Keutamaan Birrul Walidain: Ridha Allah Tergantung Ridha Orang Tua

keutamaan birrul walidain

Pecihitam.org – Seabgai seorang anak kita diwajibkan birrul walidain (berbakti kepada orang tua) yang mana dalam islam memiliki keutamaan tersendiri. Orang tua merupakan makhluk Allah yang mulia dalam kehidupan ini, karena mereka adalah perantara dari adanya diri kita.  Bagaimana mungkin keberadaan kita hingga saat ini tanpa ada campur tangan dari orang tua kita.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Minimal kita dikandung oleh seorang ibu dan dilahirkan darinya, walaupun terkadang ada dari kita yang mungkin ditinggal sejak kecil oleh salah satu orang tua, atau bahkan sejak dalam kandungan sudah menjadi seorang yatim.

Namun hampir seluruh dari kita, dikandung, dilahirkan, disusui dan dirawat oleh orang tua kita, sehingga tidak ada alasan bagi kita untuk tidak berbuat baik kepada mereka, dalam keadaan apapun, kita harus tetap berbuat baik kepada mereka.

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا ۖ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۖ وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا ۚ حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Baca Juga:  Terbukti Ilmiah, Inilah Empat Manfaat Puasa bagi Kesehatan Tubuh

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”.(QS Al Ahqaf : 15)

Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘Anhuma, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

رِضَا اَللَّهِ فِي رِضَا اَلْوَالِدَيْنِ, وَسَخَطُ اَللَّهِ فِي سَخَطِ اَلْوَالِدَيْنِ

Baca Juga:  4 Golongan yang Tidak Mendapat Pahala, Rahmat dan Ampunan Lailatul Qadar

“Keridhoan Allah tergantung kepada keridhoan orang tua dan kemurkaan Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua.” (HR. Tirmidzi. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban dan Hakim.)

Dari nash-nash diatas banyak kita simpulkan bahwa, keridhaan Allah terhadap kita tergantung sebagaimana orang tua meridhai kita, begitu juga kemurkaan orang tua, adalah kemurkaan Allah juga, karena sebanyak apapun amal ibadah kita ketika orang tua tidak meridhai, maka amal ibadah yang kita lakukan tidak ada manfaatnya sekali.

Seperti dalam suatu kisah, seorang sahabat Rasulullah yang bernama Al Qamah, ia adalah sahabat Rasulullah yang rajin beribadah, sholatnya rajin komplit dengan sunnah-sunnah dijalankan. Puasa, sedekah menjadi rutinitasnya, namun menjelang ahir hidupnya ia tidak mampu mengucapkan kalimat syahadat. Kenapa ia tidak bisa, padahal ia sahabat Rasulullah yang ahli ibadah?

Ternyata mulutnya tidak mampu mengucapkan kalimat syahadat karena ibunya yang  tidak meridhai dirinya, karena ia lebih mementingkan istrinya dan durhaka terhadap ibunya. Ahkirnya Rasulullah pun memanggil ibunya dan dimintai izin oleh Rasul agar Alqanah anaknya dibakar. Kemudian si ibupun tidak tega, jika harus melihat anaknya dibakar, ahirnya ibunyapun meridhai Alqamah. Alqamahpun ahkirnya bisa mengucapkan kalimat syahadat dan meninggal kala itu.

Baca Juga:  Benarkah Makna Birrul Walidain Terbatas Hanya Berbakti pada Orang Tua Saja?

Dari kisah ini dapat kita ambil hikmah salah satunya keutamaan birrul walidain, bahwa sehebat apapun ibadah seseorang ketika ibunya tidak meridhai, maka amalnya tidak bisa menjadi penolongnya. Sebesar apapun cinta kita dengan istri jangan sampai mengurangi kebaktian kita dengan orang tua. Wallahua’lam bisshawab.

Lukman Hakim Hidayat