Surah Al-Hijr Ayat 6-9; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Al-Hijr Ayat 6-9

Pecihitam.org – Kandungan Surah Al-Hijr Ayat 6-9, Ayat ini mengisahkan tentang bagaimana orang-orang kafir memperlakukan para rasul. Mereka menyebut para rasul sebagai orang-orang yang gila, dan menamakan dirinya sebagai orang-orang yang waras.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Maka Allah membantah mereka, “sesungguhnya kami tidaklah mengurus malaikat kecuali dengan membawa siksaan yang tidak ada penundaan untuk dijatuhkan pada orang yang tidak beriman. Dan mereka itu ketika malaikat datang dengan membawa siksaan tidaklah diberi penangguhan lagi.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Hijr Ayat 6-9

Surah Al-Hijr Ayat 6
وَقَالُوا يَا أَيُّهَا الَّذِي نُزِّلَ عَلَيْهِ الذِّكْرُ إِنَّكَ لَمَجْنُونٌ

Terjemahan: Mereka berkata: “Hai orang yang diturunkan Al Quran kepadanya, sesungguhnya kamu benar-benar orang yang gila.

Tafsir Jalalain: وَقَالُوا (Dan mereka berkata) yaitu orang-orang kafir Mekah kepada Nabi saw. يَا أَيُّهَا الَّذِي نُزِّلَ عَلَيْهِ الذِّكْرُ (“Hai orang yang diturunkan Adz-Dzikru kepadanya!) yakni Alquran, menurut perkiraan إِنَّكَ لَمَجْنُونٌ (Sesungguhnya kamu benar-benar orang yang gila”)

Tafsir Ibnu Katsir: Allah memberitahkan tentang kekafiran dan sikap keras kepala mereka dengan mengatakan: وَقَالُوا يَا أَيُّهَا الَّذِي نُزِّلَ عَلَيْهِ الذِّكْرُ (Hai orang yang diturunkan al-Qur’an kepadanya): إِنَّكَ لَمَجْنُونٌ (Sesungguhnya kamu adalah orang gila) dalam seruatnmu kepada kami untuk mengikutimu dan meninggalkan apa yang kami dapatkan dilaukan oleh nenek moyang kami itu.

Tafsir Quraish Shihab: Salah satu bentuk keburukan dan kedunguan mereka adalah apa yang mereka katakan kepada Nabi dengan nada mengejek, “Wahai orang yang diberi kitab suci yang berisikan peringatan, sesungguhnya kamu menderita penyakit gila yang berkepanjangan.” Seruan itu tidak lebih dari sekadar ejekan.

Baca Juga:  Surah Yunus Ayat 46-47; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Surah Al-Hijr Ayat 7
لَوْ مَا تَأْتِينَا بِالْمَلَائِكَةِ إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ

Terjemahan: Mengapa kamu tidak mendatangkan malaikat kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar?.

Tafsir Jalalain: لَوْ مَا (Mengapa tidak) تَأْتِينَا بِالْمَلَائِكَةِ إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ (kamu datangkan malaikat kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar?) di dalam ucapanmu itu yang mengatakan, bahwa kamu adalah seorang nabi, dan Alquran ini dari sisi Allah?

Tafsir Ibnu Katsir: لَوْ مَا تَأْتِينَا بِالْمَلَائِكَةِ (Mengapa kamu tidak mendatangkan malaikat kepada kami) yang menyaksikan kebenaran apa yang telah kamu bawa kepada kami. Ini seperti kata-kata Fir’aun: “Mengapa tidak dipakaikan kepadanya gelang-gelang dari emas atau datang malaikat bersamanya untuk menggiringnya?” (az-Zukhruf: 53)

Tafsir Quraish Shihab: Kukuhnya pembangkangan yang ada pada mereka–setelah cercaan dan pelecehan tadi membuat mereka berkata, “Mengapa tidak kamu datangkan saja malaikat kepada kami sebagai ganti al-Qur’ân yang diturunkan itu untuk membuktikan bahwa kamu memang termasuk orang yang benar?”

Surah Al-Hijr Ayat 8
مَا نُنَزِّلُ الْمَلَائِكَةَ إِلَّا بِالْحَقِّ وَمَا كَانُوا إِذًا مُنْظَرِينَ

Terjemahan: Kami tidak menurunkan malaikat melainkan dengan benar (untuk membawa azab) dan tiadalah mereka ketika itu diberi tangguh.

Baca Juga:  Surah Al-Hijr Ayat 89-93; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Jalalain: Allah berfirman مَا نُنَزِّلُ (Kami tidak menurunkan) dan menurut suatu qiraat dibaca tanazzalu dengan membuang salah satu huruf ta-nya الْمَلَائِكَةَ إِلَّا بِالْحَقِّ (malaikat melainkan dengan benar) untuk membawa azab.

وَمَا كَانُوا إِذًا (dan tiadalah mereka ketika itu) sewaktu malaikat turun dengan membawa azab مُنْظَرِينَ (diberi tangguh) ditangguhkan azabnya.

Tafsir Ibnu Katsir: Firman Allah: مَا نُنَزِّلُ الْمَلَائِكَةَ إِلَّا بِالْحَقِّ وَمَا كَانُوا إِذًا مُنْظَرِينَ (Kami tidak menurunkan malaikat melainkan dengan benar [untuk membawa adzab] dan mereka pada waktu itu tidaklah diberi penangguhan waktu) Mujahid mengatakan tentang firman Allah dalam ayat ini: بِالْحَقِّ (dengan benar) maksudnya dengan risalah [wahyu] dan adzab [siksa].

Tafsir Quraish Shihab: Allah telah menjawab tuntutan mereka itu melalui firman-Nya yang suci, “Kami tidak menurunkan malaikat melainkan dengan membawa kebenaran yang kuat dan jelas, yang tak mungkin dapat dipungkiri. Maka jika mereka tetap mengingkarinya, mereka tidak akan diberi kesempatan lagi. Bahkan mereka akan segera mendapatkan azab di dunia ini.

Surah Al-Hijr Ayat 9
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

Terjemahan: Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.

Tafsir Jalalain: إِنَّا نَحْنُ (Sesungguhnya Kamilah) lafal nahnu mentaukidkan atau mengukuhkan makna yang terdapat di dalam isimnya inna, atau sebagai fashl نَزَّلْنَا الذِّكْرَ (yang menurunkan Adz-Dzikr) Alquran.

Baca Juga:  Surah Al-Hijr Ayat 14-15; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ (dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya) dari penggantian, perubahan, penambahan dan pengurangan.

Tafsir Ibnu Katsir: Kemudian Allah menetapkan bahwa Allah-lah yang menurunkan الذِّكْرَ yaitu al-Qur’an kepadanya, dan Dia pula yang menjaganya dari usaha untuk merubah dan menggantinya. Ada sebagian ulama yang mengembalikan dhamir [kata ganti] لَهُ لَحَافِظُونَ kepada Nabi Muhammad, seperti firman Allah: wallaaHu ya’shimuka minannaas (Allah menjagamu dari manusia) (al-Maa-idah: 67). Artinya yang pertama itu lebih baik dan sesuai dengan konteks ayat ini.

Tafsir Quraish Shihab: Dan sesungguhnya, agar dakwah Nabi tetap berlaku hingga hari kiamat, Kami tidak menurunkan malaikat. Tetapi Kami menurunkan al-Qur’ân yang akan terus disebut dan diingat. Kami akan memelihara al-Qur’ân itu dari berbagai perubahan dan penggantian sampai hari kiamat nanti.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Al-Hijr Ayat 6-9 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S