Surah Al-Qashash Ayat 81-82; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Al-Qashash Ayat 81-82

Pecihitam.org – Kandungan Surah Al-Qashash Ayat 81-82 ini, menerangkan bahwa orang-orang yang semula bercita-cita ingin mempunyai kedudukan dan posisi terhormat seperti yang pernah dimiliki Karun, dengan seketika mengurungkan cita-citanya setelah menyaksikan azab yang ditimpakan kepada Karun. Mereka menyadari bahwa harta benda yang banyak dan kehidupan duniawi yang serba mewah, tidak mengantarkan mereka pada keridaan Allah.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Qashash Ayat 81-82

Surah Al-Qashash Ayat 81
فَخَسَفْنَا بِهِ وَبِدَارِهِ الْأَرْضَ فَمَا كَانَ لَهُ مِن فِئَةٍ يَنصُرُونَهُ مِن دُونِ اللَّهِ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُنتَصِرِينَ

Terjemahan: Maka Kami benamkanlah Karun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. Dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya).

Tafsir Jalalain: فَخَسَفْنَا بِهِ (Maka Kami benamkan dia) Karun وَبِدَارِهِ الْأَرْضَ فَمَا كَانَ لَهُ مِن فِئَةٍ يَنصُرُونَهُ مِن دُونِ اللَّهِ (beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada lagi baginya suatu golongan pun yang menolongnya terhadap azab Allah) seumpamanya penolong itu dapat mencegah kebinasaan dari diri Karun. وَمَا كَانَ مِنَ الْمُنتَصِرِينَ (Dan tiadalah ia termasuk orang-orang yang dapat membela dirinya) dari azab Allah.

Tafsir Ibnu Katsir: Kemudian Allah melanjutkan cerita tentang dilongsorkan-Nya Qarun dan istananya ke dalam tanah. Sebagaimana hal tersebut diceritakan dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dari hadits az-Zuhri, dari Salim, ayahnya bercerita, bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Ketika terdapat seorang laki-laki yang menjulurkan pakaiannya, tiba-tiba dilongsorkan dan dia terbenam ke dalam bumi hingga hari kiamat.”

Hadits ini diriwayatkan pula dari Jarir bin Zaid bin Salim, dari Abu Hurairah, dari Nabi saw. Imam Ahmad berkata, bahwa Abu Sa’id berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Ketika ada seorang laki-laki sebelum kalian keluar dengan mengenakan dua mantel hijau, dia sombong dengan pakaiannya itu, maka Allah memerintahkan bumi untuk menelannya dan dia terbenam ke dalamnya hingga hari kiamat.” (HR Ahmad dan isnadnya hasan)

Firman Allah: فَمَا كَانَ لَهُ مِن فِئَةٍ يَنصُرُونَهُ مِن دُونِ اللَّهِ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُنتَصِرِينَ (“Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap adzab Allah, dan tidaklah ia termasuk orang-orang [yang dapat] membela dirinya.”) yaitu harta, kekayaan, pembantu dan pelayannya tidak dapat menolongnya dari Allah, serta tidak mampu menolaknya dari kemurkaan, siksaan dan penghinaan Allah. Dan dia pun tidak dapat menolong dirinya sendiri dan orang lain.

Baca Juga:  Surah Yusuf Ayat 73-76; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Tafsir Kemenag: Pada ayat ini, Allah menerangkan akibat kesombongan dan keangkuhan Karun. Ia beserta rumah dan segala kemegahan dan kekayaannya dibenamkan ke dalam bumi. Tidak ada yang dapat menyelamatkannya dari azab Allah itu, baik perorangan maupun secara bersama-sama. Karun sendiri tidak dapat membela dirinya.

Tidak sedikit orang yang sesat jalan, dan keliru paham tentang harta yang diberikan kepadanya. Mereka menyangka harta itu hanya untuk kemegahan dan kesenangan sehingga mereka tidak menyalurkan penggunaannya ke jalan yang diridai Allah. Oleh karena itu, Allah menimpakan azab-Nya kepada mereka.

Tafsir Quraish Shihab: Kami kemudian melongsorkan tanah bersama Qârûn. Qârûn dan rumahnya pun tertelan, berikut harta benda dan perhiasannya. Tidak ada penolong yang dapat menghindarkannya dari azab Allah, dan ia pun tidak dapat menolong dirinya sendiri.

Surah Al-Qashash Ayat 82
وَأَصْبَحَ الَّذِينَ تَمَنَّوْا مَكَانَهُ بِالْأَمْسِ يَقُولُونَ وَيْكَأَنَّ اللَّهَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَن يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَوْلَا أَن مَّنَّ اللَّهُ عَلَيْنَا لَخَسَفَ بِنَا وَيْكَأَنَّهُ لَا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ

Terjemahan: Dan jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Karun itu, berkata: “Aduhai, benarlah Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hambanya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (nikmat Allah)”.

Tafsir Jalalain: وَأَصْبَحَ الَّذِينَ تَمَنَّوْا مَكَانَهُ بِالْأَمْسِ (Dan jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Karun itu) dalam waktu yang singkat يَقُولُونَ وَيْكَأَنَّ اللَّهَ يَبْسُطُ (mereka berkata, “Aduhai! Benarlah Allah melapangkan) yakni meluaskan الرِّزْقَ لِمَن يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ (rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya dan membatasinya) menyempitkannya bagi orang-orang yang dikehendaki-Nya.

