Surah Al-A’raf Ayat 104-106; Seri Tadabbur Al-Qur’an

Surah Al-A'raf Ayat 104-106

Pecihitam.org – Allah SWT mengabarkan di dalam Surah Al-A’raf Ayat 104-106 tentang perdebatan antara Musa dengan Fir’aun dan hujjah yang telah disampaikan kepadanya, serta pemaparan berbagai macam ayat-ayat yang jelas di hadapannya dan kaumnya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Firman Allah SWT di dalam Al Qur’an Surah Al-A’raf Ayat 104-106;

Surah Al-A’raf Ayat 104
وَقَالَ مُوسَىٰ يَا فِرْعَوْنُ إِنِّي رَسُولٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Terjemahan: Dan Musa berkata: “Hai Fir’aun, sesungguhnya aku ini adalah seorang utusan dari Tuhan semesta alam,

Tafsir Jalalain: (Dan Musa berkata, “Hai Firaun, sesungguhnya aku ini adalah seorang utusan Tuhan semesta alam”) kepadamu, akan tetapi Firaun mendustakannya dan Musa berkata,

Tafsir Ibnu Katsir: Allah memberitahukan tentang perdebatan Musa kepada Fir’aun dan hujjah yang telah disampaikan kepadanya, serta pemaparan berbagai macam ayat-ayat yang jelas di hadapan Fir’aun dan kaumnya dari para Qibthi Mesir, di mana Allah Ta’ala berfirman:

وَقَالَ مُوسَىٰ يَا فِرْعَوْنُ إِنِّي رَسُولٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ (Dan Musa berkata, Hai Fir’aun, sesungguhnya aku ini adalah seorang utusan dari Tuhan Semesta alam) Maksudnya, aku diutus oleh yang mana Dia adalah Pencipta, Pemelihara dan Penguasa segala sesuatu.

Tafsir Quraish Shihab: Musa berkata, “Wahai Fir’aun, sesungguhnya aku diutus oleh Allah, Tuhan semesta alam yang berkuasa mutlak atasmu, untuk menyampaikan seruan dan syariat-Nya.

Surah Al-A’raf Ayat 105
حَقِيقٌ عَلَىٰ أَنْ لَا أَقُولَ عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ ۚ قَدْ جِئْتُكُمْ بِبَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ فَأَرْسِلْ مَعِيَ بَنِي إِسْرَائِيلَ

Baca Juga:  Surah Al-A'raf Ayat 156; Seri Tadabbur Al-Qur'an

Terjemahan: wajib atasku tidak mengatakan sesuatu terhadap Allah, kecuali yang hak. Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa bukti yang nyata dari Tuhanmu, maka lepaskanlah Bani Israil (pergi) bersama aku”.

Tafsir Jalalain: حَقِيقٌ (“Aku lebih berhak) lebih pantas عَلَىٰ أَنْ (untuk) agar لَا أَقُولَ عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ (tidak mengatakan sesuatu terhadap Allah kecuali yang hak) menurut suatu qiraat dibaca tasydid ya-nya; حَقِيقٌ adalah mubtada sedangkan khabarnya adalah an dan kalimat sesudahnya

قَدْ جِئْتُكُمْ بِبَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ فَأَرْسِلْ مَعِيَ (Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa bukti yang nyata dari Tuhanmu, maka lepaskanlah pergi bersamaku) menuju ke negeri Syam بَنِي إِسْرَائِيلَ (Bani Israel) kaum Bani Israel itu selalu ditindas oleh Firaun.

Tafsir Ibnu Katsir: حَقِيقٌ عَلَىٰ أَنْ لَا أَقُولَ عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ (Wajib atasku tidak mengatakan sesuatu terhadap Allah, kecuali yang hak). Sebagian ulama mengatakan, artinya, pantas dan patut bagiku untuk tidak mengucapkan sesuatu tentang Allah kecuali yang hak. Para ahli tafsir mengatakan, huruf ba dan kata alaa saling bergantian.

Sebagian ahli tafsir mengatakan: “Maknanya, aku sangat berusaha untuk tidak mengatakan sesuatu tentang Allah kecuali yang haq”.

Penduduk Madinah lainnya membaca “حَقِيقٌ عَلَىٰ” dengan makna wajib. Artinya, suatu hal yang wajib bagiku untuk tidak memberitahukan sesuatu tentang-Nya melainkan yang hak dan benar, karena aku telah mengetahui kemuliaan dan keagungan-Nya.

Baca Juga:  Surah Asy-Syu'ara Ayat 192-195; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

قَدْ جِئْتُكُمْ بِبَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ (Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa bukti yang nyata darti Rabbmu). Yakni dengan membawa hujjah yang pasti dari Allah yang telah diberikan kepadaku sebagai bukti kebenaran terhadap apa yang aku bawa kepada kalian.

فَأَرْسِلْ مَعِيَ بَنِي إِسْرَائِيلَ (Maka lepaskanlah Bani Israil (pergi) bersamaku). Maksudnya, lepaskanlah Bani Israil dari tawanan dan kekuasaanmu dan biarkanlah mereka menyembah Tuhanmu dan juga Tuhan mereka, karena mereka itu dari silsilah seorang Nabi yang mulia, yaitu Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim Khalilurrahman.

Tafsir Quraish Shihab: Sungguh aku telah menyampaikan apa yang kudapatkan dari Allah secara benar. Untuk memperkuat kebenaran yang kubawa ini, aku datangkan kepadamu bukti-bukti yang jelas dan kuat.

Maka lepaskanlah Bani Isra’il pergi bersamaku. Bebaskanlah mereka dari perbudakanmu dan biarkanlah mereka keluar ke wilayah yang bukan wilayahmu, agar mereka dapat menyembah Tuhan mereka dan Tuhanmu.”

Surah Al-A’raf Ayat 106
قَالَ إِنْ كُنْتَ جِئْتَ بِآيَةٍ فَأْتِ بِهَا إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ

Terjemahan: Fir’aun menjawab: “Jika benar kamu membawa sesuatu bukti, maka datangkanlah bukti itu jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang benar”.

Baca Juga:  Surah Al-A'raf Ayat 142; Seri Tadabbur Al-Qur'an

Tafsir Jalalain: قَالَ (Berkatalah) Firaun kepadanya, إِنْ كُنْتَ جِئْتَ بِآيَةٍ (“Jika kamu benar membawa sesuatu ayat) bukti yang memperkuat pengakuanmu فَأْتِ بِهَا إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ (maka datangkanlah bukti itu jika betul kamu termasuk orang-orang yang benar.”) membawa bukti itu.

Tafsir Ibnu Katsir: Maksudnya, Fir’aun mengatakan: “Aku tidak percaya terhadap apa yang engkau katakan dan tidak akan memenuhi apa yang engkau tuntut. Jika engkau mempunyai hujjah, maka kemukakanlah, agar kami ketahui jika apa yang engkau katakan itu memang benar”.

Tafsir Quraish Shihab: Fir’aun menjawab, “Kalau kamu memang datang dengan membawa bukti pendukung dari Pengutusmu, maka perlihatkanlah itu kepadaku, jika kamu memang termasuk orang yang dapat dipercaya karena selalu mengatakan kebenaran”.

Demikian sekilas penjelasan tentang Surah Al-A’raf Ayat 104-106 berdasarkan Tafsir Quraish Shihab, Tafsir Ibnu Katsir, dan Tafsir Jalalain. Semoga Allah SWT senantiasa menambahkan Ilmu kita dan dapat bermanfaat bagi kehidupan Dunia dan Akhirat kita, Amin.

M Resky S