Surah Al Fajr; Terjemahan, Tafsir dan Asbabun Nuzul

surah al fajr

Pecihitam.org – Surah Al Fajr (الفجر) adalah surah yang ke-89 pada urutan Surah di dalam Al Qur’an. Surah yang terdiri dari 30 ayat ini termasuk ke dalam kelompok surah Makkiyah.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terdapat beberapa riwayat terkait Asbabun Nuzul surah Al Fajr ini khususnya mengenai sebab turunnya ayat ke-27. Di antaranya seperti yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Buradah bahwa firman Allah surah al Fajr ayat 27 turun berkenaan dengan Hamzah (yang gugur sebagai syahid)

Dalam riwayat lain disebutkan, sebgaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Juwaibir, dari adl-Dlahak, yang berasal dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang akan membeli sumur Rumat untuk melepaskan dahaga. Mudah-mudahan Allah mengampuni dosanya.”

Sumur itupun akhirnya dibeli oleh Utsman. Rasul pun bersabda: “Apakah engkau rela sumur itu dijadikan sumber minum bagi semua orang?” Utsman mengiyakannya. Maka Allah menurunkan ayat ini (al-Fajr: 27).

Isi, Terjemahan dan Fasir Surah Al Fajr

Ayat 1
وَالْفَجْرِ

Terjemahan: Demi fajar,

Tafsir: Aku bersumpah demi cahaya pagi ketika mulai mengusir gelap malam.

Ayat 2
وَلَيَالٍ عَشْرٍ

Terjemahan: dan malam yang sepuluh,

Tafsir: Demi sepuluh malam yang paling utama di sisi Allah.

Ayat 3
وَالشَّفْعِ وَالْوَتْرِ

Terjemahan: dan yang genap dan yang ganjil,

Tafsir: Demi genap dan ganjilnya segala sesuatu.

Ayat 4
وَاللَّيْلِ إِذَا يَسْرِ

Terjemahan: dan malam bila berlalu.

Tafsir: Dan demi malam, bila mulai berlalu karena gerakan alam semesta yang mengagumkan.

Ayat 5
هَلْ فِي ذَٰلِكَ قَسَمٌ لِذِي حِجْرٍ

Terjemahan: Pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) oleh orang-orang yang berakal.

Tafsir: Apakah segala sesuatu yang telah disebutkan dan dapat dilihat oleh orang yang berakal itu dapat menjadi sumpah yang meyakinkan?

Ayat 6
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍ

Terjemahan: Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum ‘Aad?

Tafsir: Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Tuhanmu menurunkan hukuman-Nya kepada bangsa ‘Ad, kaum Hud,

Ayat 7
إِرَمَ ذَاتِ الْعِمَادِ

Terjemahan: (yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi,

Baca Juga:  Surah Hud Ayat 23-24; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Tafsir: yaitu penduduk kota Iram yang memiliki bangunan-bangunan sangat tinggi? (Iram adalah nama kaum ‘Ad dahulu)

Ayat 8
الَّتِي لَمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا فِي الْبِلَادِ

Terjemahan: yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain,

Tafsir: Yang belum pernah dibangun di negeri mana pun bangunan-bangunan sekokoh dan sebesar itu.

Ayat 9
وَثَمُودَ الَّذِينَ جَابُوا الصَّخْرَ بِالْوَادِ

Terjemahan: dan kaum Tsamud yang memotong batu-batu besar di lembah,

Tafsir: Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu menurunkan hukuman-Nya kepada bangsa Tsamud, kaum Shalih, yang memotong batu-batu besar dari gunung-gunung untuk membangun istana di atas lembah?

Ayat 10
وَفِرْعَوْنَ ذِي الْأَوْتَادِ

Terjemahan: dan kaum Fir’aun yang mempunyai pasak-pasak (tentara yang banyak),

Tafsir: Dan apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu menurunkan hukuman-Nya kepada Fir’aun yang memiliki tentara yang mengokohkan kerajaannya, seperti pasak yang mengokohkan kemah?

Ayat 11
الَّذِينَ طَغَوْا فِي الْبِلَادِ

Terjemahan: yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri,

Tafsir: Yang melampaui batas dan berbuat sewenang-wenang di dalam negeri mereka.

Ayat 12
فَأَكْثَرُوا فِيهَا الْفَسَادَ

Terjemahan: lalu mereka berbuat banyak kerusakan dalam negeri itu,

Tafsir: Sehingga mereka banyak membuat kerusakan dengan bersikap ingkar dan dzalim.

Ayat 13
فَصَبَّ عَلَيْهِمْ رَبُّكَ سَوْطَ عَذَابٍ

Terjemahan: karena itu Tuhanmu menimpakan kepada mereka cemeti adzab,

Tafsir: Lalu Tuhanmu menurunkan bermacam siksaan yang menyala kepada mereka.

Ayat 14
إِنَّ رَبَّكَ لَبِالْمِرْصَادِ

Terjemahan: sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi.

Tafsir: Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi perbuatan manusia. Dia menghitung dan memberikan balasan kepada mereka atas perbuatan itu.

Ayat 15
فَأَمَّا الْإِنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ

Terjemahan: Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”.

