Peranan Mr. Hempher Terhadap Gerakan Muhammad bin Abdul Wahab (Bag 2)

Peranan Mr. Hempher Terhadap Gerakan Muhammad bin Abdul Wahab

Pecihitam.org – Wahabi salafi adalah sebuah sekte yang keras dan kaku pengikut Muhammad bin Abdul Wahab. Nama lengkapnya adalah Muhammad Ibn Abdul Wahab Ibn Sulaiman Ibn Ali Ibn Muhammad Ibn Ahmad Ibn Rasyid Ibn Barid Ibn Muhammad Ibn Al-Masyarif At-Tamimi Al-Hambali An-Najd.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Ayahnya, Abdul Wahab adalah hakim (Qadhi) ‘Uyaynah pengikut mazhab Ahmad Ibn Hambal. Ibn Abdulwahab lahir pada tahun 1703 M/ 1115 H di ‘Uyaynah, termasuk daerah Nadj lebih kurang  70 km arah barat laut Riyadh, yang sekarang menjadi ibu kota Arab Saudi.

Ayahnya, Syaikh Abdul Wahab dan saudara kandungnya Syaikh Sulaiman Ibn Abdul Wahab, adalah dua orang yang dianggap shaleh oleh pemuka-pemuka agama setempat berbeda dengan Muhammad Ibn Abdul Wahab yang diakui sesat dan menyesatkan oleh mayoritas ulama sedunia.

Di dalam kitab “Fitnah Al-Wahabiyah” karya Syaikh Ahmad Zaini Dahlan Al-Makki Asy-Syafi’ie seorang mufti Mekah yang wafat pada tahun 1304 H. Beliau suka menyebut Muhammad bin Abdul Wahab dengan sebutan “Al-Khabits” alias “Si Busuk“.

Muhammad Ibn Abdul Wahab dikenal oleh orang awam, bermazhab Hambali namun pada kenyataanya dia mendalami ilmu agama lebih bersandarkan dengan metode “muthala’ah” (membaca kitab) secara otodidak dan mencerna dengan pikirannya sendiri.

Baca Juga:  Peran Mr. Hempher Terhadap Gerakan Muhammad Ibn Abdul Wahab (Bag 4)

Dengan adanya sebuah fakta sejarah ini semoga kita umat Islam Ahlussunnah wal Jama’ah dapat memahami bagaimana peranan dan sepak terjang asing dalam sekte wahabi yang pada akhirnya menjadi perpanjangan tangan dari bangsa kafir untuk menghancurkan Islam dari dalam.

Confession of A british Spy
Buku Harian Mr. Hempher selama Di Timur Tengah

Kerajaan Britania Raya, sejak dari masa lalu dan dalam waktu yang sangat panjang telah memikirkan tentang kelanggengan imperium dengan kekuasaan yang luas dan yang besar.

Sebagaimana diketahui negara yang pernah memliki wilayah jajahan terluas di dunia ini adalah inggris. Kerajaan yang menjajah dari barat hingga ke timur. Dulu negara kami (Mr. Hempher) kecil dibandingkan negara yang kami kuasai sekarang, di India, Cina, Timur Tengah dan lain-lain.

Kami menyadari bahwa kami tidak pernah berkuasa secara nyata atas bagian-bagian besar dari negara-negara tersebut, sebab kekuasaan yang nyata berada di tangan para pemiliknya.

Hanya saja politik kami di dalam negara itu mengalami kesuksesan dan berpengaruh atas segala kebijakan yang dapat menguntungkan kerjaan kami dan di tangan kamilah jatuhnya negara-negara itu secara menyeluruh  dan yang harus kami lakukan adalah memecahkan dua langkah di bawah ini:

  1. Bagaimana melestarikan kekuasaan kami dengan kekuasaan yang seutuhnya dan sesungguhnya.
  2. Bagaimana menyempurnakan secara nyata kekuasaan kami yang masih belum sempurna menjadi otoritas dan jajahan kami.
Baca Juga:  Menuduh Bid'ah, Tapi Melakukan Bid'ah? Dasar Wahabi

Untuk mempelajari masalah yang penting seperti ini, aku (Mr. Hempher) memasuki perwakilan di setiap bidang dan komisi di jajahan-jajahan kami (Britania Raya). Aku sendiri sejak memasuki perwakilan ini mendapatkan sambutan yang baik, dipercaya oleh perdana menteri India.

Ia menyerahkan amanat yang penting (sebuah perserikatan di wilayah Timur India) kepadaku, yang mana kepentingan kami secara lahir terletak pada murni perniagaan, dan secara batin menguatkan tali-tali kekuasaan kami atas India yang kemudian membuka jalan bagi kami untuk sampai ke wilayah-wilayah seluas benua.

Pemerintahan kami di India menjadi sangat kuat, melihat bermacam-macam kaum, agama, bahasa yang berbeda-beda dan adanya perselisihan-perselihan.

Sebagaimana pemerintahan kami di Cina, melihat adanya agama Budha dan Konghucu yang menjadi mayoritas di negara ini, tidak mengkhawatirkan kami dengan tegaknya dua agama tersebut sebab dua keyakinan ini adalah agama yang mati yang menyibukkan diri dengan masalah-masalah kerohanian dan mengesampingkan sisi kehidupan duniawi, Maka jauhlah bila dalam hati mereka tertanam cinta tanah air

Baca Juga:  Peranan Mr. Hempher Terhadap Gerakan Muhammad bin Abdul Wahab (Bag 11)

Oleh karena itu, dua keyakinan ini tidak mengkhawatirkan bagi pemerintahan Britania Raya. Jelas kami tidak akan pernah lupa akan perkembangan dan kemajuan dimasa yang akan datang, dan untuk itu kami telah mempersiapkan langkah-langkah panjang di masa yang akan datang.

Untuk itu kami telah menyusun langkah panjang dan tetap untuk penguasaan kami dari perpecahan, kebodohan, kemiskinan, masalah-masalah penyakit. Kami tidak merasa sulit dalam memenuhi niat-niat busuk kami dengan topeng seolah kami di pihak mereka di negara ini (China) menyilaukan dari luar dan kokoh dalam kenyataan.

Nantikan kisah Mr. Hempher untuk menghancurkan setiap negara di Bagian ke-3 Bersambung…

Leave a Reply

Your email address will not be published.