Surah As-Saffat Ayat 171-179; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah As-Saffat Ayat 171-179

Pecihitam.org – Kandungan Surah As-Saffat Ayat 171-179 ini, Allah menegaskan bahwa ketetapan-Nya telah berlaku sejak semula berkenaan dengan para rasul-Nya. Mereka itu dibela oleh Allah dan hamba-hamba-Nya yang beriman akan menang.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Pernyataan bahwa Allah akan membantu para rasul-Nya. Untuk mewujudkan kemenangan itu, Allah meminta Nabi Muhammad agar berpaling dari mereka. Maksudnya yaitu menunjukkan sikap tidak suka pada sikap pembangkangan mereka, tidak menghiraukan ancaman mereka, dan melanjutkan dakwah pada mereka dengan penuh tawakal kepada Allah.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah As-Saffat Ayat 171-179

Surah As-Saffat Ayat 171
وَلَقَدۡ سَبَقَتۡ كَلِمَتُنَا لِعِبَادِنَا ٱلۡمُرۡسَلِينَ

Terjemahan: Dan sesungguhnya telah tetap janji Kami kepada hamba-hamba Kami yang menjadi rasul,

Tafsir Jalalain: وَلَقَدۡ سَبَقَتۡ كَلِمَتُنَا (Dan sesungguhnya telah tetap janji Kami) pertolongan Kami لِعِبَادِنَا ٱلۡمُرۡسَلِينَ (kepada hamba-hamba Kami yang menjadi rasul) yaitu sebagaimana yang telah diungkapkan oleh firman-Nya yang lain, “Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang.” (Q.S. Al-Mujadilah, 21).

Tafsir Ibnu Katsir: Firman Allah: وَلَقَدۡ سَبَقَتۡ كَلِمَتُنَا لِعِبَادِنَا ٱلۡمُرۡسَلِينَ (“Dan sesungguhnya telah tetap janji Kami kepada hamba-hamba Kami yang menjadi Rasul.”) telah dikemukakan sebelumnya bahwa akhir yang baik itu berada di tangan para Rasul dan pengikutnya, baik di dunia maupun di akhirat. Sebagaimana firman Allah:

كَتَبَ ٱللَّهُ لَأَغۡلِبَنَّ أَنَا۠ وَرُسُلِىٓ إِنَّ ٱللَّهَ قَوِىٌّ عَزِيزٌ (“Allah telah menetapkan, ‘Pasti Aku dan para Rasul-Ku akan menang.’ Sesungguhnya Allah itu Mahakuat lagi Mahaperkasa.”) (al-Mujaadilah: 21)

Tafsir Kemenag: Allah menegaskan bahwa ketetapan-Nya telah berlaku sejak semula berkenaan dengan para rasul-Nya. Mereka itu dibela oleh Allah dan hamba-hamba-Nya yang beriman akan menang. Pernyataan bahwa Allah akan membantu para rasul-Nya ditegaskan dalam Ayat lain:

Sesungguhnya Kami akan menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari tampilnya para saksi (hari Kiamat) (al-Mu’min/40: 51)

Bahwa para rasul Allah beserta kaum yang beriman akan menang ditegaskan pula dalam Ayat lain: Allah telah menetapkan, “Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang.” Sungguh, Allah Mahakuat, Mahaperkasa. (al-Mujadilah/58: 21)

Bukti ketetapan Allah itu sudah jelas dari pengalaman umat-umat terdahulu sebagaimana sudah dibaca kisah-kisah mereka dalam Ayat-Ayat sebelum ini, yaitu bahwa rasul-rasul Allah beserta mereka yang beriman mendapat pertolongan dari-Nya, sedangkan umat mereka yang durhaka mengalami kehancuran.

Begitu pulalah Nabi Muhammad saw, beliau dan pengikutnya akan dibantu oleh Allah sebagaimana rasul-rasul-Nya yang lain, dan beliau beserta kaum Muslimin akan menang menghadapi kaum kafir Mekah, cepat atau lambat.

Tafsir Quraish Shihab: Aku bersumpah bahwa dalam ketentuan yang telah Kami tetapkan untuk hamba-hamba utusan Kami, mereka akan menang atas orang-orang kafir.

Surah As-Saffat Ayat 172
إِنَّهُمۡ لَهُمُ ٱلۡمَنصُورُونَ

Terjemahan: (yaitu) sesungguhnya mereka itulah yang pasti mendapat pertolongan.

