Surah Hud Ayat 32-34; Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an

Surah Hud Ayat 32-34

Pecihitam.org – Kandungan Surah Hud Ayat 32-34 ini menjelaskan tentang orang-orang yang kafir yang enggan menerima kebenaran. Dan jika mereka sudah kehabisan hujjah untuk berdebat biasanya mereka melakukan penghinaan dan menyombongkan diri.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Bahkan seringkali mereka menantang dengan berkata “Apabila perkataanmu itu benar, maka turunkanlah azab Allah dan siksaan-Nya kepada kami”.

Padahal, azab atau siksaan itu bukan di tangan para Nabi as, melainkan di tangan Allah SWT. Dia akan menurunkan azab tersebut bila diperlukan, dan azab yang sesungguhnya akan diterima orang-orang kafir pada Hari kiamat.

Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an Surah Hud Ayat 32-34

Surah Hud Ayat 32
قَالُوا يَا نُوحُ قَدْ جَادَلْتَنَا فَأَكْثَرْتَ جِدَالَنَا فَأْتِنَا بِمَا تَعِدُنَا إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ

Terjemahan: Mereka berkata “Hai Nuh, sesungguhnya kamu telah berbantah dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar”.

Tafsir Jalalain: قَالُوا يَا نُوحُ قَدْ جَادَلْتَنَا (Mereka berkata, “Hai Nuh! Sesungguhnya kamu telah berbantah dengan kami) telah memusuhi kami فَأَكْثَرْتَ جِدَالَنَا فَأْتِنَا بِمَا تَعِدُنَا (dan kamu memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami apa yang kamu ancamkan kepada kami) yaitu azab إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ (jika kamu termasuk orang-orang yang benar”) di dalam ancaman yang kamu katakan itu.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah berfirman dengan mengabarkan tentang tuntutan penyegeraan siksa, adzab dan murka Allah oleh kaum Nuh as. قَالُوا يَا نُوحُ قَدْ جَادَلْتَنَا فَأَكْثَرْتَ جِدَالَنَا (Mereka berkata: Hai Nuh, sesungguhnya kamu telah berbantah dengan kami dan kamu memperpanjang bantahanmu terhadap kami) Maksudnya, engkau telah melontarkan bantahan berulang kali dan kami tidak akan mengikutimu.

Baca Juga:  Surah Hud Ayat 53-56; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

فَأْتِنَا بِمَا تَعِدُنَا (Maka datangkanlah kepada kami adzab yang kamu ancamkan kepada kami) Yakni, berupa murka dan adzab. Kutuklah kami sesuka hatimu, lalu datangkanlah kutukan tersebut kepada kami. إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ (Jika kamu temasuk orang-orang yang benar).

Tafsir Quraish Shihab: Mereka berkata, “Wahai Nûh, sungguh kamu telah mendebat kami agar beriman kepadamu dan debatmu itu sudah terlampau banyak dan membosankan sehingga kami tak bersedia lagi mendengar ucapanmu. Datangkan saja azab yang telah engkau ancamkan kepada kami ini, kalau kamu memang benar.”

Surah Hud Ayat 33
قَالَ إِنَّمَا يَأْتِيكُمْ بِهِ اللَّهُ إِنْ شَاءَ وَمَا أَنْتُمْ بِمُعْجِزِينَ

Terjemahan: Nuh menjawab: “Hanyalah Allah yang akan mendatangkan azab itu kepadamu jika Dia menghendaki, dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri.

Tafsir Jalalain: قَالَ إِنَّمَا يَأْتِيكُمْ بِهِ اللَّهُ إِنْ شَاءَ (Nuh menjawab, “Hanyalah Allah yang akan mendatangkan azab itu kepada kalian jika Dia menghendaki) supaya azab itu disegerakan terhadap kalian karena sesungguhnya urusan penurunan azab itu kembali kepada-Nya وَمَا أَنْتُمْ بِمُعْجِزِينَ (dan kalian sekali-kali tidak dapat melepaskan diri) dari azab-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir: قَالَ إِنَّمَا يَأْتِيكُمْ بِهِ اللَّهُ إِنْ شَاءَ وَمَا أَنْتُمْ بِمُعْجِزِينَ (Nuh menjawab: Hanya Allah yang akan mendatangkan adzab itu kepadamu jika Allah menghendaki dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri)

Baca Juga:  Surah Al-Hajj Ayat 77-78; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Maksudnya, sesungguhnya yang menimpakan siksaan dan menyegerakannya untuk kalian itu adalah Allah Ta’ala, yang tidak akan pernah dapat dipaksakan oleh sesuatu apa pun.

