Surah Asy-Syu’ara Ayat 160-164; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Asy-Syu'ara Ayat 160-164

Pecihitam.org – Kandungan Surah Asy-Syu’ara Ayat 160-164 ini, diterangkan bahwa kaum Nabi Lut telah mendustakan seruan Nabi Lut yang diutus Allah kepada mereka. Nabi Lut menyeru mereka agar bertakwa kepada Allah, Tuhan Pencipta mereka semuanya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Asy-Syu’ara Ayat 160-164

Surah Asy-Syu’ara Ayat 160
كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوطٍ الْمُرْسَلِينَ

Terjemahan: Kaum Luth telah mendustakan rasul-rasul,

Tafsir Jalalain: كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوطٍ الْمُرْسَلِينَ (Kaum Luth telah mendustakan Rasul-rasul).

Tafsir Ibnu Katsir: Allah Ta’ala berfirman mengabarkan tentang hamba dan Rasul-Nya, yakni Luth as. Dia adalah Luth bin Harun bin Haran bin Azar. Luth merupakan anak saudara Ibrahim al-Khalil. Allah telah mengutusnya kepada umat yang besar di masa hidup Ibrahim as. Mereka tinggal di negeri Sadum. Karena amal-amal mereka yang buruk kemudian dibinasakan oleh Allah serta tempatnya dijadikan laut mati yang busuk.

Tafsir Kemenag: Pada ayat ini diterangkan bahwa kaum Nabi Lut telah mendustakan seruan Nabi Lut yang diutus Allah kepada mereka. Nabi Lut menyeru mereka agar bertakwa kepada Allah, Tuhan Pencipta mereka semuanya.

Nabi Lut adalah anak Haran bin Terah, saudara Nabi Ibrahim. Oleh karena itu, Lut adalah kemenakan Nabi Ibrahim. Lut beriman kepada apa yang disampaikan pamannya, Ibrahim, sebagaimana disebut dalam firman Allah:

Maka Lut membenarkan (kenabian Ibrahim). Dan dia (Ibrahim) berkata, “Sesungguhnya aku harus berpindah ke (tempat yang diperintahkan) Tuhanku; sungguh, Dialah Yang Maha Perkasa, Mahabijaksana.” (al-‘Ankabut/29: 26).

Nabi Lut tinggal bersama Nabi Ibrahim di kota Ur, kemudian pindah bersamanya ke Palestina dan melawat ke Mesir. Dari Mesir ia kembali ke Palestina bersama Ibrahim. Mereka kemudian berpisah, Nabi Lut pergi ke Sodom, sedang Ibrahim tetap di Palestina.

Kota Sodom terletak di daerah Yordania sekarang, di pantai Buhairah (danau) Lut. Buhairah Lut ialah di bagian selatan Laut Mati. Jadi kota Sodom tidak berapa jauh dari Baitul Makdis. (Lihat kosakata “Lut”).

Tafsir Quraish Shihab: Kaum Luth–di saat menolak seruan untuk mengesakan Allah dan meninggalkan kemusyrikan–telah mendustakan para rasul.

Surah Asy-Syu’ara Ayat 161
إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ لُوطٌ أَلَا تَتَّقُونَ

Terjemahan: ketika saudara mereka, Luth, berkata kepada mereka: mengapa kamu tidak bertakwa?”

Tafsir Jalalain: إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ لُوطٌ أَلَا تَتَّقُونَ (Ketika saudara mereka, Luth, berkata kepada mereka, “Mengapa kalian tidak bertakwa?).

Tafsir Ibnu Katsir: Kaum Lut mendustakan rasul-rasul, ketika saudara mereka Lut berkata kepada mereka, أَلَا تَتَّقُونَ (“Mengapa kalian tidak bertakwa?) Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepada kalian, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.

Baca Juga:  Surah Quraisy; Terjemahan, Tafsir, Asbabun Nuzul, Khasiat Membacanya

Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepada kalian atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Allah Swt. menceritakan tentang hamba dan Rasul-Nya Lut a.s. Dia adalah Lut ibnu Haran ibnu Azar yang berarti dia adalah keponakan Nabi Ibrahim a.s. Allah mengutusnya kepada suatu kaum yang besar di masa Nabi Ibrahim a.s.
masih hidup.