Tafsir Jalalain: Atau janji tersebut sebagaimana yang diungkapkan-Nya pada Ayat berikut ini, yaitu, إِنَّهُمۡ لَهُمُ ٱلۡمَنصُورُونَ (yaitu, ‘Sesungguhnya mereka itulah yang pasti mendapat pertolongan.’).

Tafsir Ibnu Katsir: إِنَّهُمۡ لَهُمُ ٱلۡمَنصُورُونَ (“Dan sesungguhnya telah tetap janji Kami kepada hamba-hamba Kami yang menjadi Rasul. [yaitu] sesungguhnya mereka itulah yang pasti mendapat pertolongan.”) yakni di dunia dan di akhirat, sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya mengenai kemenangan para Rasul atas kaum mereka yang mendustakan dan menyalahi mereka, bagaimana Allah membinasakan orang-orang kafir dan menyelamatkan hamba-hamba-Nya yang beriman.

Tafsir Kemenag: Allah menegaskan bahwa ketetapan-Nya telah berlaku sejak semula berkenaan dengan para rasul-Nya. Mereka itu dibela oleh Allah dan hamba-hamba-Nya yang beriman akan menang. Pernyataan bahwa Allah akan membantu para rasul-Nya ditegaskan dalam Ayat lain:

Sesungguhnya Kami akan menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari tampilnya para saksi (hari Kiamat) (al-Mu’min/40: 51)

Bahwa para rasul Allah beserta kaum yang beriman akan menang ditegaskan pula dalam Ayat lain: Allah telah menetapkan, “Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang.” Sungguh, Allah Mahakuat, Mahaperkasa. (al-Mujadilah/58: 21)

Bukti ketetapan Allah itu sudah jelas dari pengalaman umat-umat terdahulu sebagaimana sudah dibaca kisah-kisah mereka dalam Ayat-Ayat sebelum ini, yaitu bahwa rasul-rasul Allah beserta mereka yang beriman mendapat pertolongan dari-Nya, sedangkan umat mereka yang durhaka mengalami kehancuran. Begitu pulalah Nabi Muhammad saw, beliau dan pengikutnya akan dibantu oleh Allah sebagaimana rasul-rasul-Nya yang lain, dan beliau beserta kaum Muslimin akan menang menghadapi kaum kafir Mekah, cepat atau lambat.

Tafsir Quraish Shihab: Aku bersumpah bahwa dalam ketentuan yang telah Kami tetapkan untuk hamba-hamba utusan Kami, mereka akan menang atas orang-orang kafir.

Baca Juga:  Surah Al-A'raf Ayat 117-122; Seri Tadabbur Al-Qur'an

Surah As-Saffat Ayat 173
وَإِنَّ جُندَنَا لَهُمُ ٱلۡغَٰلِبُونَ

Terjemahan: Dan sesungguhnya tentara Kami itulah yang pasti menang,

Tafsir Jalalain: وَإِنَّ جُندَنَا (Dan sesungguhnya tentara Kami) yakni orang-orang mukmin لَهُمُ ٱلۡغَٰلِبُونَ (itulah yang pasti menang) atas orang-orang kafir melalui hujah, dan mendapat kemenangan atas mereka di dunia ini. Dan jika sebagian dari orang-orang yang beriman itu tidak mendapat kemenangan atas orang-orang kafir di dunia ini, maka mereka pasti mendapat kemenangan di akhirat nanti.

Tafsir Ibnu Katsir: وَإِنَّ جُندَنَا لَهُمُ ٱلۡغَٰلِبُونَ (“Dan sesungguhnya tentara Kami itulah yang pasti menang.”) maksudnya, bagi mereka adalah akhir yang baik.

