Surah Al-Kahfi Ayat 89-91; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Al-Kahfi Ayat 89-91

Pecihitam.org – Kandungan Surah Al-Kahfi Ayat 89-91 ini, menjelaskan bahwa Zulkarnain menempuh jalan ke arah Timur. Setelah ia sampai ke pantai Afrika sebelah barat, lalu ia kembali menuju ke arah timur sehingga sampailah ia ke tempat terbitnya matahari di sekitar negeri Tiongkok di mana ia menjumpai segolongan umat manusia yang hidupnya tidak di bawah bangunan rumah dan tidak ada pula pohon-pohon menaunginya dari panasnya matahari. Mereka langsung mendapat sorotan cahaya matahari karena tidak terlindung oleh atap atau bukit-bukit yang berada di sekitarnya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Mereka pada siang hari berada dalam lubang-lubang di bawah tanah dan baru muncul di atas permukaan bumi setelah matahari terbenam, untuk mencari penghidupannya. Keadaan mereka jauh berbeda sekali dengan penghuni dunia yang lainnya, karena mereka hidupnya masih primitif dan tidak mempunyai bangunan untuk tempat tinggal

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Kahfi Ayat 89-91

Surah Al-Kahfi Ayat 89
ثُمَّ أَتْبَعَ سَبَبًا

Terjemahan: Kemudian dia menempuh jalan (yang lain).

Tafsir Jalalain: ثُمَّ أَتْبَعَ سَبَبًا (Kemudian ia menempuh jalan yang lain) yaitu menuju ke arah Timur.

Tafsir Ibnu Katsir: Kemudian dia menempuh jalan (yang lain). Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbit matahari (sebelah timur) dia mendapati matahari itu menyinari segolongan umat yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari (cahaya) matahari itu, demikianlah.

Dan sesungguhnya ilmu Kami meliputi segala apa yang ada padanya. Allah Swt. menceritakan bahwa kemudian Zulqarnain menempuh jalan lain, ia berjalan dari sebelah bumi bagian barat menuju ke belahan bumi bagian timur tempat terbitnya matahari.

Tersebutlah bahwa dia setiap kali menjumpai suatu umat pasti dikalahkan dan dikuasai olehnya, lalu ia menyeru mereka untuk menyembah Allah Swt. Jika mereka taat kepadanya, mereka dibebaskan; dan jika mereka tidak taat, maka mereka diperangi dan semua harta serta barang milik mereka dirampas.

Dia mengambil dari setiap umat yang dikalahkannya sebagian golongan yang digunakannya untuk membantu pasukannya dalam memerangi negeri tetangga yang berdekatan dengan mereka.

Baca Juga:  Surah Al-Kahfi Ayat 29; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Di dalam kisah Israiliyat disebutkan bahwa Zulqarnain hidup selama seribu enam ratus tahun, sebagian besar usianya digunakannya untuk menjelajah minangkori ke seluruh belahan bumi, hingga sampai di belahan timur dan baratnya. Ketika perjalanannya sampai di tempat terbitnya matahari, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya:

dia mendapati matahari itu menyinari segolongan umat yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang menghalanginya dari (cahaya) matahari itu. (Al-Kahfi: 90) Maksudnya mereka tidak mempunyai rumah untuk tempat istirahatnya, dan tidak ada pepohonan yang menjadi naungan mereka dari sengatan panas matahari yang sangat panas.

Tafsir Kemenag: Adapun orang yang membenarkan Allah dan Keesaan-Nya dan beramal saleh, maka baginya disediakan pahala yang terbaik sebagai balasan atas segala kebijaksanaannya yang telah diperbuatnya selama dia hidup di dunia, dan akan kamu titahkan kepadanya di dunia perintah-perintah yang mudah dikerjakannya yaitu beberapa amalan yang dapat mendekatkan dirinya kepada Allah seperti salat, zakat, jihad dan sebagainya.

Surah Al-Kahfi Ayat 90
حَتَّى إِذَا بَلَغَ مَطْلِعَ الشَّمْسِ وَجَدَهَا تَطْلُعُ عَلَى قَوْمٍ لَّمْ نَجْعَل لَّهُم مِّن دُونِهَا سِتْرًا

Terjemahan: Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbit matahari (sebelah Timur) dia mendapati matahari itu menyinari segolongan umat yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari (cahaya) matahari itu,

Tafsir Jalalain: حَتَّى إِذَا بَلَغَ مَطْلِعَ الشَّمْسِ (Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbitnya matahari) tempat matahari terbit وَجَدَهَا تَطْلُعُ عَلَى قَوْمٍ (dia mendapati matahari itu menyinari segolongan umat) mereka adalah bangsa Zunuj atau orang-orang Indian لَّمْ نَجْعَل لَّهُم مِّن دُونِهَا (yang Kami tidak menjadikan bagi mereka dari sinarnya) yaitu dari sinar matahari

سِتْرًا (sesuatu yang melindunginya) baik berupa pakaian atau pun atap-atap. Karena sesungguhnya tanah tempat mereka tinggal tidak dapat menopang bangunan, dan mereka hanya mempunyai tempat perlindungan berupa liang-liang, di tempat tersebut mereka masuk bila matahari terbit, dan bila matahari telah tinggi baru mereka keluar dari liang-liang itu.

