Surah At-Taghabun Ayat 5-6; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah At-Taghabun Ayat 5-6

Pecihitam.org – Kandungan Surah At-Taghabun Ayat 5-6 ini, menyatakan bahwa Orang-orang munafik itu apabila diajak mendatangi Rasulullah saw agar beliau memintakan ampunan kepada Allah atas dosa-dosa yang telah diperbuat, mereka itu menolak mentah-mentah ajakan itu. Mereka memalingkan mukanya dengan gaya yang menunjukkan keangkuhan dan kesombongan.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah At-Taghabun Ayat 5-6

Surah At-Taghabun Ayat 5
أَلَمۡ يَأۡتِكُمۡ نَبَؤُاْ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِن قَبۡلُ فَذَاقُواْ وَبَالَ أَمۡرِهِمۡ وَلَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Terjemahan: “Apakah belum datang kepadamu (hai orang-orang kafir) berita orang-orang kafir terdahulu. Maka mereka telah merasakan akibat yang buruk dari perbuatan mereka dan mereka memperoleh azab yang pedih.

Tafsir Jalalain: َلَمۡ يَأۡتِكُمۡ (Apakah belum datang kepada kalian) hai orang-orang kafir Mekah نَبَؤُاْ (berita) atau cerita ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِن قَبۡلُ فَذَاقُواْ وَبَالَ أَمۡرِهِمۡ (tentang orang-orang kafir dahulu? Maka mereka telah merasakan akibat yang buruk dari perbuatan mereka) yaitu hukuman di dunia sebagai pembalasan dari kekafiran mereka وَلَهُمۡ (dan bagi mereka) di akhirat nanti عَذَابٌ أَلِيمٌ (azab yang pedih) yang menyakitkan.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah berfirman seraya mengabarkan tentang umat-umat terdahulu dan adzab serta siksaan yang menimpa mereka akibat tindakan mereka menyalahi para Rasul dan mendustakan kebenaran, dimana Allah berfirman:

أَلَمۡ يَأۡتِكُمۡ نَبَؤُاْ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِن قَبۡلُ (“Apakah belum datang kepadamu [hai orang-orang kafir] berita orang-orang kafir terdahulu?”) yakni berita tentang mereka dan apa yang menimpa mereka. فَذَاقُواْ وَبَالَ أَمۡرِهِمۡ (“Maka mereka telah merasakan akibat yang buruk dari perbuatan mereka.”) maksudnya akibat dusta mereka dan buruknya perbuatan mereka, sehingga mereka mendapatkan siksaan dan hinaan di dunia.

وَلَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٌ (“dan mereka memperoleh adzab yang pedih.”) yakni di alam akhirat.

Tafsir Kemenag: Orang-orang munafik itu apabila diajak mendatangi Rasulullah saw agar beliau memintakan ampunan kepada Allah atas dosa-dosa yang telah diperbuat, mereka itu menolak mentah-mentah ajakan itu. Mereka memalingkan mukanya dengan gaya yang menunjukkan keangkuhan dan kesombongan.

Baca Juga:  Surah Al-Hujurat Ayat 6-8; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Hal ini disebutkan pula dalam firman Allah: Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Marilah (patuh) kepada apa yang telah diturunkan Allah dan (patuh) kepada Rasul,” (niscaya) engkau (Muhammad) melihat orang munafik menghalangi dengan keras darimu. (an-Nisa’/4: 61) .

Tafsir Quraish Shihab: Sungguh telah datang kepada kalian berita tentang orang-orang yang kafir sebelum kalian. Di dunia, mereka telah merasakan akibat buruk perbuatan mereka. Dan di akhirat kelak mereka akan memperoleh siksa yang amat menyakitkan.

Surah At-Taghabun Ayat 6
ذَٰلِكَ بِأَنَّهُۥ كَانَت تَّأۡتِيهِمۡ رُسُلُهُم بِٱلۡبَيِّنَٰتِ فَقَالُوٓاْ أَبَشَرٌ يَهۡدُونَنَا فَكَفَرُواْ وَتَوَلَّواْ وَّٱسۡتَغۡنَى ٱللَّهُ وَٱللَّهُ غَنِىٌّ حَمِيدٌ

Terjemahan: “Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya telah datang kepada mereka Rasul-Rasul mereka membawa keterangan-keterangan lalu mereka berkata: “Apakah manusia yang akan memberi petunjuk kepada kami?” lalu mereka ingkar dan berpaling; dan Allah tidak memerlukan (mereka). Dan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

Tafsir Jalalain: ذَٰلِكَ (Yang demikian itu) atau azab di dunia itu بِأَنَّهُۥ (adalah karena sesungguhnya) dhamir yang terdapat dalam lafal annahu adalah dhamir sya’n كَانَت تَّأۡتِيهِمۡ رُسُلُهُم بِٱلۡبَيِّنَٰتِ (telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata) hujah-hujah yang jelas yang menunjukkan kepada keimanan,

فَقَالُوٓاْ أَبَشَرٌ (lalu mereka berkata, “Apakah manusia) yang dimaksud adalah jenisnya يَهۡدُونَنَا فَكَفَرُواْ وَتَوَلَّواْ (yang akan memberi petunjuk kepada kami?” Lalu mereka ingkar dan berpaling) dari keimanan وَّٱسۡتَغۡنَى ٱللَّهُ (dan Allah tidak memerlukan) keimanan mereka. وَٱللَّهُ غَنِىٌّ (Dan Allah Maha Kaya) dari makhluk-Nya حَمِيدٌ (lagi Maha Terpuji) dalam perbuatan-perbuatan-Nya.