Tafsir Kemenag: Allah menegaskan bahwa ketetapan-Nya telah berlaku sejak semula berkenaan dengan para rasul-Nya. Mereka itu dibela oleh Allah dan hamba-hamba-Nya yang beriman akan menang. Pernyataan bahwa Allah akan membantu para rasul-Nya ditegaskan dalam Ayat lain:

Sesungguhnya Kami akan menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari tampilnya para saksi (hari Kiamat) (al-Mu’min/40: 51)

Bahwa para rasul Allah beserta kaum yang beriman akan menang ditegaskan pula dalam Ayat lain: Allah telah menetapkan, “Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang.” Sungguh, Allah Mahakuat, Mahaperkasa. (al-Mujadilah/58: 21)

Bukti ketetapan Allah itu sudah jelas dari pengalaman umat-umat terdahulu sebagaimana sudah dibaca kisah-kisah mereka dalam Ayat-Ayat sebelum ini, yaitu bahwa rasul-rasul Allah beserta mereka yang beriman mendapat pertolongan dari-Nya, sedangkan umat mereka yang durhaka mengalami kehancuran. Begitu pulalah Nabi Muhammad saw, beliau dan pengikutnya akan dibantu oleh Allah sebagaimana rasul-rasul-Nya yang lain, dan beliau beserta kaum Muslimin akan menang menghadapi kaum kafir Mekah, cepat atau lambat.

Tafsir Quraish Shihab: Dan hanya para pengikut dan penolong Kami sajalah yang akan memperoleh kemenangan atas orang-orang yang ingkar.

Surah As-Saffat Ayat 174
فَتَوَلَّ عَنۡهُمۡ حَتَّىٰ حِينٍ

Terjemahan: Maka berpalinglah kamu (Muhammad) dari mereka sampai suatu ketika.

Tafsir Jalalain: فَتَوَلَّ عَنۡهُمۡ (Maka berpalinglah kamu dari mereka) yaitu dari orang-orang kafir Mekah حَتَّىٰ حِينٍ (sampai suatu ketika”) sampai Dia memerintahkannya untuk memerangi mereka.

Tafsir Ibnu Katsir: Firman Allah: فَتَوَلَّ عَنۡهُمۡ حَتَّىٰ حِينٍ (“Maka, berpalinglah kamu [Muhammad] dari mereka sampai suatu ketika.”) yakni bersabarlah kami atas tindakan yang menyakitkan dari mereka terhadapmu, dan tunggulah sampai waktu yang tertentu, dan sesungguhnya Kami akan menjadikan bagimu akhir yang baik, kemenangan dan pertolongan. Oleh karena itu, sebagian mereka mengatakan bahwa hal itu berlangsung sampai peristiwa perang Badar, dan setelahnya pun masih dalam pengertian tersebut.

Tafsir Kemenag: Untuk mewujudkan kemenangan itu, Allah meminta Nabi Muhammad agar berpaling dari mereka. Maksudnya yaitu menunjukkan sikap tidak suka pada sikap pembangkangan mereka, tidak menghiraukan ancaman mereka, dan melanjutkan dakwah pada mereka dengan penuh tawakal kepada Allah, sebagaimana diperintahkan Allah dalam Ayat lain:

Dan janganlah engkau (Muhammad) menuruti orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, janganlah engkau hiraukan gangguan mereka dan bertawakallah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pelindung. (al-A.hzab/33: 48)

Di samping diperintahkan berpaling, Nabi Muhammad juga diperintahkan untuk melihat perkembangan selanjutnya, yaitu menunggu, karena pertolongan Allah pasti datang. Pertolongan itu adalah takluknya kota Mekah, sebagaimana dinyatakan Ayat berikut:

Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah, maka bertasbihlah dalam dengan Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima tobat. (an-Nashr/110: 1-3)

Mereka juga akan melihat perkembangan dan menunggu. Tetapi yang mereka tunggu hanyalah kekalahan.

Tafsir Quraish Shihab: Biarkan mereka dan tunggu sampai batas waktu yang telah ditentukan. Sesungguhnya Kami akan menjadikan kemenangan dan keberuntungan untukmu, Muhammad.

Surah As-Saffat Ayat 175
وَأَبۡصِرۡهُمۡ فَسَوۡفَ يُبۡصِرُونَ

Terjemahan: Dan lihatlah mereka, maka kelak mereka akan melihat (azab itu).

Tafsir Jalalain: وَأَبۡصِرۡهُمۡ (Dan terangkanlah kepada mereka) apabila azab turun kepada mereka فَسَوۡفَ يُبۡصِرُونَ (maka kelak mereka akan mengetahui) akibat dari kekafiran mereka.

