Siapa Saja Golongan Assabiqunal Awwalun Sahabat Nabi?

Siapa Saja Golongan Assabiqunal Awwalun Sahabat Nabi?

Pecihitam.Org – Assabiqunal awwalun السَّابِقُونَ الأَوَّلُونَ adalah orang-orang terdahulu yang pertama kali masuk/ memeluk Islam. Mereka adalah dari golongan Muhajirin dan Anshar. Mereka semua sewaktu masuk Islam berada di kota Mekkah, sekitar tahun 610 Masehi.

Ibnu Hisyam pernah menulis beberapa nama assabiqunal awwalun sahabat nabi. Ia menulis Khadijah dalam nomor urut pertama, Asma’ di nomor urut 18, dan Aisyah di nomor urut 19. Umar bin Khattab berada jauh di bawah Aisyah.


Yang termasuk assabiqunal awwalun adalah sebagai berikut:
• Khadijah binti Khuwailid
• Zaid bin Haritsah
• Ali bin Abi Thalib
• Abu Bakar Al-Shiddiq
• Bilal bin Rabah
• Ummu Aiman
• Hamzah bin Abdul Muthalib
• Abbas bin Abdul Muthalib
• Abdullah bin Abdul-Asad
• Ubay bin Ka’ab
• Abdullah bin Rawahah
• Abdullah bin Mas’ud
• Mus’ab bin Umair
• Mua’dz bin Jabal
• Aisyah
• Umar bin Khattab
• Utsman bin Affan
• Arwa’ binti Kuraiz
• Zubair bin Awwam bin Khuwailid
• Abdurrahman bin Auf
• Sa’ad bin Abi Waqqas
• Thalhah bin Ubaidillah
• Abdullah bin Zubair
• Miqdad bin Aswad
• Utsman bin Mazh’un
• Sa’id bin Zaid
• Abu Ubaidah bin al-Jarrah
• Waraqah bin Naufal
• Abu Dzar Al-Ghiffari
• Umar bin Anbasah
• Sa’id bin Al-Ash
• Abu Salamah bin Abdul Asad
• Abu Abdillah al-Arqam bin Abi al-Arqam
• Yasir bin Amir
• Ammar bin Yasir
• Sumayyah binti Khayyat
• Amir bin Abdullah
• Ja’far bin Abi Thalib
• Khabbab bin ‘Art
• Ubaidah bin Harits
• Ummu al-Fadl Lubaba
• Shafiyyah binti Abdul Muthalib
• Asma’ binti Abu Bakar
• Fatimah bin Khattab
• Suhayb Ar-Rummi

Baca Juga:  Menelisik Sejarah Islam Di Indonesia

Khadijah, Zaid bin Haritsah, Ali bin Abi Thalib, Abu Bakar Al-Shiddiq, Ummu Aiman, dan Bilal bin Rabah, merekalah orang yang pertama kalinya mengucap kalimat dua syahadat, lalu menyebar ke yang lainnya. Kesemuanya berasal dari kabilah Quraisy, kecuali Bilal bin Rabah.

Daftar di atas tersebut, tidaklah sesuai dengan kronologis urutan sejarah aslinya, dikarenakan penyebaran Islam ini awalnya secara rahasia, maka terlalu sulit untuk mencari siapa saja yang terlebih dahulu memeluk Islam, setelah lima besar pemeluk Islam.

Kalangan as-sabiqun al-awwalun terdiri dari beberapa lapisan golongan masyarakat, terdiri dari pemuka adat, pemimpin suku, panglima perang, ibu rumah tangga, anak-anak, majikan, saudagar, pengusaha, pedagang, petani, peternak binatang, pelayan rumah tangga, orang merdeka, budak.

Baca Juga:  Akhir Abad 19 dan Kemenangan Dakwah Islam di Indonesia

Para budak banyak yang tertarik dengan prinsip yang diajarkan oleh Islam, yaitu tentang kesetaraan manusia di hadapan Allah, Rasulallah mempersaudarakan sebagian muslim dari golongan aristokrat Quraisy dengan sekelompok muslim lain yang dari golongan budak. Tidak ada perbedaan antara yang kaya dan miskin, kuat maupun lemah, merdeka maupun budak, Arab maupun non-Arab, semua setara.

Menurut kaca mata Islam, Allah tidak pernah melihat umat-Nya berdasarkan profesi/ pangkat dan jabatan seseorang, yang Dia nilai hanya iman dan taqwa hamba-Nya.

Menurut kepercayaan Islam, As-Sabiqun al-Awwalun akan mempunyai tempat tinggal yang mulia, Surga Jannatun Na’im. “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.” (At-Taubah ayat 9:100).

Baca Juga:  Masa Kecil Nabi Muhammad Pernah Sakit Rembes, Berikut Kisahnya

Diperkuat oleh dalam hadits mutawatir yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari tentang tiga masa yang mendapatkan kemulian dan keutamaan muslim dan lain-lainnya, dimana Muhammad bersabda

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِيْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ

“Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian generasi setelahnya, kemudian generasi setelahnya.”

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi, menyedekahkan sebagian harta kamu di Jalan Dakwah

DONASI SEKARANG