Baca Juga:  Surah Al-Kahfi Ayat 52-53; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Ibnu katsir: Sebagaimana yang difirmankan Allah Ta’ala: وَجَدَهَا تَطْلُعُ عَلَى قَوْمٍ (“Ia mendapati matahari itu menyinari segolongan kaum.”) Yakni, umat.

لَّمْ نَجْعَل لَّهُم مِّن دُونِهَا سِتْرًا (“Yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari [cahaya] matahari itu.”) Maksudnya, mereka tidak mempunyai bangunan yang dapat dijadikan sebagai tempat tinggal mereka, tidak juga pepohonan yang dapat menaungi mereka dan menghalangi mereka dari terik matahari.

Sa’id bin Jubair mengatakan, mereka itu berwarna merah, bertubuh pendek, sedang tempat tinggal mereka adalah gua-gua, dan makanan mereka adalah ikan.

Mengenai firman Allah Ta’ala: وَجَدَهَا تَطْلُعُ عَلَى قَوْمٍ لَّمْ نَجْعَل لَّهُم مِّن دُونِهَا سِتْرًا (“Ia mendapati matahari itu menyinari segolongan umat yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari [cahaya] matahari itu.”)

Ibnu Jarir mengatakan: “Mereka tidak membangun satu bangunan di sana sama sekali. Jika matahari terbit, mereka masuk ke tempat tinggal mereka sehingga matahari lenyap, atau mereka masuk ke laut. Yang demikian itu karena di tanah mereka tidak terdapat gunung.

Tafsir Kemenag: Ayat menjelaskan bahwa Zulkarnain menempuh jalan ke arah Timur. Setelah ia sampai ke pantai Afrika sebelah barat, lalu ia kembali menuju ke arah timur sehingga sampailah ia ke tempat terbitnya matahari di sekitar negeri Tiongkok di mana ia menjumpai segolongan umat manusia yang hidupnya tidak di bawah bangunan rumah dan tidak ada pula pohon-pohon menaunginya dari panasnya matahari.

Mereka langsung mendapat sorotan cahaya matahari karena tidak terlindung oleh atap atau bukit-bukit yang berada di sekitarnya. Mereka pada siang hari berada dalam lubang-lubang di bawah tanah dan baru muncul di atas permukaan bumi setelah matahari terbenam, untuk mencari penghidupannya.

Keadaan mereka jauh berbeda sekali dengan penghuni dunia yang lainnya, karena mereka hidupnya masih primitif dan tidak mempunyai bangunan untuk tempat tinggal.

Baca Juga:  Surah Al-Kahfi Ayat 92-96; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Surah Al-Kahfi Ayat 91
كَذَلِكَ وَقَدْ أَحَطْنَا بِمَا لَدَيْهِ خُبْرًا

Terjemahan: demikianlah. dan sesungguhnya ilmu Kami meliputi segala apa yang ada padanya.

Tafsir Jalalain: َذَلِكَ (Demikianlah) perkara itu sebagaimana yang telah Kami ceritakan. وَقَدْ أَحَطْنَا بِمَا لَدَيْهِ (Dan sesungguhnya Kami meliputi terhadap semua apa yang ada padanya) yaitu yang ada pada Zulkarnain berupa alat-alat persenjataan, balatentara dan lain sebagainya خُبْرًا (dengan ilmu Kami) yakni Kami mengetahui semuanya.

Tafsir Ibnu Katsir: Firman-Nya: كَذَلِكَ وَقَدْ أَحَطْنَا بِمَا لَدَيْهِ خُبْرًا (“Demikianlah. Dan sesungguhnya ilmu Kami meliputi segala apa yang ada padanya.”) Mujahid dan as-Suddi mengatakan: “Artinya, Kami (Allah) mengetahui semua keadaannya dan keadaan bala tentaranya.

Tiada sesuatu pun yang tersembunyi dari-Nya, meskipun umat mereka terpecah belah dan bumi pun telah luluh lantah. Sesungguhnya bagi Allah Ta’ala: “Tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi di bumi dan tidak pula di langit.” (QS. Ali `Imran: 5)

Tafsir Kemenag: Selanjutnya perjalanan Zulkarnain itu seperti yang telah diterangkan di atas, sampai ke ujung Barat dan Timur dan telah sampai ke puncak kebesarannya dalam pemerintahannya yang jarang ada bandingannya.

Sungguh Kami mengetahui apa saja yang ada padanya dan apa-apa yang diperbuatnya bersama bala tentaranya, walaupun mereka tersebar luas di seluruh permukaan bumi.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Al-Kahfi Ayat 89-91 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Kemenag. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S