Tafsir Ibnu Katsir: Firman Allah: وَأَبۡصِرۡهُمۡ فَسَوۡفَ يُبۡصِرُونَ (“Dan lihatlah mereka, maka kelak mereka akan melihat [adzab itu].”) maksudnya, lihatlah mereka dan perhatikan adzab dan siksaan apa yang akan menimpa mereka akibat penentangan dan pendustaan mereka. Oleh karena itu, Allah Ta’la mengancam dan memberikan intimidasi: فَسَوۡفَ يُبۡصِرُونَ (“Kelak mereka akan melihat.”)

Tafsir Kemenag: Untuk mewujudkan kemenangan itu, Allah meminta Nabi Muhammad agar berpaling dari mereka. Maksudnya yaitu menunjukkan sikap tidak suka pada sikap pembangkangan mereka, tidak menghiraukan ancaman mereka, dan melanjutkan dakwah pada mereka dengan penuh tawakal kepada Allah, sebagaimana diperintahkan Allah dalam Ayat lain:

Baca Juga:  Surah Ibrahim Ayat 35-36; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Dan janganlah engkau (Muhammad) menuruti orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, janganlah engkau hiraukan gangguan mereka dan bertawakallah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pelindung. (al-A.hzab/33: 48)

Di samping diperintahkan berpaling, Nabi Muhammad juga diperintahkan untuk melihat perkembangan selanjutnya, yaitu menunggu, karena pertolongan Allah pasti datang. Pertolongan itu adalah takluknya kota Mekah, sebagaimana dinyatakan Ayat berikut:

Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah, maka bertasbihlah dalam dengan Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima tobat. (an-Nashr/110: 1-3)

Mereka juga akan melihat perkembangan dan menunggu. Tetapi yang mereka tunggu hanyalah kekalahan.

Tafsir Quraish Shihab: Perhatikan dan nantikan siksa dan derita yang akan menimpa mereka akibat melanggar dan mendustakanmu. Kelak mereka akan menyaksikan kekalahan di pihak mereka dan pertolongan Allah di pihak orang-orang yang beriman.

Surah As-Saffat Ayat 176
أَفَبِعَذَابِنَا يَسۡتَعۡجِلُونَ

Terjemahan: Maka apakah mereka meminta supaya siksa Kami disegerakan?

Tafsir Jalalain: Maka mereka mengatakan dengan nada yang mengejek, “Kapankah turunnya azab itu?” Lalu Allah berfirman mengancam mereka yang mengatakan demikian: أَفَبِعَذَابِنَا يَسۡتَعۡجِلُونَ (Maka apakah mereka meminta supaya siksa Kami disegerakan.).

Tafsir Ibnu Katsir: Firman Allah: أَفَبِعَذَابِنَا يَسۡتَعۡجِلُونَ (“Maka apakah mereka meminta supaya siksa Kami disegerakan?”) maksudnya sebenarnya mereka itu meminta agar disegerakan adzab atas kedustaan dan kekufuran mereka kepadamu. Padahal sesungguhnya Allah Ta’ala murka terhadap mereka atas hal tersebut dan memberikan siksaan bagi mereka. Mereka meminta adzab dan siksaan disegerakan kepada mereka.

Tafsir Kemenag: Setelah orang-orang kafir itu diancam kekalahan di dunia, supaya mereka beriman, mereka diancam dengan azab akhirat. Karena keingkaran atau karena tidak percaya adanya azab akhirat itu, mereka menantang Nabi saw agar menyegerakan terjadinya azab akhirat itu waktu di dunia ini juga. Untuk menjawab tantangan itu, Allah bertanya apakah betul-betul mereka menginginkan azab akhirat itu disegerakan.

Allah menyatakan bahwa bila azab akhirat itu disegerakan dan diturunkan ke halaman rumah mereka, maka malapetaka yang menimpa akan tak terkirakan. Yaitu datangnya malapetaka itu pada pagi hari, yakni di saat orang-orang yang diancam itu masih ingin menambah tidurnya menjelang matahari terbit, sehingga mereka belum siap menghadapinya.

Hebatnya malapetaka pagi hari dapat diambil contohnya dari serangan Nabi saw terhadap Khaibar di waktu subuh yang mengakibatkan jatuhnya benteng itu:

Dari Anas r.a. bahwa ia berkata, “Rasulullah pada pagi hari berada di Khaibar. Ketika mereka(Yahudi penduduk Khaibar) keluar dengan kampak dan tombak mereka, dan melihat pasukan, mereka lari dan berteriak, ‘Muhammad, demi Allah, Muhammad, dan pasukannya!” Nabi berkata, ‘Allah Mahaagung, Khaibar hancur. Kita bila sampai di halaman mereka, itu adalah subuh yang jelek sekali bagi orang-orang yang diancam itu.” (RiwAyat al-Bukhari dan Muslim).

