Surah Al-Ankabut Ayat 50-52; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Al-Ankabut Ayat 50-52

Pecihitam.org – Kandungan Surah Al-Ankabut Ayat 50-52 ini, menerangkan bahwa kaum musyrik menuntut agar Muhammad menunjukkan mukjizat yang nyata seperti yang pernah didatangkan kepada nabi-nabi terdahulu. Allah memerintahkan Nabi Muhammad agar menyampaikan kepada orang-orang musyrik yang tetap tidak percaya kepada kerasulannya bahwa

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Allah mengetahui dan menyaksikan bagaimana ia telah melaksanakan tugas kepada mereka. Ia telah menyampaikan ancaman-ancaman dan kabar gembira kepada mereka, tetapi semua itu mereka ingkari.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Ankabut Ayat 50-52

Surah Al-Ankabut Ayat 50
وَقَالُوا لَوْلَا أُنزِلَ عَلَيْهِ آيَاتٌ مِّن رَّبِّهِ قُلْ إِنَّمَا الْآيَاتُ عِندَ اللَّهِ وَإِنَّمَا أَنَا نَذِيرٌ مُّبِينٌ

Terjemahan: Dan orang-orang kafir Mekah berkata: “Mengapa tidak diturunkan kepadanya mukjizat-mukjizat dari Tuhannya?” Katakanlah: “Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu terserah kepada Allah. Dan sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan yang nyata”.

Tafsir Jalalain: وَقَالُوا (Dan mereka berkata) yaitu orang-orang kafir Mekah لَوْلَا (“Mengapa tidak) kenapa tidak أُنزِلَ عَلَيْهِ (diturunkan kepadanya) kepada Nabi Muhammad آيَاتٌ مِّن رَّبِّهِ (mukjizat-mukjizat dari Rabbnya?”) Dan menurut suatu qiraat aayaatun dibaca aayatun dalam bentuk tunggal, maksudnya mukjizat yang seperti unta Nabi Saleh, tongkat Nabi Musa dan hidangan Nabi Isa.

قُلْ (Katakanlah) kepada mereka: قُلْ إِنَّمَا الْآيَاتُ عِندَ اللَّهِ (“Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu terserah kepada Allah) Dialah yang menurunkannya dalam bentuk apa yang dikehendaki-Nya. وَإِنَّمَا أَنَا نَذِيرٌ مُّبِينٌ (Dan sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan yang nyata.”) Yakni sebagai orang yang menjelaskan peringatanku kepada orang-orang yang berbuat maksiat, bahwa mereka akan dimasukkan ke dalam neraka.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah berfirman mengabarkan tentang orang-orang musyrik dalam penentangan dan tuntutan mereka terhadap tanda-tanda yang menunjukkan kepada mereka bahwa Muhammad saw. adalah Rasulullah, sebagaimana Shalih mendatangkan sapi. Allah berfirman: قُلْ (“Katakanlah”) hai Muhammad;

إِنَّمَا الْآيَاتُ عِندَ اللَّهِ (“Sesungguhnya ayat-ayat itu terserah kepada Allah.”) yaitu urusan tersebut hanya diserahkan kepada Allah. Karena seandainya dia mengetahui bahwa kalian mendapat hidayah, niscaya Dia memperkenankan permintaan kalian. Bagi-Nya hal itu amat mudah dan ringan. Akan tetapi Dia mengetahui bahwa kalian bertujuan mengejek dan menguji, maka Dia tidak memperkenankan kalian dalam hal itu.

Firman-Nya: وَإِنَّمَا أَنَا نَذِيرٌ مُّبِينٌ (“Dan sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan yang nyata.”) yaitu aku diutus hanya sebagai pembawa peringatan kepada kalian sejelas-jelas peringatan. Sedangkan kewajibanku hanyalah menyampaikan risalah Allah kepada kalian.

Dan firman Allah: مَن يَهْدِ اللَّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِ وَمَن يُضْلِلْ فَلَن تَجِدَ لَهُ وَلِيًّا مُّرْشِدًا (“Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah orang yang hakekatnya mendapatkan petunjuk. Dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpin pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.” (al-Kahfi: 17)

Kemudian, Allah Ta’ala berfirman menjelaskan besarnya kebodohan mereka dan lemahnya akal mereka, dimana mereka meminta tanda-tanda yang menunjukkan mereka tentang kebenaran yang dibawa oleh Muhammad saw.