Tafsir Quraish Shihab: Nuh pun berkata, “Perkara ini hanya ada di tangan Allah semata. Dialah yang akan menimpakan pada kalian sesuatu yang dikehendaki-Nya, sesuai dengan kebijakan-Nya (hikmah). Kalian tidak akan lolos jika azab-Nya datang. Karena Dia tidak dapat ditundukkan oleh sesuatu pun, baik di langit maupun di bumi.

Surah Hud Ayat 34
وَلَا يَنْفَعُكُمْ نُصْحِي إِنْ أَرَدْتُ أَنْ أَنْصَحَ لَكُمْ إِنْ كَانَ اللَّهُ يُرِيدُ أَنْ يُغْوِيَكُمْ ۚ هُوَ رَبُّكُمْ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Terjemahan: Dan tidaklah bermanfaat kepadamu nasehatku jika aku hendak memberi nasehat kepada kamu, sekiranya Allah hendak menyesatkan kamu, Dia adalah Tuhanmu, dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan”.

Tafsir Jalalain: وَلَا يَنْفَعُكُمْ نُصْحِي إِنْ أَرَدْتُ أَنْ أَنْصَحَ لَكُمْ إِنْ كَانَ اللَّهُ يُرِيدُ أَنْ يُغْوِيَكُمْ (Dan tidaklah bermanfaat kepada kalian nasihatku jika aku hendak memberi nasihat kepada kalian sekiranya Allah hendak menyesatkan kalian) artinya berkehendak untuk membuat kalian sesat. Jawab syarat tersirat dari makna yang terkandung di dalam kalimat, ‘Dan tidaklah bermanfaat kepada kalian nasihatku.’ هُوَ رَبُّكُمْ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ (Dia adalah Rabb kalian dan kepada-Nyalah kalian dikembalikan”).

Tafsir Ibnu Katsir: وَلَا يَنْفَعُكُمْ نُصْحِي إِنْ أَرَدْتُ أَنْ أَنْصَحَ لَكُمْ إِنْ كَانَ اللَّهُ يُرِيدُ أَنْ يُغْوِيَكُمْ (Dan nasihatku tidak bermanfaat bagi kalian jika aku hendak memberi nasihat kepada kalian. Sekiranya Allah hendak menyesatkan kalian) Yakni, jika Allah hendak menyesatkan kalian, apakah masih bisa berguna bagi kalian akan peringatanku dan nasihatku?

Baca Juga:  Penafsiran KH. Bisri Mustafa Tentang Ayat Kemajemukan

هُوَ رَبُّكُمْ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ (Allah adalah Rabbmu dan kepada-Nyalah kalian dikembalikan) Maksudnya, Allah adalah Raja pengendali segala sesuatu, Hakim yang adil yang tidak akan pernah berbuat lalim.

Hak penciptaan dan perintah itu hanya ada pada-Nya, Allahlah yang mengawali semua ciptaan dan Allah pula yang akan mengembalikan ciptaan setelah hancurnya. Allah adalah Raja dunia dan akhirat.

Tafsir Quraish Shihab: Nasihatku tidak akan berguna bagi kalian jika semata-mata karena keinginan baikku kepada kalian, sementara Allah–karena ilmu dan takdir-Nya mengetahui kebobrokan hati kalian sehingga tidak dapat menerima kebenaran–menghendaki kalian sesat.

Dialah Tuhanmu Yang Mahasuci, tempat kembali kalian di hari kiamat. Dan Dia akan membalas apa yang telah kalian lakukan.”

Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Hud Ayat 32-34 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S