Tafsir Quraish Shihab: Apakah mereka tidak berpikir sehingga meminta agar siksa Kami disegerakan?

Surah As-Saffat Ayat 177
فَإِذَا نَزَلَ بِسَاحَتِهِمۡ فَسَآءَ صَبَاحُ ٱلۡمُنذَرِينَ

Terjemahan: Maka apabila siksaan itu turun dihalaman mereka, maka amat buruklah pagi hari yang dialami oleh orang-orang yang diperingatkan itu.

Tafsir Jalalain: فَإِذَا نَزَلَ بِسَاحَتِهِمۡ (Maka apabila siksaan itu turun di halaman mereka) maksudnya, di tengah-tengah mereka. Sehubungan dengan makna lafal As-Saahah ini Imam Al-Farra mengatakan, bahwa orang-orang Arab bila menyebutkan suatu kaum cukup hanya dengan menyebutkan halaman tempat mereka tinggal فَسَآءَ (maka amat buruklah) yakni seburuk-buruk pagi hari adalah صَبَاحُ ٱلۡمُنذَرِينَ (pagi hari yang dialami oleh orang-orang yang diperingatkan itu) di dalam ungkapan Ayat ini terdapat Isim Zahir yang menduduki tempatnya Isim Mudhmar.

Tafsir Ibnu Katsir: فَإِذَا نَزَلَ بِسَاحَتِهِمۡ فَسَآءَ صَبَاحُ ٱلۡمُنذَرِينَ (“Maka apabila siksaan itu turun di halaman mereka, amat buruklah pagi hari yang dialami oleh orang-orang yang diperingatkan itu.”) maksudnya jika adzab itu turun di tempat tinggal mereka, maka amat buruklah hari itu, hari dimana mereka dibinasakan dan dihancurkan.

Mengenai firman-Nya: فَإِذَا نَزَلَ بِسَاحَتِهِمۡ (“Maka apabila siksaan itu turun di halaman mereka.”) as-Suddi mengatakan bahwa maksudnya adalah di rumah-rumah mereka.

فَسَآءَ صَبَاحُ ٱلۡمُنذَرِينَ (“Maka amat buruklah pagi hari yang dialami oleh orang-orang yang diperingatkan itu.”) maksudnya pagi yang paling buruk adalah pagi yang dialami mereka. Oleh karena itu, telah ditegaskan di dalam kitab ash-Shahihain, dari hadits Isma’il Ibnu ‘Ulayyah, dari ‘Abdul ‘Aziz bin Shuhaib, dari Anas, dia bercerita bahwa Rasulullah saw. tiba di Khaibar pada pagi hari. Maka, ketika mereka keluar membawa bapak-bapak dan cangkul serta melihat bala tentara telah berdiri tegak, mereka kembali pulang sambil mengatakan: “Muhammad. Demi Allah, Muhammad bersama pasukannya.”

Baca Juga:  Surah Al-A'raf Ayat 80-81; Seri Tadabbur Al-Qur'an

Maka Nabi saw. bersabda: “Allah Mahabesar, Khaibar telah binasa. Sesungguhnya apabila kita menyerang perkampungan suatu kaum, maka betapa buruknya waktu pagi yang dialami oleh orang-orang yang diberi peringatan itu.”

Tafsir Kemenag: Setelah orang-orang kafir itu diancam kekalahan di dunia, supaya mereka beriman, mereka diancam dengan azab akhirat. Karena keingkaran atau karena tidak percaya adanya azab akhirat itu, mereka menantang Nabi saw agar menyegerakan terjadinya azab akhirat itu waktu di dunia ini juga. Untuk menjawab tantangan itu, Allah bertanya apakah betul-betul mereka menginginkan azab akhirat itu disegerakan.

Allah menyatakan bahwa bila azab akhirat itu disegerakan dan diturunkan ke halaman rumah mereka, maka malapetaka yang menimpa akan tak terkirakan. Yaitu datangnya malapetaka itu pada pagi hari, yakni di saat orang-orang yang diancam itu masih ingin menambah tidurnya menjelang matahari terbit, sehingga mereka belum siap menghadapinya.