Tafsir Kemenag: Pada ayat ini diterangkan bahwa kaum Nabi Lut telah mendustakan seruan Nabi Lut yang diutus Allah kepada mereka. Nabi Lut menyeru mereka agar bertakwa kepada Allah, Tuhan Pencipta mereka semuanya.

Nabi Lut adalah anak Haran bin Terah, saudara Nabi Ibrahim. Oleh karena itu, Lut adalah kemenakan Nabi Ibrahim. Lut beriman kepada apa yang disampaikan pamannya, Ibrahim, sebagaimana disebut dalam firman Allah:

Maka Lut membenarkan (kenabian Ibrahim). Dan dia (Ibrahim) berkata, “Sesungguhnya aku harus berpindah ke (tempat yang diperintahkan) Tuhanku; sungguh, Dialah Yang Maha Perkasa, Mahabijaksana.” (al-‘Ankabut/29: 26).

Nabi Lut tinggal bersama Nabi Ibrahim di kota Ur, kemudian pindah bersamanya ke Palestina dan melawat ke Mesir. Dari Mesir ia kembali ke Palestina bersama Ibrahim. Mereka kemudian berpisah, Nabi Lut pergi ke Sodom, sedang Ibrahim tetap di Palestina.

Kota Sodom terletak di daerah Yordania sekarang, di pantai Buhairah (danau) Lut. Buhairah Lut ialah di bagian selatan Laut Mati. Jadi kota Sodom tidak berapa jauh dari Baitul Makdis. (Lihat kosakata “Lut”).

Tafsir Quraish Shihab: Ingatkanlah kaummu, wahai Muhammad, tatkala Luth, saudara dan besan kaumnya, berkata kepada mereka, “Wahai kaumku, tidakkah kalian takut akan azab Allah?

Surah Asy-Syu’ara Ayat 162
إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ

Terjemahan: Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,

Tafsir Jalalain: إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ (Sesungguhnya aku adalah seorang Rasul kepercayaan yang diutus kepada kalian).

Tafsir Ibnu Katsir: mereka tinggal di Sadom dan kota-kota yang ada di sekitarnya yang dibinasakan oleh Allah, lalu Allah mengubah bekas tempat tinggal mereka menjadi danau yang baunya busuk lagi kotor. Letaknya adalah di negeri Al-Gaur yang bersebelahan dengan bukit-bukit Baitul Maqdis, juga bersebelahan dengan negeri Al-Kark dan Asy-Syawik.

Nabi Lut menyeru mereka untuk menyembah Allah semata, tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan hendaknya mereka taat kepada rasul mereka yang diutus oleh Allah kepada mereka.

Tafsir Kemenag: Penduduk kota Sodom (Sadum) adalah penduduk yang sangat buruk budi pekertinya. Mereka menyembah patung-patung di samping menyembah Allah. Oleh sebab itu, Nabi Lut menyeru mereka agar menyembah Allah semata, bertakwa kepada-Nya, dan mengikuti ajaran yang dibawanya.

Baca Juga:  Surah Az-Zukhruf Ayat 81-89; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Sebagaimana halnya dengan Nabi Nuh, Nabi Hud, dan Nabi Saleh, Nabi Lut pun telah menyampaikan kepada kaumnya bahwa ia adalah rasul yang benar-benar diutus kepada mereka untuk menyampaikan agama Allah. Ia tidak mengharapkan upah dari mereka sebagai imbalan dari seruan yang telah disampaikannya. Ia hanya mengharapkan upah dari Allah yang telah mengutusnya seperti juga para nabi yang lain.

Tafsir Quraish Shihab: Sesungguhnya aku diutus oleh Allah kepada kalian untuk menyampaikan agama yang benar dan aku dapat dipercaya untuk menyampaikan agama ini.

Surah Asy-Syu’ara Ayat 163
فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ

Terjemahan: maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.

Tafsir Jalalain: فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ (Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku).

