Apakah Kepastian Kiamat Terdapat dalam Ajaran Islam? Begini Penjelasannya

Apakah Kepastian Kiamat Terdapat dalam Ajaran Islam? Begini Penjelasannya

PeciHitam.org Keimanan seseorang bergantung erat dengan keyakinan kepada Allah SWT, baik sifat, af’al, Qadha dan  QadarNya. Sederhananya, seorang Islam harus beriman kepada 6 Rukun Iman yang telah diwartakan oleh Rasulullah SAW.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Percaya Eksistensi Allah, Malaikat, Nabi dan Rasul, Kitab yang diturunkan kepada Nabi dan RasulNya, qadha dan Qadar serta percaya kepada hari akhir. Keenam pokok keimanan dalam Islam inilah yang harus diimani secara penuh, tidak boleh parsial.

Percaya kepada sebagian menjadikan oleh jatuh kedalam kekafiran atas kebenaran Allah SWT. Sebagaimana percaya kepada Allah SWT, mengimani adanya hari akhir atau kiamat harus diyakini dengan penuh. Mempercayai hari kiamat sering disebutkan oleh Rasulullah SAW bergandengan dengan percaya kepada Allah.

Akan tetapi belakang ini banyak berseliweran ceramah di Youtube yang membahas tentang hari kiamat dan tanda-tandanya. Sebagai pengingat Umat Islam akan hari kiamat sangat dianjurkan oleh Rasulullah karena mengingatkan kepada ketidak abadian dunia. Dunia yang fana pada gilirannya akan hancur dan tibalah hari pembalasan.

Bumbu ceramah oleh ‘Ustadz’ yang cenderung melebihkan cerita dan mengarahkan tanggal tertentu menimbulkan permasalahan sendiri. Beberapa kasus menunjukan, akibat ceramah yang memiliki kecenderungan memastikan tanggal kiamat mendorong orang bersikap gelap mata, dengan menjual aset dan harta bendanya.

Pemahaman yang  mendalam dan proporsional dalam memandang kepastian kiamat harus dikedepankan bukan sekedar berceramah provokatif dengan memastikan kejadian sesuatu yang ghaib.

Kepastian Kiamat dalam Islam?

Hari kiamat diartikan sebagai hari hancurnya kehidupan didunia dan dimulainya pengadilan Allah/ yaumul hisab. Umat  Islam memiliki kewajiban agama untuk meyakini akan datangnya hari kiamat, tidak boleh tidak. Kepastian kiamat pasti terjadi telah diwartakan oleh Allah SWT;

وَإِنَّهُ لَعِلْمٌ لِلسَّاعَةِ فَلا تَمْتَرُنَّ بِهَا وَاتَّبِعُونِ هَذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ (٦١

Artinya; “Dan Sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah aku. Inilah jalan yang lurus” (Qs. Az-Zukhruf: 61)

Kepastian Kiamat dalam ajaran Islam tidak serta merta diketahui dengan jelas kapan dan masih berapa waktu lagi kejadianNya. Karena kepastian Kiamat dalam Islam masuk dalam persoalan yang hanya diketahui oleh Allah SWT,

إِنَّ السَّاعَةَ آتِيَةٌ أَكَادُ أُخْفِيهَا لِتُجْزَى كُلُّ نَفْسٍ بِمَا تَسْعَى (١٥

Baca Juga:  Baitul Makmur, Ka'bah di Langit ke Tujuh Kiblat Para Malaikat

Artinya; “Segungguhnya hari kiamat itu akan datang aku merahasiakan (waktunya) agar supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang ia usahakan” (Qs. Thaha: 15)

Allah menjamin kepastian Kiamat, akan tetapi disatu sisi menjaga kerahasiaan waktu terjadinya. Allah SWT mewartakan melalui Muhammad SAW, bahwa kiamat sudah dekat dari masa kenabian beliau, akan tetapi setalah 14 Abad berlalu belum terjadi.

Hal ini tidak menjadikan perkataan Allah SWT dan RasulNya tidak benar, hanya dimensi waktu yang diucapkan oleh Rasulullah SAW tidak sama dengan pemikiran orang awam.

