Siapakah Sosok Imam Mahdi? Inilah Penafsiran Para Ulama

siapakah imam mahdi

Pecihitam.org – Kisah Imam al-Mahdi termasuk di antara kisah terpopuler yang tak lekang dimakan waktu. Bahkan munculnya Imam al-Mahdi juga diyakini merupakan salah satu tanda akhir zaman. Al-Mahdi sendiri masih menjadi sosok yang misterius, namun juga selalu dinantikan. Lantas siapakah sebenarnya Imam Mahdi?

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Dalam hadis-hadis Nabi Saw sosok al Mahdi disebutkan dari keturunan Rasulullah Saw. sendiri. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis dari Ummu Salamah berikut:

عن أم سلمة قالت: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول المهدي من عترتي من ولد فاطمة

Dari Ummu Salamah berkata, saya mendengar Rasulullah Saw. bersabda: “al-Mahdi adalah keturunannku dari silsilah Fatimah. (HR. Abi Daud, Hadis No. 4284, Maktabah Syamilah).

Dalam ‘Aridhat al-Ahwazi, Abu Bakar Ibn al-Arabi mengatakan bahwa hadis-hadis yang menyebutkan tentang al-Mahdi memiliki beragam jenis kualitas. Ada hadits yang shahih, hasan, bahkan ada pula yang Maudhu’ (palsu).

Menurut pendapat, hanya satu riwayat yang paling shahih, yaitu hadits yang redaksinya Yuwathi’u Ismuhi Ismi wa Abuhu bi Abi, “Ia memiliki nama yang serupa denganku dan nama orang tuanya sama dengan nama orang tuaku.

Baca Juga:  Inilah Konsep Pendidikan Tarbiyah yang Paling Sesuai Diterapkan pada Anak

Berdasarkan hadits ini pula juga banyak memunculkan perbedaan pendapat mengenai siapakah sosok Imam al-Mahdi. Dalam sejarah pemikiran Islam sosok al Mahdi setidaknya ada dua model penafsirannya. Sebagian ulama ada memercayai bahwa keberadaan al Mahdi sebagai sosok personal, namun ada pula yang menafsirkan secara sifat.

Dalam beberapa literatur dikatakan bahwa al-Mahdi adalah keturunan dari al-Hasan dan al-Husein, Ahlul Bait dari jalur sayyidah Fatimah. Ada yang menyebutnya dengan nama Ahmad, dan ada juga menyebut Muhammad. Orang tuanya Abdullah. Para ulama sepakat bahwa kemunculan Imam Mahdi adalah sebelum diturunkannya kembali Nabi Isa as. di akhir zaman.

Narasi tentang datangnya Imam Mahdi paling banyak berasal dari tradisi Syiah. Ia adalah putra dari imam ke-12 yang menghilang sebelum wafatnya sang Imam dan dianggap sebagai imam yang disembunyikan oleh Allah. Ia disebut-sebut sebagai Muhammad bin al-Hasab al-Askari

Baca Juga:  Pemuda Ini Ngaku Imam Mahdi dan Pernah Bertemu Nabi Muhammad dalam Mimpi

Dalam al-Milal wa al-Nihal As-Syahrastani menjelaskan bahwa kehilangan Muhammad bin al-Hasab ini ketika ia memasuki sebuah gua dan menghilang begitu saja. Ia tidak ditemukan dan tidak terdengar kabar sedikitpun. Kisah ini diyakini kuat oleh Syiah sekte Itsna Asyariah.

Adapun kaum Ibadiyah juga meyakini bahwa al-Mahdi al-Muntazhar bukanlah berasal dari kalangan ahlul bait. Ia hanyalah karakter dari kebaikan dan pemberi petunjukan karena dunia saat itu telah diliputi oleh kejahatan dan kerusakan.

Pandangan senada juga disampaikan aliran Mu’tazilah. Menurut mereka, sosok al-Mahdi merupakan upaya untuk memperbaiki kerusakan terbesar yang terjadi saat dunia berada di ujung usianya.

Sedangkan dari Sunni berpendapat bahwa Muhammad bin al-Hasan al-Askari bukanlah al-Mahdi. al Mahdi adalah seorang pemimpin yang berlaku adil, berperang kelak bersama Nabi Isa As untuk melawan Dajjal laknatullah.

Selain itu pernah ada yang berpendapat bahwa Imam Mahdi bukanlah sosok personal tertentu, ia bisa siapa saja. Al-Mahdi merupakan orang yang akan, menyampaikan kebenaran, memberikan petunjuk. Ia merupakan sifat bagi orang yang bersedia untuk menegakkan keadilan.

Baca Juga:  Kisah Al-Idrisi Pencipta Bola Bumi, Disaat Ada Yang Menganggap Bumi Ini Datar

Keberadaan Imam Mahdi juga sering dikaitkan dengan al-Masih atau Messiah dalam agama Nasrani. Narasi ini banyak muncul apalagi saat terjadi konflik antar umat beragama. Sehingga bisa dikatakan sosok Imam Mahdi tidak memjadi tradisi dan cerita panjang dalam agama Islam saja, namun ia juga diperbincangkan dalam berbagai lintas agama. Wallahua’lam bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik