Kisah Keteguhan Ummu Syuraik Menghadapi Siksaan Kafir Quraisy

ummu syuraik

Pecihitam.org – Sebelum datangnya Islam, perempuan sering dikubur hidup-hidup karena dianggap membawa aib keluarga. Namun setelah datangnya Islam, perempuan mempunyai posisi tersendiri dalam memperjuangkan tersebarnya syariat Islam. Salah satu perempuan yang gigih menyebarkan syariat Islam adalah Ummu Syuraik.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Nama lengkap perempuan ini adalah Ghaziyah bin Jabir bin Hakim ad-Dausiyah. Beliau berasal dari suku Quraisy Bani Amir bin Lu’ai dan berasal dari Kabilah Ghathafan, salah satu kabilah yang disegani dalam bangsa Arab.

Dalam sejarahnya, Ummu Syuraik dikenal sebagai wanita yang tegar dan kuat memagang prinsip keimanan. Beliau juga dikenal sebagai wanita yang masuk Islam di awal, dimana di masa itu Islam masih disebarkan secara sembunyi-sembunyi karena khawatir diberantas oleh kafir Quraisy yang tidak menyukai agama baru seperti agama Islam.

Dengan kelincahannya, Ummu Syuraik mendakwahkan syariat Islam yang diajarkan Nabi Muhammad saw kepada perempuan dikalangan kafir Quraisy. Berkat kemampuan komunikasinya yang begitu mendalam, dia berhasil memikat hati perempuan kafir Quraisy untuk bersama-sama mengucapkan dua kalimat syahadat.

Dalam sebuah buku sejarah diceritakan bahwa Syuraik pernah ketahuan kafir Quraisy Makkah kemudian ditangkap. Namun setelah itu, dia dikembalikan ke sukunya karena beliau berasal dari suku yang dihormati di Makkah.

Baca Juga:  Bunuh Diri dan Kisah Seorang Sahabat Nabi Sang Pembela Islam yang Masuk Neraka

Setelah dikembalikan ke sukunya bukannya merasa aman, namun Ummu Syuraik langsung ditanyai perihal keimanannya. “Apakah engkau telah masuk kepada agama Muhammad saw?” tanya suami Syuraik.

“Demi Allah, aku telah masuk ke dalam agama Muhammad saw” jawab Syuraik. “Kalau begitu, kami akan menyiksamu” sambung salah satu keluarganya.

Ummu Syuraik dibawa ke suatu tempat menggunakan unta yang paling buruk. Selama tiga hari perjalanan, ia hanya diberi makan roti dan madu saja. Di tengah perjalanan ketika matahari tepat di atas kepala, mereka memukuli Syuraik dan meninggalkannya di tengah terik matahari yang begitu menyengat.

Setelah dirasa cukup, mereka menjemur Ummu Syuraik di bawah terik matahari sedang mereka berteduh. Dan kejadian tepat di hari ketiga dan Ummu Syuraik dalam kondisi yang sangat lemah karena tidak satu pun makanan ataupun minuman yang didapatkannya.

Baca Juga:  Kisah Ulama Indonesia Selamatkan Makam Nabi Muhammad yang Mau Dibongkar

Dalam kondisi yang sangat lemah, tiba-tiba muncul pertolongan dari Allah. Sesuatu yang dingin menimpa tubuhnya, setelah diperiksa ternyata ember berisikan air. Ketika ember tersebut meneteskan sejumlah air, Ummu Syuraik segera meminumnya. Dan begitu seterusnya hingga berlangsung tiga kali.

Para penyiksa yang sudah terbangun, kaget melihat keadaan Ummu Syuraik yang basah terkena air. Mereka menuduhnya mencuri air yang menjadi bekal perjalanan mereka. Setelah memeriksa air perbekalan, ternyata air tersebut masih penuh dan tidak berkurang seditpun. Mereka pun semakin kebingungan dibuatnya. Mereka bertanya-tanya, darimanakah datangnya air sebanyak itu?.

Mereka yang tadinya menyiksa Ummu Syuraik agar mau kembali kepada agama nenek moyang dan meninggalkan agama Islam bertanya perihal yang terjadi sebenarnya. Ummu Syuraik yang terluka parah akibat penyiksaan mereka hanya sanggup memberikan isyarat saja tanpa mampu berkata-kata lagi. Dengan jari telunjuknya, beliau mengangkatnya ke langit sebagai pertanda air tersebut datang dari Allah swt.

Peristiwa tersebut akhirnya membuat para penyiksanya ikut memeluk agama Islam. Mereka percaya bahwa Allah adalah Tuhan yang mampu mendatangkan rezeki yang tidak disangka asalnya. Mereka mengucapkan dua kalimat sayahadat dan ikut bersama Nabi Muhammad saw untuk berhijrah di kota Madinah.

Baca Juga:  Kisah Wafatnya Sayyidah Aisyah Istri Nabi di Bulan Ramadhan

Ummu Syuraik adalah teladan perempuan yang memegang keimanannya meski terkena siksaan yang hampir menghancurkan tubuhnya. Keteguhannya memegang agama Islam patut dijadikan teladan bagi kaum perempuan maupun kaum lelaki agar tidak mudah putus asa menghadapi segala cobaan yang diberikan Allah swt. Melalui beliau kita belajar bahwa dibalik besarnya cobaan yang diterima ada pertolongan Allah swt yang tidak terduga datangnya.  

Muhammad Nur Faizi