Sedekah Secara Terang-Terangan atau Tersembunyi? Begini Penjelasannya

sedekah terang terangan

Pecihitam.org – Sedekah merupakan pemberian terhadap orang lain dengan tujuan agar lebih dekat dengan Allah. Sebagian ulama mengatakan sedekah wajib dengan zakat dan sedekah sunnah dengan infaq. Terlepas dari apapun maknanya, tujuan dari sedekah adalah sebagai ibadah kepada Allah. Maka bagaimana sedekah yang baik menurut islam, secara terang-terangan atau secara sembunyi-sembunyi?

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Sebelum menyinggung pembahasan bagaimana cara pemberian sedekah, alangkah baiknya kita mengenal apa pentingnya shadaqah dalam kehidupan sehari-hari. Terlepas dari bahwa sedekah adalah syariat yang di perintahkan oleh Allah. Sedekah merupakan bentuk kepedulian kepada sosial masyarakat.

Sebab, tidak semua orang mampu, tidak semua orang mempunyai harta yang berlimpah. Maka ajaran sedekah merupakan solusi yang tepat agar kebutuhan orang yang tidak mampu pun, dapat terpenuhi.

Dan timbal balik dari orang yang diberi sedekah tentu dia akan mendoakan seorang yang bersedekah. Bisa jadi doa dari merekalah yang akan dikabulkan oleh Allah. Sebab, mereka mendoakan dengan ikhlas dan tulus.

Baca Juga:  Makna Syahadat dan Empat Syarat Diterimanya Syahadat

Namun, harus kita garis bawahi bahwa, saat kita memberi sedekah kepada orang lain, jangan pernah mengharap balasan agar dilipat gandakan sedekahnya oleh Allah. Sebab, itu sama saja seperti halnya kita berdagang kepada Allah.

Contohnya, seseorang bersedekah dengan uang 400 ribu, tapi bilangnya “Semoga Allah melipat gandakan menjadi sejuta”. Nah, itu sama halnya dengan orang yang berdagang dan merka mengharap keuntungan.

Padahal tanpa diminta pun, Allah akan memberi imbalan yang luar bisa. Seperti halnya dalam sabda Nabi Muhammad SAW

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الصَّدَقَةَ لَتُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ وَتَدْفَعُ عَنْ مِيتَةِ السُّوءِ

Dari Anas bin Malik dia berkata, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya shadaqah itu menghindarkan dari murka Allah dan menghindarkan seseorang dari meninggal dalam kedaan yang buruk (su’ul khatimah).”

Adapun mengenai mana yang lebih utama antara sedekah secara terang-terangan atau secara sembunyi? Para ulama berbeda pendapat dalam hal ini.

Baca Juga:  Dzulqa'dah: Bulan yang Agung dan Mengandung Banyak Kemuliaan Bagi Umat Islam

Menurut imam Qurtubhi dalam tafsirnya Jami’ li Ahkamil Qur’an. Juz 3, hal 332. Beliau menyebutkan bahwa menurut jumhur ulama sedekah secara sembunyi-sembunyi itu lebih baik daripada secara terang-terangan, jika ia termasuk sedekah sunnah. Seperti halnya dengan ibadah-ibadah sunnah yang lainnya. Agar jauh dari sifat riya’.

Namun jika dia sedekah wajib, maka lebih baik secara terang-terangan. Agar memberi pembelajaran bagi muslim mampu yang lainnya, dan juga seagai bukti bahwa ini adalah sesuatu yang harus ditunaikan.

Menurut sebagian ulama yang lain, jika sedekah tersebut diberikan kepada orang-orang fakir, maka lebih baik secara sembunyi-sembunyi. Agar menambah keikhlasan dalam dirinya, saat ia memberi. Namun jika itu sedekah untuk hal yang bersifat umum, misalnya untuk pembuatan jalan, jembatan atau yang lainnya. Maka tidak masalah jika dilakukan secara terang-terangan. (Lihat di Tafsir li Imam Ibn Qayyim, juz 1, hal. 17)

Baca Juga:  5 Romantisme Rasulullah Bersama Istrinya, Nomor 4 Para Suami Wajib Tahu

Apapun pendapat ulama mengenai tata cara bersedekah, yang harus ditanamkan dalam hati si pemberi sedekah adalah ikhlas. Sebab, mau dia shadaqah secara terang-terangan atau tidak jika dia hanya mengharap, imbalan duniawi, maka tidak ada balasan kebaikan di akhirat baginya.

Oleh sebab itu yang harus diperhatikan adalah, bagaimana keihklasan hati kita saat memberi sedekah kepada mereka yang membutuhkan. Semoga Allah menjadikan kita sebagai orang yang mampu, agar kita bisa berbagi sedekah dengan orang lain. Wallahu A’lam bisshowab.

Nur Faricha