Surah An-Nahl Ayat 56-60; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah An-Nahl Ayat 56-60

Pecihitam.org – Kandungan Surah An-Nahl Ayat 56-60 ini, menerangkan keyakinan dan perbuatan khurafat serta perilaku tidak layak orang-orang musyrik. Kaum musyrik menyisakan sebagain dari kenikmatannya untuk berhala.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Dan apabila ada seseorang yang menyampaikan berita kepada salah seorang dari mereka tentang kelahiran anak perempuannya, maka menghitamlah wajahnya, lantaran kebenciannya terhadap berita yang ia dengar, dan hatinya sesak dengan persaan gundah dan sedih.

Dan bagi orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat dan tidak mengerjakan perbuatan baik untuknya, perangai yang buruk berupa sifat lemah, kekurangan, kejahilan dan kekafiran. Sedang Allah mempunyai sifat-sifat tinggi dalam kesempurnaan dan ketidakbutuhan terhadap makhluk.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah An-Nahl Ayat 56-60

Surah An-Nahl Ayat 56
وَيَجْعَلُونَ لِمَا لَا يَعْلَمُونَ نَصِيبًا مِّمَّا رَزَقْنَاهُمْ تَاللَّهِ لَتُسْأَلُنَّ عَمَّا كُنتُمْ تَفْتَرُونَ

Terjemahan: Dan mereka sediakan untuk berhala-berhala yang mereka tiada mengetahui (kekuasaannya), satu bahagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepada mereka. Demi Allah, sesungguhnya kamu akan ditanyai tentang apa yang telah kamu ada-adakan.

Tafsir Jalalain: وَيَجْعَلُونَ (Dan mereka menyediakan) yakni orang-orang musyrik itu لِمَا لَا يَعْلَمُونَ (untuk apa-apa yang mereka tiada mengetahui) bahwa hal itu mendatangkan mudarat dan tidak bermanfaat sama sekali; yang dimaksud adalah untuk berhala-berhala.

نَصِيبًا مِّمَّا رَزَقْنَاهُمْ (satu bagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepada mereka) berupa ladang dan ternak, yaitu melalui perkataan mereka, ini adalah untuk Allah dan ini adalah untuk sekutu-sekutu kami.

تَاللَّهِ لَتُسْأَلُنَّ (Demi Allah sesungguhnya kalian akan ditanya) dengan pertanyaan yang bernada mencela; di dalam ungkapan ini iltifat dari ghaibah عَمَّا كُنتُمْ تَفْتَرُونَ (tentang apa yang telah kalian ada-adakan) terhadap Allah di mana kalian telah mengatakan bahwa Allah telah memerintahkan kalian untuk berbuat hal itu.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah Ta’ala memberitahukan tentang berbagai keburukan dan kejelekan orang-orang musyrik yang menyembah patung-patung, berhala-berhala dan sekutu-sekutu lainnya selain Allah tanpa ilmu pengetahuan. Mereka mempersembahkan kepada berhala-berhala itu satu bagian dari apa yang telah dikaruniakan Allah kepada mereka.

Di mana mereka berkata: Ini untuk Allah dan ini untuk berhala-berhala kami. Maka sajian-sajian yang diperuntukkan bagi berhala-berhala mereka tidak sampai kepada Allah, dan sajian-sajian yang diperuntukan bagi Allah, maka sajian itu sampai kepada berhala-berhala mereka.

Setelah itu, Allah Ta’ala memberitahukan tentang mereka bahwa mereka telah menjadikan para Malaikat sebagai hamba wanita yang pada hakikatnya mereka adalah hamba-hamba Allah yang Mahapengasih, bahkan menjadikan mereka sebagai anak-anak perempuan Allah. Lalu mereka menyembah para Malaikat bersamaan dengan penyembahan kepada-Nya.

Tafsir Kemenag: Allah swt menjelaskan bahwa di antara perbuatan orang-orang musyrik ialah menyediakan sesaji kepada berhala-berhala mereka, padahal sesaji-sesaji yang disediakan itu merupakan nikmat Allah yang diberikan kepada mereka.

Berbagai sesaji yang diberikan kepada berhala-berhala itu merupakan hasil pertanian atau binatang-binatang ternak mereka. Mereka berbuat demikian dengan maksud agar berhala-berhala itu dapat menolong mereka.

Baca Juga:  Surah Ar-Ra'd Ayat 6; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Padahal mereka tidak mengetahui sedikit pun bahwa berhala-berhala itu tidak mampu memberi manfaat dan menghindarkan mereka dari bahaya yang akan menimpa. Perbuatan mereka ini adalah perbuatan syirik, yaitu mempertuhankan yang lain di samping Allah.

Surah An-Nahl Ayat 57
وَيَجْعَلُونَ لِلَّهِ الْبَنَاتِ سُبْحَانَهُ وَلَهُم مَّا يَشْتَهُونَ

Terjemahan: Dan mereka menetapkan bagi Allah anak-anak perempuan. Maha Suci Allah, sedang untuk mereka sendiri (mereka tetapkan) apa yang mereka sukai (yaitu anak-anak laki-laki).