Lafal Way adalah Isim Fi’il yang artinya aku sangat kagum, dan huruf Kaf mempunyai makna huruf Lam. Maksudnya, aku sangat takjub karena sesungguhnya Allah melapangkan dan seterusnya,

لَوْلَا أَن مَّنَّ اللَّهُ عَلَيْنَا لَخَسَفَ بِنَا (kalau Allah tidak melimpahkan harunia-Nya atas kita, benar-benar Dia telah membenamkan kita pula) dapat dibaca Lakhasafa dan Lakhusifa وَيْكَأَنَّهُ لَا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ (Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari.”) nikmat Allah seperti Karun tadi.

Baca Juga:  Surah Yusuf Ayat 23; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Tafsir Ibnu Katsir: Firman Allah: وَأَصْبَحَ الَّذِينَ تَمَنَّوْا مَكَانَهُ بِالْأَمْسِ (“Dan jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Qarun itu,”) yaitu orang-orang yang melihat perhiasannya. يَا لَيْتَ لَنَا مِثْلَ مَا أُوتِيَ قَارُونُ إِنَّهُ لَذُو حَظٍّ عَظِيمٍ (“Mereka berkata: ‘Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Qarun, sesungguhnya dia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar.’”) (al-Qashshash: 79)

ketika Qarun dibenamkan ke dalam bumi, mereka berkata: “Aduhai, benarlah Allah melapangkan rizky bagi siapa yang dikehendaki dari hamba-hamba-Nya dan menyempitkan-Nya.”) yaitu harta tidak menunjukkan keridlaan Allah kepada pemiliknya. Karena Allah memberi dan mencegah, menyempitkan dan meluaskan, serta menurunkan dan mengangkat seseorang. Dia memiliki hikmah yang sempurna dan bukti yang kuat.

لَوْلَا أَن مَّنَّ اللَّهُ عَلَيْنَا لَخَسَفَ بِنَا (“Kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita, benar-benar Dia telah membenamkan kita [pula].”) yaitu seandainya tidak ada kelembutan dan kasih sayang Allah kepada kita, niscaya Dia telah membenamkan kita sebagaimana Dia membenamkan Qarun, karena kita ingin sekali seperti Qarun.

وَيْكَأَنَّهُ لَا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ (“Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari.”) yang mereka maksud, Qarun itu orang kafir. Sedangkan orang-orang kafir tidak beruntung di sisi Allah di dunia maupun di akhirat.

Pendapat lain mengatakan, makna “wai ka-anna” adalah: apakah engkau tidak melihat, itulah yang dikatakan Qatadah. Huruf “way” untuk pembagian, atau untuk mengatakan kekaguman atau perhatian. Sedangkan “ka-anna” artinya: aku menyangka atau mengira, demikian pendapat Ibnu Jarir. Sedangkan pendapat yang terkuat adalah pendapat Qatadah.

Tafsir Kemenag: Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang yang semula bercita-cita ingin mempunyai kedudukan dan posisi terhormat seperti yang pernah dimiliki Karun, dengan seketika mengurungkan cita-citanya setelah menyaksikan azab yang ditimpakan kepada Karun. Mereka menyadari bahwa harta benda yang banyak dan kehidupan duniawi yang serba mewah, tidak mengantarkan mereka pada keridaan Allah.

Dia memberi rezeki kepada yang dikehendaki-Nya, dan tidak memberi kepada yang tidak dikehendaki. Allah meninggikan dan merendahkan orang yang dikehendaki-Nya. Kesemuanya itu adalah berdasarkan kebijaksanaan Allah dan ketetapan yang telah digariskan-Nya.

Baca Juga:  Surah Al-Qashash Ayat 62-67; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud bahwa Allah telah memberikan kepada manusia watak masing-masing sebagaimana Dia telah membagi-bagikan rezeki di antara mereka. Sesungguhnya Allah itu memberikan harta kepada orang yang disenangi, dan tidak menganugerahkan iman kecuali kepada orang yang disenangi dan dikasihi-Nya.

Mereka merasa memperoleh karunia dari Allah karena cita-cita mereka belum tercapai. Andaikata sudah tercapai, tentu mereka dibenamkan juga ke dalam bumi sebagaimana yang telah dialami Karun. Pengertian mereka bertambah mantap bahwa tidak beruntung orang-orang yang mengingkari nikmat Allah, mendustakan rasul-Nya, dan pahala yang dijanjikan di akhirat bagi orang yang taat kepada-Nya. Mereka akan dimusnahkan oleh azab, firman Allah:

Dan sungguh, telah datang kepada mereka seorang rasul dari (kalangan) mereka sendiri, tetapi mereka mendustakannya, karena itu mereka ditimpa azab dan mereka adalah orang yang zalim. (an-Nahl/16: 113)

Tafsir Quraish Shihab: Orang-orang yang belum lama ini berharap untuk mendapatkan kedudukan di dunia seperti Qârûn, mengulang-ulang kata-kata penyesalan setelah mereka merenungi apa yang menimpa Qârûn. Mereka berkata, “Sesungguhnya Allah melapangkan rezeki kepada hamba yang dikehendaki-Nya, baik yang Mukmin maupun yang bukan Mukmin. Sebaliknya, Allah menyempitkan rezeki atas siapa yang dikehendaki-Nya di antara mereka.”

Dan mereka lalu bersyukur dengan berkata, “Kalaulah Allah tidak memberikan kebaikan kepada kami dengan petunjuk-Nya kepada keimanan dan penjagaan-Nya dari keterjerumusan, niscaya Dia akan menguji kami dengan memberikan apa yang kami angan-angankan dan melakukan apa yang Dia lakukan kepada Qârûn. Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari nikmat Allah tidak akan selamat dari azab-Nya.”

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Al-Qashash Ayat 81-82 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S