Surah Al-Ahzab Ayat 1-3; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Al-Ahzab Ayat 1-3; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Pecihitam.org – Kandungan Surah Al-Ahzab Ayat 1-3 ini, sebelum kita membahas kandungan ayat terlebih dahulu baiknya kita memahami isi surah tersebut. Jadi, Surah Al-Ahzab diawali dengan perintah Allah kepada Nabi Muhammad saw. untuk bertakwa dan bertawakal kepada Allah, lalu beralih ke pembicaraan tentang status anak angkat. Allah menafikan pemberian status anak pada anak-anak angkat itu oleh orangtua angkatnya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Ayat selanjutnya menjelaskan hak-hak Rasulullah saw. untuk ditaati dan dicinta, dan hak-hak istri Rasulullah untuk dihormati dan dimuliakan. Dalam surat ini dipaparkan pula janji para nabi kepada Allah untuk menyampaikan pesan- pesan suci Allah. Selain itu, surah ini juga mengangkat perincian perang Ahzâb yang sempat memunculkan ketakutan dan kegoncangan luar biasa di kalangan kaum muslimin.

Kandungan Ayat ini memerintahkan kepada Nabi Muhammad dan kaum Muslimin agar bertakwa kepada Allah dengan melaksanakan semua perintah-Nya dan menghentikan semua larangan-Nya. Allah juga melarang Nabi saw dan kaum Muslimin menuruti keinginan-keinginan orang-orang kafir yang pernah menganjurkan kepada beliau agar mengusir orang-orang mukmin yang lemah dan miskin dari majelisnya.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Ahzab Ayat 1-3

Surah Al-Ahzab Ayat 1
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ ٱتَّقِ ٱللَّهَ وَلَا تُطِعِ ٱلۡكَٰفِرِينَ وَٱلۡمُنَٰفِقِينَ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا

Terjemahan: Hai Nabi, bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu menuruti (keinginan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,

Tafsir Jalalain: يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ ٱتَّقِ ٱللَّهَ (Hai Nabi! Bertakwalah kepada Allah) teguhkanlah dirimu dalam bertakwa kepada Allah وَلَا تُطِعِ ٱلۡكَٰفِرِينَ وَٱلۡمُنَٰفِقِينَ (dan janganlah kamu menuruti keinginan orang-orang kafir dan orang-orang munafik) dalam hal-hal yang bertentangan dengan syariatmu.

إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيمًا (Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui) apa yang akan terjadi sebelumnya حَكِيمًا (lagi Maha Bijaksana) di dalam mengatur urusan makhluk-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir: Ini merupakan peringatan dari yang tertinggi [Allah] kepada yang terendah [manusia]. Sesungguhnya Allah bila memberikan perintah kepada hamba dan Rasul-Nya dengan cara ini, maka itu berarti Allah memerintahkan orang yang berada di bawahnya untuk melaksanakannya. Itu cara yang utama dan lebih baik.

Thalq bin Habib berkata: “Takwa ialah, engkau beramal dengan dasar taat kepada Allah di atas cahaya [penerangan] dari Allah dimana engkau mengharapkan pahala dari-Nya. Di samping itu, engkau meninggalkan maksiat kepada Allah di atas cahaya dari Allah, dimana engkau takut kepada siksa-Nya.”

Firman Allah: وَلَا تُطِعِ ٱلۡكَٰفِرِينَ وَٱلۡمُنَٰفِقِينَ (“Dan janganlah kamu menuruti [keinginan] orang-orang kafir dan orang-orang munafik.”) yaitu janganlah engkau mendengarkan pendapat mereka dan bermusyawarah dengan mereka.

إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا (“Sesungguhnya Allah adalah Mahamengetahui lagi Mahabijaksana.”) maka Allah lebih berhak untuk diikuti dan ditaati perintah-perintah-Nya. Karena Allah Mahamengetahui tentang berbagai akibat perkara lagi Mahabijaksana dalam berbagai perkataan dan perbuatan-Nya.

Baca Juga:  Surah Al-Fath Ayat 16-17; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Kemenag: Ayat ini memerintahkan kepada Nabi Muhammad dan kaum Muslimin agar bertakwa kepada Allah dengan melaksanakan semua perintah-Nya dan menghentikan semua larangan-Nya. Allah juga melarang Nabi saw dan kaum Muslimin menuruti keinginan-keinginan orang-orang kafir yang pernah menganjurkan kepada beliau agar mengusir orang-orang mukmin yang lemah dan miskin dari majelisnya.

Ayat ini juga melarang Nabi dan orang-orang mukmin mengikuti orang-orang munafik yang lahirnya mengaku sebagai seorang mukmin, tetapi hatinya tetap kafir, bahkan selalu berusaha dan bekerja sama dengan orang-orang kafir yang lain untuk menghancurkan Islam dan kaum Muslimin.