Hebatnya malapetaka pagi hari dapat diambil contohnya dari serangan Nabi saw terhadap Khaibar di waktu subuh yang mengakibatkan jatuhnya benteng itu:

Dari Anas r.a. bahwa ia berkata, “Rasulullah pada pagi hari berada di Khaibar. Ketika mereka(Yahudi penduduk Khaibar) keluar dengan kampak dan tombak mereka, dan melihat pasukan, mereka lari dan berteriak, ‘Muhammad, demi Allah, Muhammad, dan pasukannya!” Nabi berkata, ‘Allah Mahaagung, Khaibar hancur. Kita bila sampai di halaman mereka, itu adalah subuh yang jelek sekali bagi orang-orang yang diancam itu.” (RiwAyat al-Bukhari dan Muslim).

Tafsir Quraish Shihab: Tatakala siksa itu turun di halaman mereka yang luas, maka amat buruklah pagi yang dialami oleh orang-orang yang diberi peringatan berupa siksa itu.

Surah As-Saffat Ayat 178
وَتَوَلَّ عَنۡهُمۡ حَتَّىٰ حِينٍ

Terjemahan: Dan berpalinglah kamu dari mereka hingga suatu ketika.

Tafsir Jalalain: وَتَوَلَّ عَنۡهُمۡ حَتَّىٰ حِينٍ (Dan berpalinglah kamu dari mereka hingga suatu ketika.).

Tafsir Ibnu Katsir: وَتَوَلَّ عَنۡهُمۡ حَتَّىٰ حِينٍ (Dan berpalinglah kamu dari mereka hingga suatu ketika.) Ayat ini merupakan penekanan terhadap perintah sebelumnya. wallaaHu a’lam.

Tafsir Kemenag: Menghadapi tantangan kaum kafir agar azab akhirat disegerakan bagi mereka, Allah memerintahkan Nabi untuk berpaling, yaitu menunjukkan sikap tidak suka pada sikap pembangkangan mereka, tidak menghiraukan ancaman mereka, dan melanjutkan dakwah kepada mereka dengan penuh tawakal kepada Allah, dan melihat perkembangan selanjutnya, yaitu menunggu. Untuk itu diperlukan sikap sabar dan tawakal sebagaimana sikap yang lalu pada waktu menunggu kehancuran mereka di dunia. Dengan demikian azab akhirat itu pasti mereka terima.

Tafsir Quraish Shihab: Berpalinglah dari mereka sampai datang waktu siksa itu.

Surah As-Saffat Ayat 179
وَأَبۡصِرۡ فَسَوۡفَ يُبۡصِرُونَ

Terjemahan: Dan lihatlah, maka kelak mereka juga akan melihat.

Tafsir Jalalain: وَأَبۡصِرۡ فَسَوۡفَ يُبۡصِرُونَ (Dan lihatlah, karena mereka juga akan melihat) Ayat ini diulangi penyebutannya dengan maksud untuk mengukuhkan ancaman yang ditujukan kepada mereka, dan sekaligus sebagai penenang hati bagi Nabi saw.

Tafsir Ibnu Katsir: وَأَبۡصِرۡ فَسَوۡفَ يُبۡصِرُونَ (Dan lihatlah, maka kelak mereka juga akan melihat.) Ayat ini merupakan penekanan terhadap perintah sebelumnya. wallaaHu a’lam.

Tafsir Kemenag: Allah Menghadapi tantangan kaum kafir agar azab akhirat disegerakan bagi mereka, Allah memerintahkan Nabi untuk berpaling, yaitu menunjukkan sikap tidak suka pada sikap pembangkangan mereka, tidak menghiraukan ancaman mereka, dan melanjutkan dakwah kepada mereka dengan penuh tawakal kepada Allah, dan melihat perkembangan selanjutnya, yaitu menunggu. Untuk itu diperlukan sikap sabar dan tawakal sebagaimana sikap yang lalu pada waktu menunggu kehancuran mereka di dunia. Dengan demikian azab akhirat itu pasti mereka terima.

Tafsir Quraish Shihab: Perhatikanlah apa yang mereka dan kamu hadapi, mereka juga kelak akan menyaksikan siksa yang mereka minta disegerakan.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah As-Saffat Ayat 171-179 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S