Tafsir Jalalain: وَيَجْعَلُونَ لِلَّهِ الْبَنَاتِ (Dan mereka menetapkan bagi Allah anak-anak perempuan) yaitu melalui perkataan mereka, bahwa para malaikat itu adalah anak-anak perempuan Allah.

سُبْحَانَهُ (Maha Suci Allah) ungkapan yang menyucikan-Nya daripada apa yang mereka duga وَلَهُم مَّا يَشْتَهُونَ (sedangkan untuk mereka sendiri apa yang mereka sukai) memilihnya, artinya anak-anak lelaki.

Tafsir Ibnu Katsir: Firman-Nya di sini: وَيَجْعَلُونَ لِلَّهِ الْبَنَاتِ سُبْحَانَهُ (Dan mereka menetapkan bagi Allah anak-anak perempuan. Mahasuci Allah) yakni suci dari ucapan dan tipu daya mereka.

Firman-Nya: وَلَهُم مَّا يَشْتَهُونَ (Dan untuk mereka sendiri [mereka tetapkan] apa yang mereka sukai [yaitu anak-anak laki-laki]) Maksudnya, mereka memilihkan untuk diri mereka sendiri anak laki-laki dan menghindarkan anak perempuan dari diri mereka, yang justru mereka menisbatkannya kepada Allah. Mahatinggi Allah, setinggi-tingginya dari apa yang mereka katakan itu.

Tafsir Kemenag: Kemudian Allah swt mengungkapkan bentuk kesyirikan mereka yang lain, yaitu memberi Allah anak perempuan, sedangkan untuk mereka anak laki-laki.

Surah An-Nahl Ayat 58
وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُم بِالْأُنثَى ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ

Terjemahan: Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah.

Tafsir Jalalain: وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُم بِالْأُنثَى (Dan apabila seorang dari mereka diberi kabar dengan kelahiran anak perempuan) ia mempunyai anak perempuan yang baru dilahirkan ظَلَّ (maka jadilah) maka berubahlah

وَجْهُهُ مُسْوَدًّا (roman mukanya menjadi hitam) dengan perubahan yang menunjukkan kedukaan dan kesusahan وَهُوَ كَظِيمٌ (dan dia sangat marah) marah sekali, maka mengapa mereka menisbatkan anak-anak perempuan terhadap Allah swt.?

Tafsir Ibnu Katsir: وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُم بِالْأُنثَى ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا (Apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan [kelahiran] anak perempuan, hitamlah [merah padamlah] mukanya) karena merasa sangat sedih atas kesengsaraan yang mereka terima.

وَهُوَ كَظِيمٌ (Dan dia sangat marah) Dalam keadaan diam karena kesedihan yang teramat mendalam yang dia rasakan. Yatawaaraa minal qaum (“Dia menyembunyikan dirinya dari orang banyak.”) dia merasa benci untuk dilihat oleh orang-orang.

Tafsir Kemenag: Allah swt mengungkapkan sikap mereka mengenai anak perempuan yaitu apabila mereka diberi kabar bahwa istri mereka melahirkan anak perempuan, muramlah muka mereka karena jengkel dan malu.

Baca Juga:  Surah As-Sajdah Ayat 10-11; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Perasaan serupa itu disebabkan oleh perasaan mereka sendiri bahwa anak-anak perempuan itu hanya memberi malu kaumnya, karena anak-anak perempuan itu tidak dapat membantu dalam peperangan, dan apabila mereka kalah perang, anak-anak perempuan menjadi barang rampasan.

Sebenarnya mereka dihukum oleh perasaan mereka sendiri karena anggapan bahwa wanita itu martabatnya tiada lebih dari barang yang boleh dipindah-tangankan.

Surah An-Nahl Ayat 59
يَتَوَارَى مِنَ الْقَوْمِ مِن سُوءِ مَا بُشِّرَ بِهِ أَيُمْسِكُهُ عَلَى هُونٍ أَمْ يَدُسُّهُ فِي التُّرَابِ أَلَا سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ

Terjemahan: Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)?. Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.

Tafsir Jalalain: يَتَوَارَى (Ia menyembunyikan dirinya) menghilang مِنَ الْقَوْمِ (dari orang banyak) dari pandangan kaumnya مِن سُوءِ مَا بُشِّرَ بِهِ (disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya) karena ia takut akan mendapat celaan, sedangkan ia dalam keadaan bingung untuk melakukan tindakan selanjutnya sebagai pemecahannya.

أَيُمْسِكُهُ (Apakah dia akan memeliharanya) yakni membiarkannya tanpa dibunuh عَلَى هُونٍ (dengan menanggung kehinaan) hina dan direndahkan أَمْ يَدُسُّهُ فِي التُّرَابِ (ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah hidup-hidup) seumpamanya ia memendam anak perempuan itu ke dalam tanah.

