Memberi Minum, Perkara yang Tidak Bisa Disepelekan, Ini Keutamaannya!

keutamaan memberi minum kepada orang lain

Pecihitam.org – Air adalah sumber kehidupan yang dibutuhkan oleh banyak makhluk, baik itu manusia, hewan, dan tumbuhan, tanpa air makhluk hidup tidak akan lama bahkan tidak bisa bertahan hidup.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Oleh karena itu, jangan pernah menyepelekan suatu perbuatan seperti memberi air minum kepada orang lain atau makhluk hidup lainnya yang sedang membutuhkan,

Rasulullah saw telah bersabda mengenai keutamaan memberi air minum sebagai berikut:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَة رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللَّه صَلَّى اللهُ عَلَيْه وَسَلَّم قَالَ: بَيْنَا رَجُلٌ يَمْشِي، فَاشْتَدَّ عَلَيْه العَطَشُ، فَنَزَلَ بِئْرًا، فَشَرِبَ مِنْهَا، ثُمَّ خَرَجَ فَإِذَا هُوَ بِكَلْبٍ يَلْهَثُ يَأْكُلُ الثَّرَى مِنَ العَطَش، فَقَالَ: لَقَدْ بَلَغَ هَذَا مِثْلُ الَّذِي بَلَغَ بِي، فَمَلَأَ خُفَّهُ، ثُمَّ أَمْسَكَهُ بِفِيهِ، ثُمَّ رَقِيَ، فَسَقَى الكَلْبَ، فَشَكَرَ اللَّهُ لَهُ، فَغَفَرَ لَهُ ، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَإِنَّ لَنَا فِي البَهَائِمِ أَجْرًا؟ قَالَ: «فِي كُلِّ كَبِدٍ رَطْبَةٍ أَجْرٌ»

Artinya:

“Dari Abu Hurairah r.a Nabi saw telah bersabda “suatu ketika terdapat laki-laki yang sementara berjalan kaki, tiba-tiba di tengah perjalanannya laki-laki itu merasa sangat kehausan, kemudian setelah itu dia menemukan sebuah sumur maka dia pun turun kedalamnya dan meminum air darinya setelah itu dia keluar kembali.

Baca Juga:  Inilah 5 Kriteria Jika Ingin Menilai Suatu Hadis Shahih atau Tidak

Pada saat keluar terdapat anjing yang sedang menjilat-jilat tanah disebabkan anjing itu sangat haus, laki-laki itu pun berkata Anjing ini telah kehausan sebagaimana diriku. dia pun turun kembali dan mengisi sepatunya dengan air sumur itu sampai terisis penuh, dia menggigitnya membawanya naik ke atas permukaan kemudian memberikannya kepada anjing tersebut.

Maka Allah memuji orang itu dan mengampuni dosanya. Para sahabat nabi bertanya “wahai Rasulullah apakah dengan menolong binatang juga mendapatkan pahala?” Rasul pun menjawab “pada setiap hati yang basah maka ada pahala”. (HR. Imam Bukhari).

Dalam kitab Syarah Shahih Bukhari yang ditulis oleh Ibnu Baththaal, dijelaskan bahwa memberi minum merupakan diantara perkara mulia untuk mendekatkan diri kepada Allah swt.

Sebagian Tabi’in berkata siapa yang memiliki banyak dosa maka wajib atasnya memberi minum. Dan jika dosa gugur karena memberikan minum seekor anjing maka bagaimana dengan orang yang memberikan minum kepada manusia beriman bertauhid atau menghidupinya dengan hal tersebut.

Dan hadis tersebut juga menunjukkan akan bolehnya bersedekah sunnah kepada siapa saja termasuk kepada no muslim dan orang musyrik, berdasarkan keumuman sabda Rasulullah saw.

 فِي كُلِّ كَبِدٍ رَطْبَةٍ أَجْرٌ

Artinya:

Baca Juga:  Wahai Suami, Tahukah Kamu Sedekah Paling Utama Ternyata Kepada Istri

“pada setiap hati yang basah maka terdapat pahala.”

Adapun yang dimaksud dengan كَلْبٍ يَلْهَثُ adalah anjing yang menjulurkan lidahnya karena kehausan.

Berbuat baik kepada binatang saja mendapatkan pahala, terlebih lagi berbuat baik kepada sesama manusia yang sedang membutuhkan.

Memberikan air minum kepada hewan merupakan wujud kepedulian kita terhadapnya, dan jangan sampai kita menyepelekan perbuatan apa pun yang kita lakukan terhadap hewan, karena setiap amal perbuatan kita akan mendapatkan balasannya, entah itu perbuatan baik atau buruk

Seperti halnya kisah yang dijelaskan di dalam hadis tentang seorang wanita yang mendapat siksa karena perbuatannya menyiksa binatang:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «عُذِّبَتِ امْرَأَةٌ فِي هِرَّةٍ حَبَسَتْهَا حَتَّى مَاتَتْ جُوعًا، فَدَخَلَتْ فِيهَا النَّارَ» قَالَ: فَقَالَ: وَاللَّهُ أَعْلَمُ: «لاَ أَنْتِ أَطْعَمْتِهَا وَلاَ سَقَيْتِهَا حِينَ حَبَسْتِيهَا، وَلاَ أَنْتِ أَرْسَلْتِهَا، فَأَكَلَتْ مِنْ خَشَاشِ الأَرْضِ

Artinya :

“Dari ‘Abdullah ibnu ‘Umar r.a bahwa Rasulullah saw telah bersabda seorang wanita yang disiksa karena kucing yang telah dikurungnya hingga mati dalam keadaan lapar, maka dia pun dimasukkan kedalam api neraka, dia berkata : dan Allah lebih tahu kamu tidak memberinya makan dan minum ketika mengurungnya dan kamu tidak melepaskannya agar kucing itu bisa memakan serangga atau binatang tanah”

Baca Juga:  Hukum Taat Aturan Berlalu Lintas dalam Pandangan Islam

Kita tentu tidak ingin mendapatkan siksa dari api neraka, maka kedua hadis diatas memberikan penjelasan akan konsekuensi dari segala perbuatan yang kita lakukan,

Ketika kita melakukan kebaikan kepada hewan misalnya maka kita akan mendapatkan pahala begitu pun sebaliknya ketika kita melakukan kejahatan terhadap hewan maka kita juga akan mendapatkan siksa.

Dan Kita tentu sangat merasa senang ketika rasa haus yang kita rasakan hilang, maka seperti itulah hendaknya kita membuat orang lain senang dengan menghilangkan rasa hausnya,

Segala kebaikan yang kita lakukan tentu akan kembali kepada kita asalkan kita lakukan dengan ikhlas, dan ikhlas juga tentunya memiliki tingkatan-tingkatan sebagaimana yang dijelaskan oleh para ulama.

Wallahu a’lam.

Khalil Nurul Islam

Leave a Reply

Your email address will not be published.