Berdasarkan Ayat ini dan sebab turunnya, yang dimaksud dengan “menuruti keinginan orang-orang kafir dan munafik” ialah “menuruti keinginan mereka agar kaum Muslimin mengakui kepercayaan dan tuhan-tuhan mereka, mempercayai bahwa tuhan-tuhan mereka dapat memberi syafaat dan manfaat kepada orang-orang yang menyembahnya, dan mengakui syariat-syariat mereka sebagaimana mengakui syariat yang diturunkan Allah.” Hendaklah kaum Muslimin waspada terhadap segala usaha orang-orang kafir dan munafik yang sengaja mengaburkan dan merusak agama dan kepercayaan mereka, sehingga pemahaman mereka terhadap agama itu menjadi menyimpang dari paham yang sebenarnya.

Akhir Ayat ini memperingatkan bahwa Allah Maha Mengetahui segala yang dikatakan, dianjurkan, disampaikan, dan disembunyi-kan dalam hati orang kafir itu, serta segala yang mereka maksudkan dan inginkan. Oleh karena itu, Dia akan menetapkan hukuman yang adil bagi mereka dan Dia Mahabijaksana dalam mengatur segala urusan Nabi dan para sahabat-sahabatnya.

Tafsir Quraish Shihab: Surat al-Ahzâb diawali dengan perintah Allah kepada Nabi Muhammad saw. untuk bertakwa dan bertawakal kepada Allah, lalu beralih ke pembicaraan tentang status anak angkat. Allah menafikan pemberian status anak pada anak-anak angkat itu oleh orangtua angkatnya.

Ayat selanjutnya menjelaskan hak-hak Rasulullah saw. untuk ditaati dan dicinta, dan hak-hak istri Rasulullah untuk dihormati dan dimuliakan. Dalam surat ini dipaparkan pula janji para nabi kepada Allah untuk menyampaikan pesan- pesan suci Allah. Selain itu, surat ini juga mengangkat perincian perang Ahzâb yang sempat memunculkan ketakutan dan kegoncangan luar biasa di kalangan kaum muslimin.

Perang itu berakhir dengan kemenangan orang-orang beriman sebagai perwujudan janji Allah. Di samping itu, surat ini menyebutkan beberapa adab sopan santun yang harus dilakukan oleh istri-istri Rasulullah saw. Pembicaraan kemudian kembali ke topik anak angkat.

Dalam surah ini ditemukan penghapusan tradisi larangan kawin bagi orangtua angkat dengan bekas istri anak angkatnya. Sebuah tradisi yang telah mengakar di zaman Jahiliah. Berkaitan dengan Nabi Muhammad sendiri, al-Qur’ân memberikan pujian dan sanjungan kepadanya sebagai orang yang pantas mendapat pujian.

Baca Juga:  Surah Al-Ahzab Ayat 59-62; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Al-Qur’ân berpesan kepada nabi agar memisahkan istri yang dicerai sebelum terjadi hubungan suami-istri, dengan cara yang baik. Juga agar memberikan hak mut’ah kepadanya. Dijelaskan pula bahwa Rasulullah memiliki keistimewaan hukum: boleh mengawini wanita mana saja yang menghibahkan diri kepadanya.

Disebutkan pula dengan jelas bahwa Rasulullah tidak boleh kawin dengan lebih dari sembilan wanita. Ayat-Ayat lain berisi penjelasan tentang aturan dan etika yang harus dipegang teguh saat berkunjung dan meninggalkan rumah kediaman nabi, termasuk di dalamnya etika bertanya kepada para istri Nabi.

Dalam surah ini pula al-Qur’ân memerintahkan istri-istri nabi untuk memperhatikan etika pribadi dengan mengharuskan mereka memanjangkan jilbab yang mereka kenakan. Selebihnya, surat al-Ahzâb juga mengangkat topik pembicaraan tentang hari kiamat dan peristiwa-peristiwa dahsyat yang terjadi pada hari itu.

Di akhir surah dijelaskan kewajiban keagamaan yang diembankan oleh Allah kepada manusia yang sebelumnya ditolak oleh bumi dan gunung. Secara ringkas, sasaran terpenting yang ingin dicapai oleh surat al-Ahzâb, antara lain, adalah:

1) Mengangkat masalah adopsi dengan maksud meralat tradisi Jahiliah yang melarang bapak angkat untuk mengawini bekas istri anak angkatnya.

2) Realisasi janji Allah yang akan memberikan kemenangan bagi orang-orang Mukmin atas orang-orang kafir.

3) Perincian hukum menyangkut etika orang-orang beriman dalam mengunjungi rumah Rasulullah, larangan mengawini wanita bekas istri Rasulullah dan penjelasan etika khusus bagi istri-istri Rasul.]] Wahai Nabi, tingkatkanlah ketakwaanmu pada Allah. Jangan berkompromi untuk menerima pendapat orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Allah Maha Meliputi–dengan ilmu-Nya–segala sesuatu; Mahabijaksana dalam perkataan dan perbuatan-Nya.

