Menenangkan Hati Dengan Dzikir? Ini Caranya!

Menenangkan Hati dengan Dzikir? Ini Caranya!

PeciHitam.org – Banyak sekali yang bertanya bisakah Menenangkan Hati dengan Dzikir? Menurut beberapa pendapat memang Dzikir adalah cara untuk membersihkan hati. Untuk itulah, ketika hati sudah bersih maka hati akan terasa tenang.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Berdzikir yang dilakukan oleh umat Islam khusunya yang berpaham Ahlussunnah Waljamaah dapat mendatangkan ketenangan dan ketentraman hati dalam mengarungi kehidupan dunia ini.

Karena itu, berdzikir sudah sewajarnya secara rutin dilaksanakan oleh umat Islam. Demikian yang disampaikan Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Padangpariaman Azwar Tuanku Sidi dalam tausyiahnya di hadapan jamaah Majelis Dzikir Istiqomah Syatariayah (MAZIS) Kabupaten Padangpariaman.

Menurut Azwar Tuanku Sidi yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Jamiatul Mukminin Sintuak ini, Kabupaten Padangpariaman masyarakatnya mayoritas berpahamkan Ahlussunnah Waljamaah.

“Dzikir merupakan bagian rutinitas dalam beribadah. Sehingga dengan rutin berzikir, akan lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt,” imbuh Azwar yang juga Ketua Pembina MAZIS Padangpariaman.

Dikatakan juga, ahli tarekat itu, sayangi dunia dan kasih kepada Allah. Baginya mencari kehidupan dunia penting, tapi mencari bekal kehidupan untuk akhirat kelak juga tak kalah pentingnya. “Makanya dalam setiap gerak langkah kehidupan dapat dilakukan dengan berdzikir.

Misalnya, saat berdiri membaca subhanallah, duduk membaca Alhamdulillah, saat mendapat musibah membaca innalillahi wainna ilaihi rooji’uun. Semua itu sudah merupakan bagian dari dzikir,” cetus Azwar. Hal ini lah yang kemudian bisa membuat kita untuk menenangkan hati dengan dzikir

Adapun cara menenangkan hati yang lain, ialah kembali mendekatkan diri kepada Allah SWT. Lantas bagaimana caranya? Yaitu dengan membaca ayat-ayat Al-Qur’an.

Allah berfirman dalam QS Al-Syams ayat ke sembilan yang menegaskan bahwasannya sungguh beruntunglah orang-orang yang selalu membersihkan hati beserta jiwanya, membersihkan ruhnya dan setelah itu diisi dengan berdzikir kepada Allah, mengingat Allah menyebut-nyebut Allah, dan menyambungkan dirinya hanya dengan Allah SWT.

Baca Juga:  Bacaan Lengkap Qunut Nazilah, Amalan Jika Musibah Terjadi

Tidak mungkin kita mampu membereskan problem kejiwaan kita sendiri, problem gundah gulana dan kegelisahan kita hanya dengan mendatangi dokter. Dokter tidak akan bisa menyelesaikan semua ini karena dokter hanya mengobati diri kita dari sisi jasmani (luar) saja.

Mungkin ada juga psikiater yang lebih jauh ke sisi psikologis kita. Psikologis kita tidak akan sanggup untuk menembus ruh dan kejiwaan kita.

Maka cara terbaik jika kita sedang gundah gulana dan gelisah ialah kembali kepada sang pemilik ruh beserta semua yang ada di dunia ini, kepada Allah SWT. Allah memiliki firman-firman, Allah memiliki Al-Qur’anul Karim. 

Maka bacalah Al-Qur’an, buka kitab suci itu, resapi makna dan tadabburi artinya sambungkan saat kita membaca kalam-kalam Ilahi itu dengan jiwa dan ruh. Insya Allah, Allah akan langsung menghapus gundah gulana, gelisah dan kesedihan hati kita.

Sesungguhnya gundah gulana, gelisah dan rasa yang menganggu dalam hati maupun jiwa kita berasal dari Allah. Maka cara menenangkannya dengan kembali mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Sebab dalam Al-Qur’an Allah sendiri menegaskan bahwa dengan mengingat Allah maka akan menjadikan hati kita menjadi tenang. Berdzikir salah satunya adalah dengan membaca Al-Qur’an.

Karena Al-Qur’an adalah basis atau landasan orang-orang yang yakin akan keagungan, kemuliaan dan kekuasaan Allah SWT. Membaca Al-Qur’an tidak hanya akan membuat kita mendapatkan petunjuk lahiriyah dan petunjuk batiniyah saja, tetapi Al-Qur’an juga akan menjadikan obat, menjadikan segala macam kebahagiaan dalam hidup kita.

