Mengenal Imam Asy-Syaukani, Ulama Sunni dengan Produktifitas Tinggi

Mengenal Imam Asy-Syaukani, Ulama Sunni dengan Produktifitas Tinggi

PeciHitam.org – Dunia Islam memang tidak pernah kekurangan ulama-ulama produktif yang menguasai bidangnya. Salah satu ulama yang masyhur dikalangan umat Islam yaitu Imam Asy-Syaukani. Beliau dilahirkan dengan nama lengkap Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Abdullah Asy-Syaukani Ash-Shan’an.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Asy-Syaukani merupakan julukannya yang dinisbahkan kepada wilayah Syaukan Yaman, daerah yang ditinggali oleh suku Khan yang terletak di luar kota Shan’a. Sedangkan as-Shan’ani dinisbahkan kepada kota Shan’a kota tempat ayahnya dilahirkan dan dibesarkan.

Ia dilahirkan pada hari Sabtu tanggal 28 Dzulqa’idah 1173 H atau 1759 M, kemudian ia tumbuh besar di Shan’a, Yaman. Ia berasal dari keluarga yang menganut mazhab Syiah Zaidiyah, ayahnya merupakan seorang qadhi (hakim). Kemudian ia memutuskan untuk beralih kepada mazhab Sunni dan menyerukan untuk kembali kepada sumber tekstual dari al-Quran dan hadis.

Beliau belajar di bawah asuhan ayahnya dalam lingkungan yang penuh dengan keluhuran budi dan kesucian jiwa. Beliau belajar al-Quran di bawah asuhan beberapa guru dan dikhatamkan di hadapan al-Faqih Hasan bin Abdullah al-Habi dan beliau memperdalam keilmuannya dalam bidang al-Quran kepada para masyayikh (guru-guru) al-Quran di Shan’a.

Setelah memperdalam keilmuannya dalam bidang al-Quran, kemudian beliau menghafal berbagai matan dalam berbagai disiplin ilmu. Banyak matan-matan yang dihafalkan, antara lain al-Azhar oleh al- Imam al-Mahdi, Mukhthasar Faraid oleh al-Usaifiri, Malhatul Harm, al-Kafiyah asy-Syafiyah oleh Ibnul Hajib, at-Tahzib oleh at-Tifazani, at-Talkhisfi Ulm al-Balaghah oleh al-Qazwaini, al-Ghayah oleh Ibnu al-Imam, Mamhumah al-Jazarif al-Qira’ah, Mamhumah al-Jazzar fi al-‘Arud, Adab al-Bahs wal Munazarah oleh al-Imam al-‘Adud.

Baca Juga:  Menziarahi Gus Miek Melalui Teks Gus Dur

Sebenarnya, ketika masa awal belajarnya, beliau tertarik untuk menelaah kitab-kitab tarikh dan adab. Beliau rela menempuh perjalanan mencari riwayat hadis dengan sama’ dan talaqqi kepada para guru-guru hadis hingga beliau mencapai derajat imamah dalam ilmu hadis.

Imam asy-Syaukani menghafal al-Quran dan sejumlah ringkasan matan dari berbagai disiplin ilmu sejak kecil. Metode dan mazhabnya diterima luas di Yaman, kemudian sampai di India atau ditransmisikan lewat seorang muridnya yang bernama Abd al-Haq al-Hindi. Diusianya yang muda, tepatnya ketika berusia dua puluh tahun, ia sudah mendapatkan gelar mufti (pemberi fatwa).

Bahkan pada tahun 1209 H, yang kala itu hakim besar Yaman Yahya bin Salih asy-Syajri as-Sahuli meninggal dunia dan posisinya digantikan oleh Imam Asy-Syaukani pada saat usianya baru menginjak 36 tahun.

Imam Asy-Syaukani wafat di kota Shan’a pada bulan Jumadil Akhir tahun 1250 H / 1834 M pada usia 76 tahun 6 bulan, tepatnya malam Rabu. Ia dimakamkan di Khuzaimah di Shan’a, dan disalatkan di Masjid Jami’ Kabir.

Baca Juga:  Ketika Imam at Thabari di Tuduh Syiah dan Atheis Bagian 3 (Selesai)

Aqidah beliau adalah aqidah salaf yang menetapkan sifat-sifat Allah yang datang dalam Kitab dan Sunnah tanpa mentakwil dan mentahrif. Beliau menulis risalah dalam aqidah yang berjudul at-Tuhaf bi Mazahib as-Salaf.

Imam Asy-Syaukani memiliki banyak karya-karya tulis, mayoritas kitab tersebut telah tersebar di masa hidupnya. Terdapat 278 buku yang masih berbentuk manuskrip, sedangkan yang tercetak mencapai 38 judul. Di antara karyanya yang paling terkenal adalah sebagai berikut:

  1. Tuhfatu az-Zakirin bi Syarah Iddatil Hisnil Hashin
  2. Syarh Sudur fi Rafi’il Qubur
  3. Risalah fi Haddi al-Safari Yajibu Ma’ahu Qaru as-Shalati
  4. Risalah fi Hukmi al-Thalaq al-Bidh’i hal Yaqa’u am la
  5. Ittihaful Mahra fi al-Kalam ‘alahadisi la ‘Adwa a wa al-Tayrah
  6. Risalah al-Bughyah fi Masalati al-Ru’yati
  7. Al- Tasykik ala al-Tafkik wa Irsyadul Ghabiyyi illa Ma’abi Ahlil Bayti fi Suhubi al-Nabiyyi
  8. Al-Bahsul al-Musfir’an Tahrim Kullu Muskirin
  9. Risalah fi Hukmi al-Tas’ir
  10. Al-Tauih fi Tawaturi ma ja fil al-Mahdi al-Muntasary wa al-Dajjali wa al-Masih.

Di samping itu, ada juga karya-karyanya yang terkenal dalam beberapa bidang, di antaranya dalam bidang Tafsir, ada kitab yang berjudul Fathul Qadir Al-Jami Bayana Fanay Al-Riwayah wa Al-Dirayah.

Dalam bidang Fiqih, terkenal dengan judul Al-Saylu Al-Jarar Al-Muttadafiq ‘Ala Hadaiqal Al-Azhar, yaitu syarah Al-Azhar fi Fiqhi ‘Alil Bayati. Sedangkan dalam bidang hadis, ada kitab Nailul Al-Authar Syarh Al-Muntaqa Al-Akbar.

Produktivitas Imam Asy-Syaukani tercermin dalam berbagai karya keilmuannya. Tidak heran jika hingga saat ini masih banyak karya-karya beliau yang dijadikan sebagai rujukan.

Baca Juga:  Shafiyah binti Huyay, Salah Satu Istri Rasulullah dari Keturunan Yahudi

Demikian tulisan mengenai biografi singkat Imam Asy-Syaukani, mudah-mudahan dapat menjadi gambaran akan kebesaran nama beliau. Wallahu A’lam.

Mohammad Mufid Muwaffaq