Surah Al-Ahzab Ayat 2
وَٱتَّبِعۡ مَا يُوحَىٰٓ إِلَيۡكَ مِن رَّبِّكَ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرًا

Terjemahan: dan ikutilah apa yang diwahyukan Tuhan kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Tafsir Jalalain: وَٱتَّبِعۡ مَا يُوحَىٰٓ إِلَيۡكَ مِن رَّبِّكَ (Dan ikutilah apa yang diwahyukan Rabbmu kepadamu) yaitu Alquran. إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرًا (Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan) menurut suatu qiraat lafal ta’maluuna dibaca ya’maluuna.

Tafsir Ibnu Katsir: Untuk itu Allah Ta’ala berfirman: وَٱتَّبِعۡ مَا يُوحَىٰٓ إِلَيۡكَ مِن رَّبِّكَ (“dan ikutilah apa yang diwahyukan Rabbmu kepadamu.”) yaitu berupa al-Qur’an dan as-Sunnah.

إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرًا (“Sesungguhnya Allah adalah Mahamengetahui apa yang kamu kerjakan.”) yaitu tidak satu pun yang tersembunyi dari-Nya

Tafsir Kemenag: Setelah Allah melarang kaum Muslimin memenuhi keinginan-keinginan orang-orang kafir itu, lalu Ia memerintahkan agar mereka mengamalkan dan melaksanakan semua yang telah diwahyukan-Nya, yaitu Al-Qur’an, dengan menjadikannya sebagai pedoman dalam berbuat, bertindak, dan menentukan sikap dalam menetapkan pilihan. Yang sesuai dengan petunjuk Al-Qur’an tetap dilaksanakan, sedang yang tidak sesuai segera dihentikan dan dijauhi.

Baca Juga:  Surah Al-Ahzab Ayat 49; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Dengan demikian, mereka akan hidup berbahagia, dan dakwah Islamiyah akan berhasil dengan gemilang. Mereka akan terhindar dari segala kemungkinan menurut keinginan orang-orang kafir dan kemungkinan salah dalam memahami agama.

Kemudian Allah memperingatkan bahwa Dia mengetahui segala yang diperbuat Nabi dan para sahabatnya. Tidak ada satu pun yang tersembunyi bagi-Nya. Oleh karena itu, Dia akan memberikan balasan sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, dan akan mewahyukan kepada Muhammad saw segala yang diperlukannya, segala yang bermanfaat dalam menyampaikan risalah dan dalam membina masyarakat Islam.

Tafsir Quraish Shihab: Ikutilah petunjuk wahyu yang diturunkan Tuhan kepadamu. Sesungguhnya Allah, yang menurunkan wahyu kepadamu, adalah Maha Memberitahu rincian-rincian perbuatanmu, perbuatan orang-orang kafir dan orang-orang munafik.

Surah Al-Ahzab Ayat 3
وَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ وَكِيلًا

Terjemahan: dan bertawakkallah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pemelihara.

Tafsir Jalalain: وَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ (Dan bertawakallah kepada Allah) di dalam urusanmu. وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ وَكِيلًا (Dan cukuplah Allah sebagai pemelihara) dirimu; sehubungan dengan hal ini, umat Nabi saw. mengikut kepadanya.

Tafsir Ibnu Katsir: dan bertawakkallah kepada Allah di dalam seluruh urusan dan kondisimu. وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ وَكِيلًا (“Dan cukuplah Allah sebagai Pemelihara.”) yaitu, cukuplah Allah sebagai Pemelihara bagi orang yang bertawakkal dan berserah diri kepada-Nya.

Tafsir Kemenag: Pada Ayat ini, Allah memperingatkan bahwa apabila Muhammad telah mengikuti apa yang telah diwahyukan dan tidak mengikuti keinginan orang-orang kafir, hendaklah kaum Muslimin berserah diri kepada Allah, menyerahkan segala urusan kepada-Nya saja, dan berpegang dengan agama-Nya dengan sungguh-sungguh.

Cukuplah Dia sebagai pemelihara hamba-hamba-Nya. Tidak seorang pun yang dapat menghalangi apabila Allah ber-kehendak memberikan manfaat dan syafaat kepada seseorang. Demikian pula, tidak seorang pun yang sanggup melindungi, apabila Allah berkehendak memberikan cobaan dan pengajaran yang berupa mudarat dan kesengsaraan kepada seseorang.

Tafsir Quraish Shihab: Serahkanlah segala urusanmu kepada Allah. Cukuplah Allah sebagai Penjaga dan Yang diserahi segala urusan.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Al-Ahzab Ayat 1-3 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S