Tafsir: Manusia, jika diuji oleh Tuhan dengan memperoleh kemuliaan, berbagai kenikmatan seperti harta, kehormatan dan kekuatan, ia akan berkata dengan sombong, “Tuhanku telah memuliakanku, karena aku memang berhak untuk itu.”

Baca Juga:  Tafsir Ihdinash Shirathal Mustaqim Menurut Syekh Ahmad Mustafa dalam Kitabnya Al-Maraghi

Ayat 16
وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ

Terjemahan: Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku”.

Tafsir: Tetapi jika ia diuji oleh Tuhan dengan rezeki yang sempit, ia akan berkata, dengan melalaikan pelajaran yang ada di dalamnya, “Tuhanku telah menghinakanku.”

Ayat 17
كَلَّا ۖ بَلْ لَا تُكْرِمُونَ الْيَتِيمَ

Terjemahan: Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim,

Tafsir: Berhentilah! Karena sesungguhnya hal ini tidak disebabkan oleh apa yang seperti kalian katakan, tetapi lebih disebabkan karena kalian tidak memuliakan anak yatim.

Ayat 18
وَلَا تَحَاضُّونَ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ

Terjemahan: dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin,

Tafsir: Dan karena kalian tidak saling menganjurkan untuk memberi makan orang miskin.

Ayat 19
وَتَأْكُلُونَ التُّرَاثَ أَكْلًا لَمًّا

Terjemahan: dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan (yang halal dan yang bathil),

Tafsir: Juga karena kalian memakan harta waris dengan mencampuradukkannya, tidak memisahkan antara yang baik dan yang buruk.

Ayat 20
وَتُحِبُّونَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّا

Terjemahan: dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.

Tafsir: Juga karena kalian sangat mencintai harta benda, sesuatu yang mendorong kalian untuk selalu mengumpulkan dan kikir untuk menginfakkannya.

Ayat 21
كَلَّا إِذَا دُكَّتِ الْأَرْضُ دَكًّا دَكًّا

Terjemahan: Jangan (berbuat demikian). Apabila bumi digoncangkan berturut-turut,

Tafsir: Berhentilah dari perbuatan-perbuatan itu, karena kalian telah ditunggu dengan ancaman, kelak bila bumi benar-benar telah diratakan.

Ayat 22
وَجَاءَ رَبُّكَ وَالْمَلَكُ صَفًّا صَفًّا

Terjemahan: dan datanglah Tuhanmu; sedang malaikat berbaris-baris.

Tafsir: Dan Tuhanmu telah datang–dalam bentuk yang sesuai dengan kemahabesaran-Nya–dan malaikat telah datang pula berbaris-baris.

Ayat 23
وَجِيءَ يَوْمَئِذٍ بِجَهَنَّمَ ۚ يَوْمَئِذٍ يَتَذَكَّرُ الْإِنْسَانُ وَأَنَّىٰ لَهُ الذِّكْرَىٰ

Terjemahan: Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam; dan pada hari itu ingatlah manusia, akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya.

Tafsir: Pada hari itu, neraka jahanam, tempat yang penuh dengan siksaan, didatangkan. Pada saat hal itu terjadi, manusia ingat akan apa yang telah dilalaikannya. Tetapi untuk apa lagi ingatan itu? Semua telah terlambat.

Baca Juga:  Surah Al-Maidah Ayat 103-104; Seri Tadabbur Al Qur'an

Ayat 24
يَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي

Terjemahan: Dia mengatakan: “Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini”.

Tafsir: Ia berkata dengan penuh penyesalan, “Seandainya aku dahulu mengerjakan perbuatan-perbuatan baik di dunia yang dapat memberikan manfaat bagiku pada kehidupan akhirat ini.”

Ayat 25
فَيَوْمَئِذٍ لَا يُعَذِّبُ عَذَابَهُ أَحَدٌ

Terjemahan: Maka pada hari itu tiada seorangpun yang menyiksa seperti siksa-Nya.

Tafsir: Maka pada hari itu terjadilah keadaan yang seperti itu. Tak ada seorang pun yang menyiksa seperti siksaan Allah,

Ayat 26
وَلَا يُوثِقُ وَثَاقَهُ أَحَدٌ

Terjemahan: dan tiada seorangpun yang mengikat seperti ikatan-Nya.

Tafsir: dan tak ada seorang pun yang mengikat seperti ikatan-Nya.

Ayat 27
يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ

Terjemahan: Hai jiwa yang tenang.

Tafsir: Wahai jiwa yang tenang dengan kebenaran.

Ayat 28
ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً

Terjemahan: Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.

Tafsir: Kembalilah kepada keridaan Tuhanmu dengan rasa puas terhadap nikmat yang telah dikaruniakan kepadamu, dan puas pula dengan perbuatan yang telah kamu lakukan.

Ayat 29
فَادْخُلِي فِي عِبَادِي

Terjemahan: Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku,

Tafsir: Masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku yang saleh.

Ayat 30
وَادْخُلِي جَنَّتِي

Terjemahan: masuklah ke dalam surga-Ku.

Tafsir: Dan masuklah ke dalam surgaku, negeri kenikmatan yang abadi.

Demikian penjelasan tentang Tafsir, Terjemahan dan Asbabun Nuzul Surah Al Fajr. Semoga kita dimuliakan dengan kemuliaan Al Qur’an. Aaamiin…

M Resky S

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *