Surah An-Nisa Ayat 137-140; Seri Tadabbur Al Qur’an

Surah An-Nisa Ayat 137-140

Pecihitam.org – Surah An-Nisa Ayat 137-140 menjelaskan bahwa Orang yang beriman lalu ia kafir, lalu beriman kembali dan lalu kafir lagi, hingga semakin bertambah kekufurannya, maka ia tidak akan memperoleh ampunan Allah dan petunjuk yang lurus dari Allah SWT.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir
Surah An-Nisa Ayat 137-140

Surah An-Nisa Ayat 137
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا ثُمَّ كَفَرُوا ثُمَّ آمَنُوا ثُمَّ كَفَرُوا ثُمَّ ازْدَادُوا كُفْرًا لَمْ يَكُنِ اللَّهُ لِيَغْفِرَ لَهُمْ وَلَا لِيَهْدِيَهُمْ سَبِيلًا

Penjelasan: Allah SWT menceritakan tentang orang yang tadinya beriman, lalu jadi kafir, lalu kembali lagi beriman hingga seterusnya ia kafir lagi dan berkelanjutan dalam kekafirannya hingga mati. Maka sesungguhnya tiada taubat bagi orang yang demikian itu dan Allah SWT tidak akan memberikan ampunan baginya.

Karena itulah disebutkan dalam ayat ini; لَمْ يَكُنِ اللَّهُ لِيَغْفِرَ لَهُمْ وَلا لِيَهْدِيَهُمْ سَبِيلا (maka sekali-kali Allah tidak akan memberikan ampunan kepada mereka dan tidak (pula) menunjukkan mereka jalan yang lurus).

Ibnu Abu Hatim berkata, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Abdah, telah menceritakan kepada kami Hafs ibnu Jami’, dari Sammak, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan firman-Nya: ثُمَّ ازْدَادُوا كُفْرًا (An-Nisa: 137) maksudnya adalah mereka berlama-lama di dalam kekafirannya hingga meninggal. Hal yang sama dikatakan oleh Mujahid.

Ibnu Abu Hatim meriwayatkan melalui jalur Jabir Al-Ma’la, dari Amir Asy-Sya’bi, dari Ali ra, bahwa ia pernah berkata, “Orang yang murtad disuruh bertaubat sebanyak tiga kali.” Lalu ia membacakan إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا ثُمَّ كَفَرُوا ثُمَّ آمَنُوا ثُمَّ كَفَرُوا ثُمَّ ازْدَادُوا كُفْرًا لَمْ يَكُنِ اللَّهُ لِيَغْفِرَ لَهُمْ وَلَا لِيَهْدِيَهُمْ سَبِيلًا (Surah An-Nisa ayat 137)

Baca Juga:  Surah Al-Mu'minun Ayat 50; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Surah An-Nisa Ayat 138
بَشِّرِ الْمُنَافِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا

Terjemahan: Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih,

Penjelasan: Bahwa orang-orang munafik itu adalah yang memiliki sifat demikian, karena sesungguhnya pada awalnya mereka telah beriman, lalu kafir, kemudian hati mereka dikunci mati. Lalu Allah SWT menyebutkan sifat mereka yang lain, bahwa mereka menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin mereka selain orang-orang beriman.

Dalam arti lain, mereka pada hakikatnya berpihak pada orang-orang kafir dan menyembunyikan rasa cinta mereka terhadap orang-orang kafir. Jika mereka kembali pada orang-orang kafir, mereka berkata, “Sesungguhnya kami sependirian dengan kalian, kami hanyalah berolok-olok” yaitu pada orang-orang mukmin dengan menunjukkan sikap sependirian dengan mereka secara lahiriah.

Surah An-Nisa Ayat 139
الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ ۚ أَيَبْتَغُونَ عِنْدَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا

Terjemahan: (yaitu) orang-orang yang menjadikan orang-orang kafir sebagai teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah.

Penjelasan: أَيَبْتَغُونَ عِنْدَهُمُ الْعِزَّةَ (Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu?). Maksudnya, Allah SWT memberitahukan bahwa kekuatan itu seluruhnya hanyalah milik Allah SWT semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan Dia memberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya.

Di ayat lain disebutkan وَلِلَّهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَلكِنَّ الْمُنافِقِينَ لَا يَعْلَمُونَ (Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tidak mengetahui. (Qs. Al-Munafiqun: 8)

Baca Juga:  Surah An Nisa Ayat 80-81; Seri Tadabbur Al Qur'an

Maknanya adalah menggerakkan hati mereka untuk mencari kekuatan (kemuliaan) di sisi Allah SWT, beribadah kepada-Nya dengan ikhlas, dan bergabung dengan hamba-hamba-Nya yang beriman, sebab hanya merekalah yang memperoleh pertolongan di dalam kehidupan dunia ini dan pada hari di mana semua saksi dibangkitkan (hari kiamat).

Surah An-Nisa Ayat 140
وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِي الْكِتَابِ أَنْ إِذَا سَمِعْتُمْ آيَاتِ اللَّهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَأُ بِهَا فَلَا تَقْعُدُوا مَعَهُمْ حَتَّىٰ يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ ۚ إِنَّكُمْ إِذًا مِثْلُهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ جَامِعُ الْمُنَافِقِينَ وَالْكَافِرِينَ فِي جَهَنَّمَ جَمِيعًا

Terjemahan: Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kalian di dalam Al Quran bahwa jika kalian mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kalian duduk beserta mereka, hingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (jika kalian berbuat demikian), tentulah kalian serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam,

Penjelasan: Sesungguhnya apabila kalian melakukan perkara yang terlarang setelah larangan sampai kepada kalian, lalu kalian rela duduk bersama-sama dengan mereka di tempat yang di dalamnya diingkari ayat-ayat Allah, diperolok-olokkan serta dikecam dengan pedas, dan kalian menyetujui hal tersebut, maka sesungguhnya kalian telah berserikat dan bersekongkol dengan mereka dalam hal itu.

Karena itulah dinyatakan dalam ayat ini إِنَّكُمْ إِذًا مِثْلُهُمْ (tentulah kalian serupa dengan mereka). Yaitu dalam perkara dosa, sebagaimana yang disebutka di dalam sebuah hadits:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ، فَلَا يَجْلِسْ عَلَى مَائِدَةٍ يُدَارُ عَلَيْهَا الْخَمْرُ (Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, maka janganlah ia duduk di tempat di dalamnya ada sebuah hidangan yang disediakan minuman khamr).

Baca Juga:  Surah An-Nisa Ayat 141; Seri Tadabbur Al Qur'an

Larangan tentang hal tersebut terkait dalam ayat ini, cara mengatasinya disebutkan di dalam ayat surat Al-An’am yang berbunyi: وَإِذا رَأَيْتَ الَّذِينَ يَخُوضُونَ فِي آياتِنا فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ (Dan apabila engkau melihat orang-orang memperolok ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka. (Qs. Al-An’am: 68), hingga akhir ayat.

Melanjutkan ayat ini, إِنَّ اللَّهَ جامِعُ الْمُنافِقِينَ وَالْكافِرِينَ فِي جَهَنَّمَ جَمِيعاً (Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam.

Maksudnya adalah sebagaimana orang-orang munafik itu bersekutu dengan orang-orang kafir dalam kekufuran, maka Allah SWT pun menempatkan dan menyatukan di antara mereka di neraka Jahannam kekal dan selama-lamanya, dan Dia mengumpulkan mereka semua di dalam rumah siksaan dan pembalasan dengan belenggu dan rantai yang mengikat mereka serta minuman air yang mendidih —bukan air yang tawar— dan makanan berupa darah dan nanah.

Demikian penjelasan Al Qur’an sebagai bagian dari Seri Tadabbur Surah An-Nisa Ayat 137-140 dengan merujuk pada Tafsir ibnu Katsir. Semoga bermanfaat

M Resky S