Surah Yunus Ayat 26; Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an

Surah Yunus Ayat 26

Pecihitam.org – Kandungan Surah Yunus Ayat 26 ini menyebutkan bahwa Allah Swt akan memberikan surga kepada orang-orang yang berbuat kebaikan. Pahala dan balasan mereka lebih baik dari amal perbuatannya, baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an Surah Yunus Ayat 26

لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا الْحُسْنَىٰ وَزِيَادَةٌ ۖ وَلَا يَرْهَقُ وُجُوهَهُمْ قَتَرٌ وَلَا ذِلَّةٌ ۚ أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Terjemahan: Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.

Tafsir Jalalain: لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا (Bagi orang-orang yang berbuat baik) dengan keimanannya الْحُسْنَىٰ (ada pahala yang terbaik) yaitu surga وَزِيَادَةٌ (dan tambahannya) yaitu dapat melihat Allah swt. sebagaimana yang telah diterangkan di dalam hadis sahih Muslim.

وَلَا يَرْهَقُ (Dan tidak pernah layu) tidak pernah tertutup وُجُوهَهُمْ قَتَرٌ (wajah mereka oleh kekelaman) kesusahan yang kelam وَلَا ذِلَّةٌ (dan tidak pula oleh kehinaan) kesedihan. أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ (Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.)

Tafsir Ibnu Katsir: Allah memberi kabar, bahwa sesungguhnya orang yang memperbaiki amalnya di dunia dengan iman dan amal shalih, untuknya. ”kebaikan di akhirat,” sebagaimana Allah Ta’ala berfirman yang artinya: “Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula.” (QS. Ar-Rahman: 60)

Baca Juga:  Surah Yunus Ayat 5-6; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Firman-Nya: وَزِيَادَةٌ (Dan tambahannya) Yaitu, pelipatgandaan pahala amal-amal dengan sepuluh kali lipat, hingga tujuh ratus kali lipat dan ditambahi juga dengan ‘tambahan’ untuk hal itu.

Termasuk juga apa yang Allah berikan kepada mereka di surga, berupa istana, bidadari, keridhaan untuk mereka, juga apa yang dirahasiakan untuk mereka, berupa qurratu a’yun (macam-macam nikmat yang menyedapkan pandangan mata) dan yang paling istimewa adalah melihat wajah Allah Yang Mahamulia.

Karena sesungguhnya hal itu adalah tambahan yang paling agung dari semua yang Allah berikan, mereka tidak berhak untuk mendapatkannya hanya karena amalnya, akan tetapi hanya karena karunia Allah dan rahmat-Nya.

Telah diriwayatkan tentang penafsiran kata “az ziyaadatu” (tambahan) dengan melihat wajah-Nya Yang Mulia, dari Abu Bakar ash-Shiddiq, Hudzaifah bin al-Yaman, Abdullah bin Abbas, Qatadah, as-Suddi dan yang lainnya dari ulama salaf dan khalaf. Dan telah banyak hadits yang membicarakan hal itu dari Rasulullah saw. diantaranya adalah diriwayatkan oleh imam Ahmad dari Shuhaib bahwa sesungguhnya Rasulullah saw. membaca ayat ini: لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا الْحُسْنَىٰ وَزِيَادَةٌ (Bagi orang-orang yang berbuat baik ada pahala yang terbaik [surga] dan tambahannya) beliau bersabda:

Baca Juga:  Khazanah Tafsir Al-Qur’an I : Corak Pemikiran Tafsir Nusantara Abad ke-17

“Bila ahli surga telah memasuki surga dan ahli neraka telah memasuki neraka, maka ada seorang penyeru yang memanggil: ‘Hai ahli surga sesungguhnya kamu mempunyai apa yang telah dijanjikan di sisi Allah, Allah ingin memenuhinya untuk kalian.’ Maka mereka berkata: `Apa itu, bukankah Allah telah memberatkan timbangan (amal baik) kami, memutihkan wajah kami, memasukkan kami ke dalam surga dan menyelamatkan kami dari neraka?’” Rasulullah saw. bersabda: “Matra dibukalah hijab untuk mereka, lalu mereka melihat kepada wajah-Nya, maka demi Allah, tidak ada sesuatu pun yang Allah berikan kepada mereka yang lebih dicintai oleh mereka dan lebih menyenangkan mereka daripada melihat kepada wajah-Nya.” (HR. Muslim dan segolongan para Imam)

Firman-Nya: وَلَا يَرْهَقُ وُجُوهَهُمْ قَتَرٌ (Dan wajah mereka tidak ditutupi debu hitam) Maksudnya, debu-debu hitam di padang Mahsyar, sebagaimana wajah-wajah orang kafir dan pendusta-pendusta yang penuh kotoran dan debu.

وَلَا ذِلَّةٌ (Dan tidak [pula] kehinaan) Maksudnya, hina dan rendah, yaitu mereka tidak mendapatkan kehinaan, baik yang bersifat bathin maupun lahir, akan tetapi mereka seperti yang difirmankan oleh Allah yang artinya:

Baca Juga:  Surah Yunus Ayat 28-30; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

“Maka Allah memelihara mereka dari kesusahan hari itu dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati.” (QS. Al-Insaan: 11). Maksudnya, keceriaan di wajah mereka dan kebahagiaan di hati mereka. Mudah-mudahan Allah menjadikan kita termasuk golongan mereka, dengan karunia dan rahmat-Nya. Amin.

Tafsir Quraish Shihab: Orang-orang yang berbuat baik dengan memenuhi seruan Allah, sehingga beriman dan berbuat baik untuk agama dan dunia mereka, akan mendapatkan kedudukan yang mulia di akhirat, yaitu surga.

Dan mereka juga mendapatkan tambahan karunia dan kemurahan dari Allah. Wajah-wajah mereka tidak tertutup oleh kesedihan berupa kesusahan dan kehinaan. Mereka itulah penghuni surga yang diberi kenikmatan di dalamnya untuk selama-lamanya.

Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Yunus Ayat 26 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Quraish Shihab dan Tafsir Ibnu Katsir. Semoga khazanah ilmu Al-Qur’an kita semakin bertambah.

M Resky S