Sebagaimana janji Rasulullah SAW yang menyatakan; Islam akan menaklukan Konstantinopel baru terjadi pada masa Sultan Mahmud II atau Sultan Muhammad Al-Fatih dari dinasti Utsmaniyah.

Nubuat Nabi Muhammad SAW baru terlaksana tahun 857 H atau tahun 1453 M. Ada rentang waktu sekitar 8,5 Abad sebelum perkataan Nabi Muhammad SAW menjadi kenyataan. akan tetapi bukti tersebut menunjukan kata-kata Nabi Muhammad SAW adalah benar.

Sama halnya dengan Nubuat Nabi Muhammad SAW tentang hari Kiamat, pasti akan terjadi. Akan tetapi kecenderungan memastikan tanggal sebagaimana ‘ Oknum Ustadz’ tersebut tidak dibenarkan.

Alasannya adalah mendahului ketentuan Allah SWT yang bersifat ghaib. Ketentuan Kiamat hanya Allah SWT yang maha tahu sebagaimana dalam surat Thaha ayat 15.

Tanda-Tanda Kiamat

Membicarakan kiamat untuk konten Ceramah atau Status Media Sosial memang seksi. Apalagi ditambah dengan bumbu secara berlebihan akan menjerumuskan oleh memperolok ketentuan Allah SWT. Hal ini sangat tidak memenuhi standar kepantasan.

Islam jelas menerangkan kepastian kiamat akan terjadi, bahkan Rasulullah menerangkan banyak kriteria dalam hadits beliau. Menurut Majdudin Ibnu Atsir dalam kitab Jami’ul Ushul fi Ahaditsil Rasul tidak kurang dari 40 hadits menjelaskan tentang kepastian kiamat serta kejadiannya.

Dari 40 Hadits tersebut tidak semua terverifikasi shahih, ada yang berstatus dlaif atau lemah. Hadits tentang kiamat membahas kejadian yang  pendahulu sebelum kiamat berupa wafatnya Muhammad SAW, amanat disia-siakan, fitnah meraja lela, kemerosotan Ilmu pengetahuan dan lain-lain. Tanda-tanda ini menjadi tanda umum yang  sudah berlangsung berabad lampau.

Tanda-tanda kiamat yang diriwayatkan dalam kitab shahih tercantum dalam kitab sunan Imam Muslim. Beliau menuliskan;

عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ أَسِيدٍ الْغِفَارِيِّ قَالَ اطَّلَعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْنَا وَنَحْنُ نَتَذَاكَرُ فَقَالَ مَا تَذَاكَرُونَ قَالُوا نَذْكُرُ السَّاعَةَ قَالَ إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ فَذَكَرَ الدُّخَانَ وَالدَّجَّالَ وَالدَّابَّةَ وَطُلُوعَ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا وَنُزُولَ عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَيَأَجُوجَ وَمَأْجُوجَ وَثَلَاثَةَ خُسُوفٍ خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ وَخَسْفٌ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ وَآخِرُ ذَلِكَ نَارٌ تَخْرُجُ مِنْ الْيَمَنِ تَطْرُدُ النَّاسَ إِلَى مَحْشَرِهِمْ

Baca Juga:  Jarang yang Tahu, Inilah Rahasia di Balik Nama Para Nabi

Dieritakan oleh Hudzaifah bin Asid dari suku Al-Ghifari bahwa Rasul pernah mendatangi kumpulan kami yang sedang  membicarakan hari Kiamat. Rasulullah bersabda bahwa tidak akan datang kiamat sebelum didahuli 10 tanda-tandanya.

Bahw Kiamat akan didahului oleh Dukhan atau Kabut, (munculnya) Dajjal, binatang Dabbah, matahari terbit dari barat, Nabi Isa bin Maryam AS (Isa al-Masih) turun kebumi lagi, (munculnya) Ya’juj-Ma’juj. Tanda selanjutnya yakni adanya 3 Gerhana sekaligus yaitu Gerhana dibagian Timur, bagian barat dan Gerhana di Jazirah Arab.

Ciri-ciri terakhir akan terjadinya kiamat menurut Hadits Imam Muslim adalah munculnya Api dari Yaman (negara dibagian selatan Jazirah Arab). Api dari Yaman ini akan menggiring manusia menuju sebuah tempat berkumpul banyak orang. Ciri-ciri ini banyak ditafsirkan oleh Ulama kontemporer dengan kejadian-kejadian di era modern saat ini.