Sesungguhnya telah datang kepada mereka Kitab yang mulia yang tidak didatangi kebathilan dari depan maupun dari belakangnya yang merupakan sesuatu yang lebih besar dari setiap mukjizat, dimana para ahli bahasa dan sastra amat lemah untuk menandinginya, bahkan untuk menandingi 10 surah sekalipun, atau untuk menandingi satu surah pun.

Tafsir Kemenag: Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa kaum musyrik menuntut agar Muhammad menunjukkan mukjizat yang nyata seperti yang pernah didatangkan kepada nabi-nabi terdahulu, misalnya unta betina Nabi Saleh, tongkat Nabi Musa, dan lain-lain.

Permintaan mereka dijawab dengan menjelaskan bahwa persoalan mukjizat adalah ketentuan Allah. Kemudian dijelaskan pula kepicikan mereka karena menolak mukjizat yang lebih tinggi nilainya dan sesuai untuk mereka. Mereka tidak memahami bahwa Al-Qur’an itu sebenarnya adalah mukjizat yang abadi, tidak tertandingi oleh siapa pun sampai hari Kiamat.

Ayat ini mengisyaratkan bahwa orang-orang kafir Mekah mengingkari Al-Qur’an sebagai mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad. Menurut mereka, Al-Qur’an tidak pantas dijadikan sebagai mukjizat, karena mukjizat semestinya adalah sesuatu yang nyata, dan langsung dapat dilihat dan dirasakan sebagaimana yang diturunkan kepada para rasul yang terdahulu, seperti topan Nabi Nuh, tongkat Nabi Musa, dan sebagainya.

Baca Juga:  Surah Al-Ankabut Ayat 61-63; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Mereka menyatakan bahwa mukjizat yang nyata itu mudah diterima akal pikiran dan dapat menimbulkan keyakinan bagi orang-orang yang melihatnya.

Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar menjawab permintaan orang-orang musyrik Mekah itu dengan mengatakan bahwa persoalan mukjizat adalah urusan Tuhan. Dialah yang menetapkan mukjizat apa yang akan diberikan kepada seorang rasul yang diutus-Nya, karena harus disesuaikan dengan tingkat kemampuan umat yang akan menyaksikan.

Mengenai pengakuan orang-orang Quraisy bahwa mereka tidak dapat menerima Al-Qur’an sebagai mukjizat, Allah Maha Mengetahui isi hati mereka. Sebenarnya hati mereka telah mengakui kemukjizatan Al-Qur’an sebagai mukjizat, tetapi karena keingkaran dan penyakit yang ada dalam hati, mereka tidak mau mengatakan yang demikian.

Jika mereka benar-benar akan beriman dengan penurunan mukjizat sesuai dengan permintaan mereka, tentu Allah akan menurunkannya. Tidak ada sesuatu pun yang sukar bagi Allah, semua mudah bagi-Nya. Allah berfirman:

Dan tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasaan Kami), melainkan karena (tanda-tanda) itu telah didustakan oleh orang terdahulu. (al-Isra’/17: 59)

Setelah permintaan orang-orang musyrik yang aneh-aneh itu dijawab, Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar menyampaikan kepada mereka bahwa dia hanya sekedar memberi peringatan kepada orang-orang yang tidak mengindahkannya. Tugasnya hanya menyampaikan risalah kepada mereka. Ia tidak dapat mengubah mereka menjadi orang-orang yang beriman. Hanya Allah yang dapat melakukan hal itu. Allah berfirman:

Barang siapa diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barang siapa disesatkan-Nya, maka engkau tidak akan mendapatkan seorang penolong yang dapat memberi petunjuk kepadanya. (al-Kahf/18: 17)

Firman Allah yang lain: Bukanlah kewajibanmu (Muhammad) menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. (al- Baqarah/2: 272)

Tafsir Quraish Shihab: Dalam perdebatan dan permusuhan mereka, orang-orang kafir itu berkata, “Mengapa tidak diturunkan mukjizat-mukjizat inderawi kepadanya, seperti yang turun kepada rasul-rasul sebelumnya.” Katakanlah kepada mereka,

“Sesungguhnya seluruh mukjizat datang dari sisi Allah. Dia menurunkannya pada waktu yang dikehendaki-Nya. Adapun aku hanya diberi tugas untuk memperingatkan dengan peringatan yang jelas, bukan memberikan apa yang kalian usulkan.”

