Pentingnya Mengedepankan Sifat Qanaah Bagi Kaum Muslimin

Pentingnya Mengedepankan Sifat Qanaah Bagi Kaum Muslimin

PeciHitam.org – Qanaah secara bahasa berarti cukup. Sedangkan secara istilah, Qanaah adalah merasa cukup atas apa yang telah dikaruniakan Allah Swt. kepada kita sehingga mampu menjauhkan diri dari sifat tamak. Sifat qanaah mendasarkan pemahaman bahwa rezeki yang kita dapatkan sudah menjadi ketentuan Allah.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Dalam kamus Al-Munawwir, qanaah berasal dari kata ,والقانع ,والقنوع ,القنع yang terjemahnya yaitu merasa puas dengan apa yang diterima dan rela atas bagiannya. Sedangkan secara istilah, qanaah adalah sikap menerima rezeki apa adanya dan menganggapnya sebagai kekayaan yang membuat mereka terjaga statusnya dari meminta-minta kepada orang.

Menurut Muhammad Nawawi bin Umar, dalam kitab Qâmi’ al-Tughyân, qanaah adalah ridha dengan apa yang telah ditentukan. Ridha untuk meninggalkan sesuatu yang tidak penting dan hanya mengupayakan hal-hal yang penting. Tidak diperkenankan bagi kita untuk mencari hal yang melebihi hal yang penting.

Hal yang penting itu berbentuk kebutuhan yang memiliki nilai manfaat bagi kecukupan kita di dunia dan sebagai bekal di akhirat. Sedangkan sesuatu yang tidak penting yaitu hal-hal yang memancing manusia melebihi kebutuhan yang ada seperti mencari jabatan, permainan-permainan atau segala hal yang tidak memiliki manfaat di akhirat. Menurutnya, cukuplah atas apa yang dimiliki saat ini dari segala yang Allah berikan.

Baca Juga:  3 Kategori Mati Syahid Menurut Imam Nawawi

Menurut Nawawi al-Bantani, dalam kitab Salâlim al-Fudalâ, yang dimaksud dari qanaah ini adalah untuk ridha bagi orang-orang yang menginginkan jalan akhirat dengan meninggalkan segala hal yang dapat menghantarkannya pada puncak segala peluang duniawi dan meninggalkan segala yang berlebihan dari makanan, pakaian, dan tempat tinggal.

Namun, Nawawi al-Bantani dalam kitab Nashaih al-‘Ibad juga mengingatkan bahwa, berusaha dan menerima dengan secukupnya karena sesungguhnya yang berlebihan itu dapat berpotensi membuat durhaka dan tergelincir dalam kesengsaraan.

Menurut Hamka bahwa qanaah mengandung 5 perkara, yaitu: 1) Menerima dengan rela akan apa yang ada; 2) Memohonkan kepada Tuhan tambahan yang pantas dan berusaha; 3) Menerima dengan sabar akan ketentuan Tuhan; 4) Bertawakkal kepada Tuhan; dan 5) Tidak tertarik oleh tipu daya dunia.

Dalam sebuah hadis Rasulullah saw bersabda:

“Dari Abdullah bin ‘Amr ra., ia berkata, Rasulullah saw bersabda, “Sungguh sangat beruntung seseorang yang masuk Islam, kemudian mendapatkan rezeki yang cukup dan Allah menganugerahkan kepadanya sifat qanaah (merasa cukup dan puas) dengan rezeki yang Allah berikan kepadanya.” (HR. Muslim)

Baca Juga:  Begini Tabarruk Para Sahabat dari Peninggalan dan Tempat Shalat Nabi

Menurut Rasulullah, qanaah merupakan simpanan yang tidak akan pernah lenyap. Jabir bin Abdullah bahwa Rasulullah saw telah mengatakan:

القناعة كنز لا يفنى

“qanaah (sikap puas apa yang ada) adalah harta kekayaan yang tak bisa habis”. Abu Abdallah bin Khafif menyatakan “qanaah adalah meninggalkan keinginan terhadap apa yang telah hilang atau yang tak dimiliki, dengan menghindari ketergantungan kepada apa yang dimiliki”. Tidak jauh beda dengan kehidupan rasullah yang sederhana, menerima apa pemberiannya yaitu dengan hidup qanaah.

Sifat qanaah ini amat penting, karena sifat tersebut merupakan modal yang paling teguh untuk menghadapi kehidupan, karena dapat menimbulkan semangat dalam mencari rezeki, dengan tetap memantapkan pikiran, meneguhkan hati, bertawakal kepada Allah, mengharapkan pertolongannya, dan tidak putus asa ketika tidak berhasil atau impian yang diinginkan tidak terwujud.

Yang dimaksudukan qanaah disini ialah bukan hanya berpangku tangan dan pasrah dalam menerima keadaan, namun qanaah yang dimaksudkan tersebut juga dapat difungsikan sebagai cara untuk menjaga kesederhanaan dari hati agar tetap dalam ketentraman, agar terhindar dari beberapa lenanya dunia, serta tidak berorientasi pada harta saja. Karena orang yang qanaah telah memagar hartanya sekedar apa yang ada didalam tangannya dan tidak menjalar pikirannya kepada yang lain.

Baca Juga:  Inilah 5 Ciri Isteri Shalihah, Calon Bidadari Syurga Terindah Dambaan Setiap Pria

Adapun hikmah qanaah, antara lain: 1) Hidupnya selalu merasa lebih tenang dan tentram; 2) Menumbuhkan sikap optimis dalam setiap usaha yang dilakukan; 3) Tidak mudah berputus asa dalam menghadapi segala ujian dan cobaan; 4) Mampu menjauhkan diri dari sikap iri dengki; 5) Selalu bersyukur kepada Allah atas segala nikmat-Nya.

Mohammad Mufid Muwaffaq

Leave a Reply

Your email address will not be published.