan tersebut.

Perbedaan sesembahan bagi mereka tidak ditampakkan secara terang-terangan melalui konflik, mereka tidak mau tahu urusan terhadap sesembahan yang lain selagi tidak membuat keonaran.

Mochamad Ari Irawan