Allah menegaskan bahwa tidaklah Allah menurunkan Al-Qur’an itu kecuali ia menjadi obat dan menjadi rahmat serta menjadi wujud cintanya Allah kepada kita. Dengan Al-Qur’an, obat akan hadir mengobati segala macam sakit, gelisah, gundah gulana kita dan rahmat Allah akan hadir karena kita membaca Al-Qur’an.

Baca Juga:  Doa Agar Tidak Malas Beribadah, Bekerja, dan Aktivitas Lainnya

Namun pertanyaan seringkali muncul ketika kita sudah membaca Al-Qur’an, namun kenapa masih gundah gulana?. Kita perlu menyadari bahwa Al-Qur’an adalah firman Allah yang suci yang cara untuk membacanya, cara memahaminya, cara mentadabburinya pun tidak bisa sembarangan.

Jika kita sudah membaca Al-Qur’an tapi tidak pernah merasakan nikmatnya kebahagiaan, nikmatnya ketenangan, nikmatnya efek dari Al-Qur’an, mungkin karena kita tidak beradab dalam membaca Al-Qur’an.

Karena untuk melahirkan Al-Qur’an sebagai obat, harus menggunakan tata cara seperti yang difirmankan Allah dan diteladankan Rasulullah SAW. Kita harus berakhlak dan beradab saat membaca Al-Qur’an.

Bagaimana akhlak dan adab kita dalam membaca Al-Qur’an? Kita harus menjaga wudhu, kita harus suci terlebih dahulu. Suci lahir dan suci batin, suci dari hadats, suci dari najis, dan suci dari penyakit hati.

Jika kita tidak suci, energi yang luar biasa dahsyat dalam Al-Qur’an tidak akan mampu kita serap. Sehingga bacaan Al-Qur’an kita hanya akan sampai di kerongkongan kita. Tentu ketika bacaan hanya sampai di kerongkongan, tidak akan pernah dan tidak akan mungkin kebahagiaan yang Allah tiupkan melalui firman-firmanNya akan kita rasakan dalam hati dan jiwa kita.

Setelah kesucian kita jaga, kita juga harus menjaga niat kita dengan membaca Al-Qur’an secara ikhlas. Membaca Al-Qur’an tidak boleh diniatkan untuk gagah-gahan, untuk menunjukkan kita hebat dan pintar, untuk agar kita dipuji oleh orang. Namun membaca Al-Qur’an adalah dalam rangka menyambungkan diri kita kepada Allah SWT.

Maka saat kita membaca Al-Qur’an, pastikan hadir kesadaran dalam diri kita bahwa kita mengulang firman-firman Allah yang tidak ada awal dan tidak ada akhirnya ini. Sadarkan diri kita saat membaca Al-Qur’an bahwa kita sedang dipinjam oleh Allah untuk melantunkan firman-firmanNya. I

khlaskan saat kita membaca dan benar-benar karena ingin mengharapkan tersambungnya diri kita dengan Sang Pencipta.

Baca Juga:  Ini Doa dan Amalan Ketika Demam

Dengan niat yang ikhlas dan tulus saat membaca Al-Qur’an, betul-betul mengharap ridha Allah, menyambungkan diri kita kepada Allah, mengkomunikasikan diri kita kepada Allah, didasarkan dengan keinginan bertadabbur, bertafakkur dan kemudian mengamalkan apa yang kita pahami, maka Al-Qur’an akan menjadi obat dari segala macam penyakit.

Tidak heran jika belakangan ini, kita mendapatkan berbagai informasi yang berasal dari hasil riset medis berupa orang-orang dibacakan Al-Qur’an saat terkena berbagai penyakit seperti kanker, stress, gila dan sebagainya ketika rutin dibacakan Al-Qur’an, bisa sembuh.

Dan orang-orang yang mendapatkan penyakit yang tidak ada obatnya tapi dengan terapi Al-Qur’an, mereka ikhlas, percaya, Allah memberikan kesembuhan dengan sebab Al-Qur’an.

Al-Qur’an merupakan anugerah terbesar untuk umat Nabi Muhammad SAW. Al-Qur’an adalah mukjizat yang tidak dicabut oleh Allah SWT sebagaimana mukjizat nabi-nabi terdahulu sebelum Rasulullah yang ditarik kembali dan selalu hilang ditelan waktu seiring dengan pergiliran meninggalnya sang utusan.

Demikian lah buat kalian yang sedang mencari bacaan tentang Menenangkan Hati dengan Dzikir, artikel ini akan dapat membantu kalian untuk memahami bagaimana dzikir itu berfungsi dan berpengaruh terhadap tubuh kita.

Mohammad Mufid Muwaffaq

Leave a Reply

Your email address will not be published.