Mengapa Allah Mengutus Nabi Muhammad dari Bangsa Arab?

nabi muhammad dari bangsa arab

Pecihitam.org – Nabi Muhammad SAW ialah nabi dan utusan terakhir yang ditugaskan Allah untuk menyebarkan risalah langit kepada umat manusia yaitu agama islam.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Nabi Muhammad SAW lahir di Mekkah pada hari Senin, 12 Rabi’ul Awwal dengan istilah Tahun Gajah atau bertepatan dengan tanggal 29 Agustus 580 M.

Meski beliau lahir dan besar di tanah Arab, namun ajaran dan risalah Nabi Muhammad SAW bukan hanya sekedar untuk bangsa Arab saja. Tetapi juga untuk seluruh umat manusia, bahkan juga bangsa jin. Demikian lah, ajaran yang dibawa Nabi Muhammad SAW tak terbatas zaman dan geografi, dan terus berkembang hingga kini.

Kemudian yang kerap kali menjadi pertanyaan adalah mengapa Nabi Muhammad berasal dari bangsa Arab, Mekkah tepatnya? Mengapa beliau tidak lahir dari bangsa Romawi misalnya, Persia, atau pun bangsa India yang kala masa itu merupakan peradaban terbesar dan maju?

Merujuk pada buku “Membaca Sirah Nabi Muhammad dalam Sorotan Al-Qur’an dan Hadis-hadis Shahih” karya Prof. Dr. M Quraish Shihab, 2018. Seorang ulama besar Mesir Syekh Mutawalli as-Sya’rawi mengemukakan bahwa bangsa Arab dulu memiliki semangat menjelajah atau hidup berpindah-pindah (nomaden) dan senang berperang.

Baca Juga:  Hoaks, Arab Saudi Tetapkan Habib Rizieq Keturunan Nabi Muhammad

Dengan karakter bangsa yang seperti itu, mereka dinilai selalu siap untuk menyebarkan risalah kenabian ke seluruh penjuru dunia. Meski jiwa dan darah yang menjadi taruhannya. Itulah kenapa Allah SWT memilih rasul dari bangsa Arab.

“Jika Allah menghendaki sesuatu, Dia pasti mempersiapkan sebab-sebab-Nya,” kata Syekh Mutawalli as-Sya’rawi.

Sementara menurut Abu Hasan an-Nadwi ulama yang masyhur asal India, menjelaskan bahwasanya Nabi Muhammad SAW dipilih Allah dari bangsa Arab karena ada ‘alasan-alasan tertentu’.

Menurut an-Nadwi, masyarakat Arab pada saat itu memiliki jiwa yang relatif bersih dan belum ternodai dengan ide-ide buruk yang tertancap sehingga susah dihapus.

Selain itu, tidak ada keangkuhan dan kesombongan di hati masyarakat Arab. Hati mereka hanya tertutup yaitu oleh keluguan dan kebodohan. Kebodohan yang sederhana, bukan berganda sehingga mudah dihapus.

Baca Juga:  Perbedaan Silsilah Nabi Muhammad Menurut Para Ulama dan Komentar Mereka Tentang Islam

Masyarakat Arab pada waktu itu juga memiliki kemauan yang kuat, tegas, dan hitam-putih. Artiannya adalah, mereka akan kekeh memerangi agama Islam manakala kebenaran Islam tidak dapat dipahaminya.

Namun, jika kebenaran Islam sudah merasuk kedalam hati dan jiwanya maka mereka akan membelanya dengan sepenuh hati, raga, dan harta, bahkan nyawa sekalipun.

Tidak hanya itu, dalam sejarahnya masyarakat Arab tidak pernah dijajah imperium asing. Mereka juga tidak rela diperbudak. Keadaan seperti itu menjadikan mereka bertumbuh menjadi masyarakat yang egaliter, merdeka, dan cinta alam.

Dan juga masyarakat Arab memiliki watak yang tegas, berani, berterus terang, dan tidak suka menipu diri sendiri, apalagi orang lain. Watak dan karakter masyarakat Arab yang seperti itu lah yang membuat Allah memilih utusan-Nya dari bangsa Arab.

Abu Hasan an-Nadwi juga menyinggung kenapa Nabi Muhammad SAW tidak berasal dari bangsa Romawi, Persia, atau pun India yang notabennya peradaban besar pada saat itu.

Baca Juga:  Meneladani Toleransi Dakwah Rasulullah Sebagai Manifesto Islam Ramah

Menurut an-Nadwi, masyarakat India pada saat itu adalah masyarakat yang sombong dengan pengetahuan, peradaban, filsafat, dan budayanya. Hal itu membuat jiwa dan pikiran mereka menjadi kompleks sehingga susah dihapus dan dimasuki dengan ‘ajaran baru’.

Begitu pun dengan masyarakat Romawi dan Persia. Jiwa mereka sudah terkontaminasi dengan sifat dan ide-ide buruk yang sulit dihapus dari diri mereka. Demikian semoga bermanfaat. Wallahua’lam bisshasab

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik

Leave a Reply

Your email address will not be published.