أَلَا سَاءَ (Ketahuilah, alangkah buruknya) alangkah jeleknya مَا يَحْكُمُونَ (apa yang mereka tetapkan itu) keputusan mereka itu karena mereka telah menisbatkan kepada Tuhan yang menciptakan mereka mempunyai anak-anak perempuan padahal anak-anak perempuan itu kedudukannya di kalangan mereka serendah itu.

Tafsir Ibnu Katsir: مِن سُوءِ مَا بُشِّرَ بِهِ أَيُمْسِكُهُ عَلَى هُونٍ أَمْ يَدُسُّهُ فِي التُّرَابِ (Disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah [bidup-hidup]?).

Maksudnya, kalaupun dia membiarkan anak perempuan itu hidup, maka akan dibiarkan dalam keadaan hina, tidak diberi warisan dan tidak juga mendapat perhatian, dan lebih cenderung mengutamakan anak laki-laki daripada anak perempuan.

أَلَا سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ (Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu) Maksudnya, sungguh sangat buruk apa yang telah mereka katakan itu dan teramat buruk pula pembagian itu serta buruk pula apa yang mereka nisbatkan kepada Allah.

Tafsir Kemenag: Allah swt menjelaskan lebih lanjut perilaku orang-orang musyrik pada saat mereka mendapatkan anak perempuan. Mereka menarik diri dari masyarakatnya karena mendapat kabar buruk dengan kelahiran anak perempuan itu.

Mereka bersembunyi dari orang banyak karena takut mendapat hinaan, dan tidak menginginkan ada orang yang mengetahui aib yang menimpa dirinya. Kemudian terbayang dalam pikiran mereka apakah anak yang mendatangkan aib itu akan dipelihara dengan menanggung kehinaan yang berkepanjangan, karena anak perempuan itu tidak berhak mendapat warisan dan penghargaan masyarakat,

Baca Juga:  Surah An-Nahl Ayat 43-44; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

serta hanya sebagai pelayan laki-laki, atau apakah mereka akan menguburnya ke dalam tanah hidup-hidup. Kebiasaan mereka mengubur anak perempuan hidup-hidup itu dipandang sebagai dosa besar yang harus mereka pertanggungjawabkan di hari perhitungan, karena perbuatan itu bertentangan dengan nurani manusia dan akal sehat.

Surah An-Nahl Ayat 60
لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ مَثَلُ السَّوْءِ وَلِلَّهِ الْمَثَلُ الْأَعْلَى وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Terjemahan: Orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, mempunyai sifat yang buruk; dan Allah mempunyai sifat yang Maha Tinggi; dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Tafsir Jalalain: لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ (Bagi orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat) yaitu orang-orang kafir مَثَلُ السَّوْءِ (ada perumpamaan yang buruk) sifat yang buruk, yaitu kebiasaan mereka mengubur hidup-hidup anak-anak perempuan padahal mereka membutuhkannya

وَلِلَّهِ الْمَثَلُ الْأَعْلَى (dan bagi Allah ada perumpamaan yang maha tinggi) sifat yang maha tinggi, yaitu bahwasanya tidak ada Tuhan selain Dia وَهُوَ الْعَزِيزُ (dan Dialah Yang Maha Perkasa) di dalam kerajaan-Nya الْحَكِيمُ (lagi Maha Bijaksana) di dalam mengatur makhluk-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir: Firman-Nya: لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ مَثَلُ السَّوْءِ (Orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, mempunyai sifat yang buruk.) Yakni, kekurangan itu justru dinisbatkan kepada mereka.

وَلِلَّهِ الْمَثَلُ الْأَعْلَ (Dan Allah mempunyai sifat yang Mahatinggi) Maksudnya, kesempurnaan yang mutlak dari segala sisi dan kesempurnaan itu dinisbatkan kepada-Nya: وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (Dan Dia lah Yang Mahaperkasa dan Mahabijaksana.)

Tafsir Kemenag: Allah swt menjelaskan bahwa nasib buruk itu justru dimiliki oleh orang-orang kafir itu, yaitu mereka akan terhina karena dimasukkan ke dalam neraka. Sedangkan Allah akan tetap mulia, tidak memerlukan anak atau siapa pundalam menciptakan dan mengelola alam ini.

Bahkan bila semua manusia di alam ini membangkang kepada-Nya, tidak akan merusak kemuliaan dan kemahakuasaan-Nya. Bahkan manusia itu sendiri yang rugi di dunia karena tidak menikmati keuntungan yang diperoleh dari pelaksana-an nilai-nilai mulia yang diajarkan-Nya dan di akhirat masuk neraka.

Itulah yang ditegaskan Allah pada penutup ayat ini, bahwa ia Mahaperkasa dalam kemahakuasaan-Nya dan Mahabijaksana dalam menjatuhkan azab bagi yang ingkar. Artinya, azab itu memang sesuatu yang pantas bagi orang-orang yang ingkar itu.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah An-Nahl Ayat 56-60 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Kemenag. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S