Berbagai tanda yang dimaksudkan oleh Rasulullah SAW pastinya bernilai benar, dan satu sisi tafsir kepada kata-kata beliau belum tentu benar. Oleh karenya dalam memahami dalil Kiamat jangan sampai terjebat kepada ‘Ramalan’ yang berujung memastikan perkara ghaib.

jika dalam ceramah atau kajian Islam, membawa ayat Al-Qur’an atau Hadits dengan tujuan memastikan tanggal dan waktu kejadian Kiamat sama dengan mendahului Qadha dan Qadar Allah SWT. Tidak ubahnya seperti ‘Peramal’ yang berjubah ‘Ustadz’.

Ramalan Kiamat

Memakai gelar ‘Ustadz’ kemudian sering berkoar dan cenderung memastikan tibanya hari kiamat dengan menentukan tanggal tertentu tidak ubahnya seperti peramal. Walaupun mendasarkan diri kepada tanda-tanda alam sesuai dengan Hadits Rasulullah SAW.

Karena memastikan perkara ghaib tanpa pengetahuan akan menjerumuskan umat Islam kepada kebingungan dan ketidak-pastian tentunya mendahului qudrah Allah SWT. Kasus yang terjadi bermotif agama untuk memastikan Kiamat pernah terjadi pada saat ramai Kasus Lia Aminudin dengan Kerajaan Edenya.

Pada tahun 1999 pernah dianggap akhir dunia oleh banyak orang yang meyakini ramalan dari penulis abad 16 Nostradamus dalam buku Les Vraves Centuries. Dalam buku ramalan tersebut menyebutkan bahwa Kiamat akan terjadi bulan Juni 1999.

Baca Juga:  Menikah Siri? Begini Pendapat Tokoh Tokoh NU

Menginjak tahun 2012 juga pernah terekam kasus yang menggemparkan dunia tentang Ramalan berakhirnya dunia atau kiamat. Ramalan yang bersumber dari mitos Suku Maya ternyata juga tidak terbukti benar. Lebih jauh kebelakang pernah terjadi Hoaks terjadinya Kiamat yang berasal dari Kelompok Sacred Flower pada tahun 1910.

Kegaduhan Isu Kiamat pada tahun tersebut disebabkan lewatnya Komet Haley yang  mempunyai siklus melewati bumi 76 tahun sekali. Kepanikan yang disebabkan Isu Kiamat oleh Sacred Flower sampai akan mengorbankan seorang Perawan untuk mencegah jatuhnya kiamat di Bumi.

Terbaru yakni keriuhan dunia Maya yang  merembet ke dunia nyata akibat Ceramah ‘yang berbau ‘Ramalan dukhan sebagai penanda awalnya Kiamat. Argumentasi yang  dibangun oleh ‘Ustadz’ tersebut karena pertengahan Bulan Ramadhan Jatuh pada hari Jumat. Sebagaimana diketahui bahwa tanggal 15 Ramadhan tahun 1441 H memang jatuh pada hari Jumat.

Setidaknya, saat penulis menulis artikel ini sudah memasuki tanggal 6 Syawal tahun 1441 H tidak terjadi Kiamat. Artinya ‘Ceramah Ramalan’ tidak terbukti dan banyak menimbulkan madlarat pemikiran dan degradasi nilai Islam.

Jika pola ini dilanjutkan, memastikan hal ghaib yang menjadi wewenang Allah SWT niscaya Islam hanya menjadi agama Ramalan. Naudzubillah. Maka kiranya dalam menerangkan hal ghaib harus ada sikap kehati-hatian jangan sampai memastikan pendapat pada Qalallah (al-Qur’an) atau Qala Rasulullah sedangkan  hanya rekaan dan perkiraan pribadi semata.

Kepastian Kiamat terjadi sudah menjadi nash Allah SWT dan berita dari Rasulullah SAW. Akan tetapi memastikan tanggal waktu dan kejadiannya hanya Allah yang mengetahui. Jangan sampai Allah dan Rasul diseret hanya untuk membenarkan pendapat pribadi yang lebih dekat kepada Ramalan.

Ash-shawabu Minallah

Mochamad Ari Irawan