Baca Juga:  Surah As-Saffat Ayat 83-87; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Ibnu Katsir: Sebagai kelanjutan dari siksaan yang telah mereka rasakan di dunia. Kemudian Allah Ta’ala memberikan alasan atas keputusan tersebut seraya berfirman: ذَٰلِكَ بِأَنَّهُۥ كَانَت تَّأۡتِيهِمۡ رُسُلُهُم بِٱلۡبَيِّنَٰتِ (“Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya telah datang kepada mereka Rasul-Rasul mereka [membawa] keterangan-keterangan.”) yakni dengan hujjah-hujjah, dalil-dalil serta bukti-bukti.

فَقَالُوٓاْ أَبَشَرٌ يَهۡدُونَنَا (“Lalu mereka berkata:’Apakah manusia yang akan memberi petunjuk kepada kami?’”) maksudnya mereka menganggap tidak mungkin risalah ini berada di tangan manusia yang sama dengan mereka. فَكَفَرُواْ وَتَوَلَّواْ (“Lalu mereka ingkar dan berpaling.”) yakni mereka mendustakan kebenaran dan menolak untuk mengamalkannya. وَّٱسۡتَغۡنَى ٱللَّهُ (“dan Allah tidak memerlukan.”) artinya tidak membutuhkan mereka, وَٱللَّهُ غَنِىٌّ حَمِيدٌ (“Dan Allah Mahakaya lagi Mahaterpuji.”)

Tafsir Kemenag: Allah memperingatkan orang-orang musyrik penduduk Mekah tentang kejadian-kejadian yang telah dialami oleh orang-orang yang mengingkari para rasul sebelum mereka, seperti kaum Nuh, kaum Hud, kaum Saleh, dan lainnya.

Kepada mereka telah ditimpakan berbagai azab dan siksa yang bermacam-macam bentuknya. Ada yang berupa banjir yang menenggelamkan dan merusak apa yang ada di atas bumi, ada yang berupa angin topan yang menerbangkan dan menghancurkan bangunan-bangunan tempat tinggal mereka, dan lain sebagainya. (6)

Allah menerangkan bahwa sebab-sebab ditimpakan berbagai azab kepada umat terdahulu itu ialah karena kecerobohan mereka mendustakan para rasul sesudah mereka diberi keterangan yang jelas, dan diperlihatkan mukjizat-mukjizat nyata. Mereka berkata,

“Satu hal yang ajaib bahwa orang yang akan memberi petunjuk kepada kami ialah manusia biasa yang tidak mempunyai sedikit pun kelebihan dari kami. Ia tidak mempunyai pikiran lebih unggul dari kami, dan tidak memiliki kekuatan dan kekuasaan untuk menundukkan kami.”

Dalam ayat yang lain Allah berfirman: Maka mereka berkata, “Bagaimana kita akan mengikuti seorang manusia (biasa) di antara kita?” (al-Qamar/54: 24) Mereka tidak mengetahui bahwa para nabi dan rasul itu adalah orang-orang yang telah dipilih Allah menurut kehendak-Nya, sebagaimana diterangkan dalam firman-Nya: Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan-Nya. (al-An’am/6: 124)

Baca Juga:  Surah At-Taghabun Ayat 14-18; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Setelah keingkaran mereka berkepanjangan dan pembangkangan mereka berlarut-larut, maka Allah membinasakan mereka. Allah tidak memerlukan mereka serta tidak mempunyai kepentingan sedikit pun kepada mereka. Dia Mahakuasa, tidak mempunyai keperluan sedikit pun kepada sesuatu, Maha Terpuji atas segala nikmat yang telah ditetapkan kepada makhluk-Nya.

Tafsir Quraish Shihab: Musibah yang telah dan akan mereka terima itu adalah disebabkan karena mereka telah didatangi para rasul dengan membawa mukjizat yang nyata, tetapi mereka mengingkarinya dengan mengatakan, “Apakah manusia biasa yang dapat memberi petunjuk kepada kami?” Mereka mengingkari pengutusan para rasul tersebut dan berpaling dari kebenaran.

Allah kemudian memperlihatkan bahwa Dia tidak memerlukan keimanan mereka dengan cara menghancurkan mereka. Allah Mahakaya hingga tidak memerlukan makhluk- Nya, dan amat pantas menerima segala pujian karena karunia-Nya yang baik.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah At-Taghabun Ayat 5-6 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S