Surah Al-Ankabut Ayat 51
أَوَلَمْ يَكْفِهِمْ أَنَّا أَنزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ يُتْلَى عَلَيْهِمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَرَحْمَةً وَذِكْرَى لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Terjemahan: Dan apakah tidak cukup bagi mereka bahwasanya Kami telah menurunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) sedang dia dibacakan kepada mereka? Sesungguhnya dalam (Al Quran) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman.

Tafsir Jalalain: أَوَلَمْ يَكْفِهِمْ (Dan apakah tidak cukup bagi mereka) apa yang mereka minta itu أَنَّا أَنزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ (bahwasanya Kami telah menurunkan kepadamu Alkitab) Alquran يُتْلَى عَلَيْهِمْ (sedangkan dia dibacakan kepada mereka?) Alquran adalah mukjizat yang terus-menerus dan tiada habis-habisnya, berbeda dengan mukjizat-mukjizat lainnya yang telah disebutkan tadi.

إِنَّ فِي ذَلِكَ (Sesungguhnya dalam hal ini) yakni Alquran لَرَحْمَةً وَذِكْرَى (terdapat rahmat dan pelajaran) nasihat لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ (bagi orang-orang yang beriman).

Tafsir Ibnu Katsir: Bahkan Allah berfirman: أَوَلَمْ يَكْفِهِمْ أَنَّا أَنزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ يُتْلَى عَلَيْهِمْ (“Dan apakah tidak cukup bagi mereka bahwasannya Kami telah menurunkan kepadamu al-Kitab sedang dia dibacakan kepada mereka.”) yaitu apakah tidak cukup bagi mereka satu tanda bahwa Kami telah menurunkan sebuah Kitab yang agung yang mengandung kabar sebelum mereka, kabar sesudah mereka dan hukum di antara mereka. sedangkan engkau adalah orang yang ummi, tidak mampu membaca dan menulis serta tidak bercampur dengan seorang ahli kitab pun.

Maka engkau datangkan kepada mereka dengan berita-berita yang ada pada shuhuf-shuhuf pertama dengan memberikan penjelasan yang benar tentang apa yang mereka perselisihkan serta dengan kebenaran yang tegas, jelas dan nyata.

Sesungguhnya Allah berfirman: إِنَّ فِي ذَلِكَ لَرَحْمَةً وَذِكْرَى لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ (“Sesungguhnya di dalamnya terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman.”) di dalam al-Qur’an ini mengandung rahmat, yaitu penjelasan kebenaran dan penghapus kebathilan serta peringatan dengan isinya yang mengandung lepasnya bencana dan turunnya siksaan bagi para pendusta dan para pelaku maksiat terhadap kaum yang beriman.

Baca Juga:  Surah Hud Ayat 36-39; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Tafsir Kemenag: Ad-Darimi dan Abu Dawud meriwayatkan bahwa telah datang serombongan kaum Muslimin kepada Nabi Muhammad dengan membawa kisah-kisah yang mereka tulis sendiri, yang sebagian isinya bersumber dari orang-orang Yahudi.

Nabi saw berkata, “Cukuplah kebodohan dan kesesatan suatu kaum yang menolak apa yang dibawa nabi mereka, dan menginginkan sesuatu yang dibawa oleh seorang nabi yang bukan nabi mereka untuk orang lain. Lalu ayat ini diturunkan oleh Allah.

Ayat ini juga merupakan jawaban yang menolak tuntutan orang-orang musyrik Mekah yang meminta mukjizat yang nyata. Padahal Al-Qur’an telah dibacakan kepada mereka. Apakah tidak cukup bagi mereka dalil-dalil yang menerangkan bukti-bukti ke-rasulan Muhammad saw, yang termuat dalam kitab-kitab suci yang terdahulu, sedang mereka sendiri tidak mengetahuinya dengan pasti.