Tafsir Ibnu Katsir: Nabi mereka melarang mereka melakukan perbuatan durhaka kepada Allah dan melarang melakukan perbuatan yang belum pernah ada seorang pun di dunia ini berani melakukannya selain mereka, yaitu menggauli laki-laki, bukan wanita.”

Tafsir Kemenag: Penduduk kota Sodom (Sadum) adalah penduduk yang sangat buruk budi pekertinya. Mereka menyembah patung-patung di samping menyembah Allah. Oleh sebab itu, Nabi Lut menyeru mereka agar menyembah Allah semata, bertakwa kepada-Nya, dan mengikuti ajaran yang dibawanya.

Sebagaimana halnya dengan Nabi Nuh, Nabi Hud, dan Nabi Saleh, Nabi Lut pun telah menyampaikan kepada kaumnya bahwa ia adalah rasul yang benar-benar diutus kepada mereka untuk menyampaikan agama Allah. Ia tidak mengharapkan upah dari mereka sebagai imbalan dari seruan yang telah disampaikannya. Ia hanya mengharapkan upah dari Allah yang telah mengutusnya seperti juga para nabi yang lain.

Tafsir Quraish Shihab: Maka hindarilah azab Allah, dan ikutilah seruanku kepada kalian.

Surah Asy-Syu’ara Ayat 164
وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ

Terjemahan: Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semeta alam.

Tafsir Jalalain: وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ (Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepada kalian atas ajakan itu, tidak lain) إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ (upahku hanyalah dari Rabb semesta alam).

Tafsir Ibnu Katsir: Kaum Lut mendustakan rasul-rasul, ketika saudara mereka Lut berkata kepada mereka, “Mengapa kalian tidak bertakwa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepada kalian, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.

Baca Juga:  Surah An-Nisa Ayat 163-165; Seri Tadabbur Al Qur'an

Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepada kalian atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Allah Swt. menceritakan tentang hamba dan Rasul-Nya Lut a.s. Dia adalah Lut ibnu Haran ibnu Azar yang berarti dia adalah keponakan Nabi Ibrahim a.s. Allah mengutusnya kepada suatu kaum yang besar di masa Nabi Ibrahim a.s.

masih hidup; mereka tinggal di Sadom dan kota-kota yang ada di sekitarnya yang dibinasakan oleh Allah, lalu Allah mengubah bekas tempat tinggal mereka menjadi danau yang baunya busuk lagi kotor. Letaknya adalah di negeri Al-Gaur yang bersebelahan dengan bukit-bukit Baitul Maqdis, juga bersebelahan dengan negeri Al-Kark dan Asy-Syawik. Nabi Lut menyeru mereka untuk menyembah Allah semata, tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan hendaknya mereka taat kepada rasul mereka yang diutus oleh Allah kepada mereka.

Nabi mereka melarang mereka melakukan perbuatan durhaka kepada Allah dan melarang melakukan perbuatan yang belum pernah ada seorang pun di dunia ini berani melakukannya selain mereka, yaitu menggauli laki-laki, bukan wanita.”

Tafsir Kemenag: Penduduk kota Sodom (Sadum) adalah penduduk yang sangat buruk budi pekertinya. Mereka menyembah patung-patung di samping menyembah Allah. Oleh sebab itu, Nabi Lut menyeru mereka agar menyembah Allah semata, bertakwa kepada-Nya, dan mengikuti ajaran yang dibawanya.

Sebagaimana halnya dengan Nabi Nuh, Nabi Hud, dan Nabi Saleh, Nabi Lut pun telah menyampaikan kepada kaumnya bahwa ia adalah rasul yang benar-benar diutus kepada mereka untuk menyampaikan agama Allah. Ia tidak mengharapkan upah dari mereka sebagai imbalan dari seruan yang telah disampaikannya. Ia hanya mengharapkan upah dari Allah yang telah mengutusnya seperti juga para nabi yang lain.

Tafsir Quraish Shihab: Aku tidak mengharap imbalan kalian saat menyampaikan dakwahku ini. Imbalanku semata-mata dari Sang Penguasa dan Pemelihara alam semesta.”

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Asy-Syu’ara Ayat 160-164 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S