Surah Al-An’am Ayat 100; Seri Tadabbur Al Qur’an

Surah Al-An'am Ayat 100

Pecihitam.org – Surah Al-An’am Ayat 100 ini adalah bentuk bantahan bagi kaum musyrik yang beribadah kepada Tuhan-tuhan selain Allah SWT. Mereka menyekutukan Allah dalam beribadah, yakni mereka menyembah kepada jin dan menjadikannya sebagai sekutu bagi Allah SWT dalam ibadah mereka.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Allah SWT berfirman di dalam Al Qur’an Surah Al-An’am Ayat 100;

وَجَعَلُوا لِلَّهِ شُرَكَاءَ الْجِنَّ وَخَلَقَهُمْ ۖ وَخَرَقُوا لَهُ بَنِينَ وَبَنَاتٍ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يَصِفُونَ

Penjelasan Tafsir Jalalain: وَجَعَلُوا لِلَّهِ (Dan mereka menjadikan di samping Allah) menjadi maf’ul tsani شُرَكَاءَ (sekutu-sekutu) menjadi maf’ul awal dan menjadi mubdal minhu الْجِنَّ (terdiri dari jin) yang mereka menaatinya dalam menyembah berhala-berhala وَ (dan) padahal خَلَقَهُمْ (Allahlah yang telah menciptakan mereka) lalu mengapa mereka menjadikannya sebagai sekutu-sekutu-Nya

Baca Juga:  Surah Al-Hajj Ayat 8-10; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

وَخَرَقُوا (dan mereka berbohong) dengan dibaca takhfif dan tasydid; artinya mereka membuat-buat perkataan لَهُ بَنِينَ وَبَنَاتٍ بِغَيْرِ عِلْمٍ (bahwasanya Allah memiliki anak laki-laki dan perempuan, tanpa landasan ilmu pengetahuan) mereka telah mengatakan, bahwa Uzair adalah anak laki-laki Allah, dan malaikat-malaikat itu adalah anak-anak perempuan Allah.

Berdasarkan firman Allah SWT dalam ayat ini, Allah SWT bermaksud mengingatkan kesesatan dari orang-orang sesat yang mengatakan bahwa Allah memiliki anak, sebagaimana yang dikatakan oleh kaum Yahudi terhadap Uzair, dan kaum Nasrani kepada Isa, serta anggapan kaum musyrik Arab yang mengatakan bahwa Malaikat itu adalah anak perempuan Allah.

سُبْحَانَهُ (Maha Suci Allah) yakni sebagai ungkapan menyucikan-Nya وَتَعَالَىٰ عَمَّا يَصِفُونَ (dan Maha Tinggi dari sifat-sifat yang mereka berikan) mengenai diri-Nya, yakni memilki anak.

Baca Juga:  Qul Huwallahu Ahad; Asbabun Nuzul, Fadhilah dan Kisah Orang yang Istiqamah Membacanya

Dalam Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan serupa pada Surah Ash-Shaaffaat: 95-96 yang memilki makna yang sama dengan ayat ini yaitu sebagaimana ucapan Ibrahim yang artinya: “Apakah kalian beribadah kepada patung-patung yang kalian pahat itu? Padahal Allahlah yang menciptakan kalian dan apa yang kalian perbuat itu.” (QS. Ash-Shaaffaat: 95-96). yang dipahami bahwa maksud ayat ini adalah bahwa Allah berdiri sendiri dalam menciptakan semua makhluk. Maka karena itu tidak sekutu bagi-Nya.

Demikian telah kita tadabburi bersama Surah Al-An’am Ayat 100 dengan merujuk pada Tafsir Jalalain sebagai kelanjutan dari Seri Tadabbur Al Qur’an kita. Semoga memberi manfaat kepada penulis dan pembaca sekalian. Amin