Apakah tidak terpikir oleh mereka bahwa seorang yang tidak pandai tulis baca, dan tidak pernah bergaul apalagi belajar kepada Ahli Kitab sanggup menyampaikan Al-Qur’an kepada mereka dengan isi yang benar, agung dan mulia serta dengan nilai sastra yang demikian tinggi.

Seandainya mereka mau berpikir dan menginginkan kebenaran, Al-Qur’an saja sebenarnya telah cukup menjadi bukti bagi mereka untuk membenarkan ke-rasulan Muhammad.

Kemudian Allah menerangkan keutamaan dan kelebihan Al-Qur’an dengan mengatakan bahwa ayat-ayatnya merupakan rahmat bagi mereka, karena di dalamnya tidak terdapat ancaman-ancaman, seperti yang pernah diberikan kepada orang-orang terdahulu. Karena mereka juga mengingkari, seharusnya mereka mengalami apa yang pernah dialami oleh orang-orang dahulu yang pernah mengingkari rasul-Nya, seperti kaum ‘Ad, Samud, Fir’aun, dan yang lain-lain.

Tidak adanya ancaman kemusnahan bagi kaum musyrik di dalam Al-Qur’an merupakan suatu rahmat Allah yang besar bagi umat Muhammad yang datang kemudian.

Diterangkan pula bahwa ayat-ayat Al-Qur’an adalah pelajaran bagi orang-orang yang beriman. Maksudnya ialah ayat-ayat Al-Qur’an itu menerangkan peristiwa yang dialami umat-umat dahulu, dan bagaimana sikap mereka terhadap para rasul yang diutus untuk menerangkan bukti-bukti keesaan Allah yang kuat dan lengkap.

Al-Qur’an juga menerangkan akhlak mulia yang harus dipunyai oleh seorang manusia yang baik, menerangkan hukum-hukum dan petunjuk mencapai kebahagiaan hidup, memuat pengetahuan yang sangat berguna bagi manusia, dan sebagainya.

Seandainya orang-orang musyrik dan manusia-manusia yang lain mau menjadikan ayat-ayat tersebut sebagai pelajaran, memikirkan serta mengamalkannya, tentulah mereka akan memperoleh jalan yang benar, dan berbahagia di dunia dan di akhirat. Akan tetapi, jika mereka tidak mau dan tidak berniat untuk menghilangkan penyakit yang ada dalam hati, mereka tentu akan menjadi orang yang merugi di dunia dan akhirat.

Tafsir Quraish Shihab: Apakah mereka mengusulkan ayat-ayat ini dan tidak cukup bagi mereka bahwa Kami telah menurunkan kitab kepadamu, yang dibacakan atas mereka–yaitu ayat-ayat yang abadi sepanjang zaman. Sesungguhnya diturunkannya kitab ini kepadamu merupakan rahmat bagi mereka dan generasi setelah mereka serta peringatan yang terus-menerus dan bermanfaat untuk kaum yang semestinya beriman jika telah jelas jalan- jalan petunjuk bagi mereka.

Surah Al-Ankabut Ayat 52
قُلْ كَفَى بِاللَّهِ بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ شَهِيدًا يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالَّذِينَ آمَنُوا بِالْبَاطِلِ وَكَفَرُوا بِاللَّهِ أُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

Terjemahan: Katakanlah: “Cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dan antaramu. Dia mengetahui apa yang di langit dan di bumi. Dan orang-orang yang percaya kepada yang batil dan ingkar kepada Allah, mereka itulah orang-orang yang merugi.

Tafsir Jalalain: قُلْ كَفَى بِاللَّهِ بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ شَهِيدًا (Katakanlah, “Cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dan antara kalian) yang menyaksikan kebenaranku يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ (Dia mengetahui apa yang di langit dan di bumi) antara lain Dia mengetahui tentang keadaanku dan keadaan kalian.

Baca Juga:  Surah Al-Ankabut Ayat 56-60; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

وَالَّذِينَ آمَنُوا بِالْبَاطِلِ (Dan orang-orang yang percaya kepada yang batil) yaitu yang menyembah kepada selain Allah وَكَفَرُوا بِاللَّهِ (dan ingkar kepada Allah) sebagaimana yang kalian lakukan أُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ (mereka itulah orang-orang yang merugi.”) dalam transaksi mereka, karena mereka telah membeli kekafiran dengan keimanan.

Tafsir Ibnu Katsir: Kemudian Allah berfirman: قُلْ كَفَى بِاللَّهِ بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ شَهِيدًا (“Katakanlah: ‘Cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dan antaramu.”) Dia Mahatahu kedustaan yang meliputinya dan Mahamengetahui apa yang aku katakan kepada kalian tentang berita bahwa Dia telah mengutusku. Seandainya aku berdusta di atas-Nya, niscaya Dia akan mengutukku, sebagaimana Allah berfirman yang artinya:

“Seandainya Dia (Muhammad) Mengadakan sebagian Perkataan atas (nama) Kami, niscaya benar-benar Kami pegang Dia pada tangan kanannya. kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya. Maka sekali-kali tidak ada seorangpun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami), dari pemotongan urat nadi itu.” (al-HaaqqaH: 44-47).

Sesungguhnya aku adalah orang yang jujur tentang apa yang aku kabarkan kepada kalian. Untuk itu Dia mendukungku dengan mukjizat-mukjizat yang tegas dan dalil-dalil yang qath’i [pasti].

يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ (“Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi.”) tidak ada sesuatupun yang tersembunyi. وَالَّذِينَ آمَنُوا بِالْبَاطِلِ وَكَفَرُوا بِاللَّهِ أُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ (“Dan orang-orang yang percaya kepada yang bathil dan ingkar kepada Allah, mereka itulah orang-orang yang merugi.”)

pada hari kiamat, Dia akan membalas mereka atas apa yang telah mereka lakukan serta memberi imbalan atas apa yang telah mereka lakukan yang mendustakan kebenaran dan mengikuti kebathilan.

Tafsir Kemenag: Dalam ayat ini, Allah memerintahkan Nabi Muhammad agar menyampaikan kepada orang-orang musyrik yang tetap tidak percaya kepada kerasulannya bahwa Allah mengetahui dan menyaksikan bagaimana ia telah melaksanakan tugas kepada mereka. Ia telah menyampaikan ancaman-ancaman dan kabar gembira kepada mereka, tetapi semua itu mereka ingkari.

Allah mengetahui sikap mereka terhadap seruan Nabi saw, bahkan mengetahui isi hati mereka. Dia akan memberi ganjaran setiap sesuatu yang dikerjakan oleh makhluk-Nya. Seandainya Nabi Muhammad berdusta dan mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, ia pasti akan ditimpa azab. Allah berfirman:

Dan sekiranya dia (Muhammad) mengada-adakan sebagian perkataan atas (nama) Kami, pasti Kami pegang dia pada tangan kanannya. Kemudian Kami potong pembuluh jantungnya. Maka tidak seorang pun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami untuk menghukumnya). (al-haqqah/69: 44-47)

Allah menerangkan bahwa Dia mengetahui segala yang ada di langit dan di bumi. Dia mengetahui keadaan makhluk-Nya dari yang halus dan tidak kelihatan oleh mata sampai kepada yang besar. Dia juga mengetahui keadaan orang-orang musyrik dan orang-orang beriman.

Dia mengetahui pula tuduhan-tuduhan orang-orang musyrik bahwa Al-Qur’an adalah buatan Muhammad, sekalipun tidak seorang pun dari mereka yang sanggup menandinginya. Orang-orang yang percaya kepada kebatilan dan mengingkari Allah itu adalah orang-orang yang merugi hidupnya di dunia dan akhirat.

Tafsir Quraish Shihab: Katakanlah, “Cukuplah, bagiku dan bagi kalian, bahwa Allah menjadi saksi bahwa aku telah menyampaikan pesan-pesan-Nya yang harus aku sampaikan kepada kalian. Dia Mahateliti tentang segala urusanku dan urusanmu.

Tidak ada sesuatu pun, baik di langit maupun di bumi, yang tersembunyi bagi Allah. Orang-orang yang mengingkari Allah dan menyembah selain Dia adalah orang-orang yang menjual keimanan dengan membeli kekufuran. Mereka akan menderita kerugian yang jelas.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Al-Ankabut Ayat 50-52 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S