Surah Yusuf Ayat 19-20; Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an

Surah Yusuf Ayat 19-20

Pecihitam.org – Kandungan Surah Yusuf Ayat 19-20 ini masih melanjutkan kisah Yusuf yang berada dalam sumur selama beberapa saat, hingga datang rombongan musafir yang berhenti di dekat sumur tersebut untuk mengambil air minum. Salah seorang dari mereka yang ditugaskan untuk mengambil air, menurunkan timba ke dalam sumur itu untuk mengambil air.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Yusuf pun memegang tali timba tersebut dan dengan tali itu ia naik dan keluar dari sumur. Rombongan musafir itu pun memperlakukan Yusuf sebagai seorang budak, yang akan mereka bawa ke pasar budak, dan menjualnya, untuk mendapatkan uang.

Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an Surah Yusuf Ayat 19-20

Surah Yusuf Ayat 19
وَجَاءَتْ سَيَّارَةٌ فَأَرْسَلُوا وَارِدَهُمْ فَأَدْلَىٰ دَلْوَهُ ۖ قَالَ يَا بُشْرَىٰ هَٰذَا غُلَامٌ ۚ وَأَسَرُّوهُ بِضَاعَةً ۚ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِمَا يَعْمَلُونَ

Terjemahan: Kemudian datanglah kelompok orang-orang musafir, lalu mereka menyuruh seorang pengambil air, maka dia menurunkan timbanya, dia berkata: “Oh; kabar gembira, ini seorang anak muda!” Kemudian mereka menyembunyikan dia sebagai barang dagangan. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.

Tafsir Jalalain: وَجَاءَتْ سَيَّارَةٌ (Kemudian datanglah kelompok orang-orang musafir) rombongan orang-orang yang melakukan perjalanan dari Madyan ke Mesir, lalu mereka istirahat di dekat sumur Nabi Yusuf

فَأَرْسَلُوا وَارِدَهُمْ (lalu mereka menyuruh seorang pengambil air) yang khusus untuk mencari air buat minum rombongan musafir فَأَدْلَىٰ (maka dia menurunkan) melepaskan دَلْوَهُ (timbanya) ke dalam sumur kemudian Nabi Yusuf bergantung ke tali timba, sehingga keluarlah Nabi Yusuf dari dalam sumur itu.

Ketika pengambil air melihat Nabi Yusuf, قَالَ يَا بُشْرَىٰ (dia berkata, “Oh, kabar gembira) menurut suatu qiraat dibaca busyraaya seruan di sini mengandung makna majaz, artinya cepatlah ini sudah masanya bagimu هَٰذَا غُلَامٌ (ini seorang anak muda.”) maka hal itu diketahui oleh teman-teman penimba air, lalu mereka mendatanginya.

Baca Juga:  Surah Yusuf Ayat 111; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

وَأَسَرُّوهُ (Kemudian mereka menyembunyikan dia) artinya, mereka merahasiakan perkara Nabi Yusuf ini, dengan maksud untuk menjadikannya

بِضَاعَةً (sebagai barang dagangan) seumpamanya mereka menganggapnya sebagai budak yang telah minggat kemudian ditemukan lagi. Sedangkan Nabi Yusuf diam saja karena ia merasa khawatir akan dibunuh oleh mereka. وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِمَا يَعْمَلُونَ (Dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.)

Tafsir Ibnu Katsir: Allah memberitakan apa yang terjadi pada diri Yusuf di dalam sumur ketika saudara-saudaranya melemparkannya dan meninggalkannya sendirian di dalam sumur tersebut. Dia berada di sumur itu selama tiga hari sebagaimana dikatakan Abu Bakar bin Iyasy. Muhammad bin Ishaq mengatakan:

“Setelah saudara-saudaranya melemparkannya ke dalam sumur, mereka duduk-duduk di sekitar sumur itu sepanjang hari tersebut, melihat apa yang diperbuat Yusuf dan apa yang terjadi padanya. Lalu Allah menggerakkan sekelompok musafir kepadanya dan mereka berhenti di dekat sumur, lalu mengutus seseorang untuk mengambil air. Setelah dia datang ke sumur dan menurunkan timba, Yusuf bergantung pada timba tersebut. Maka ia segera mengeluarkannya dan sangat gembira dengannya, seraya berkata: يَا بُشْرَىٰ هَٰذَا غُلَامٌ (Oh kabar gembira, ini seorang anak muda)

Firman Allah: وَأَسَرُّوهُ بِضَاعَةً (Kemudian mereka menyembunyikan sebagai barang dagangan) Maksudnya, para penimba air menyembunyikannya dari anggota musafir lainnya dengan mengatakan bahwa anak itu dibeli dan dijadikan barang dagangan dari pemilik air, khawatir mereka akan minta bagian bila mengetahui berita yang sesungguhnya, sebagaimana dikatakan Mujahid, as-Suddi dan Ibnu Jarir.

وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِمَا يَعْمَلُونَ (Allah Mahamengetahui apa yang mereka kerjakan) Maksudnya, Allah Mahamengetahui apa yang di kerjakan oleh saudara-saudara Yusuf dan para pembelinya, sedang Allah mampu untuk merubah dan menolaknya, tetapi Allah menyimpan hikmah dan takdir yang telah ditentukan sebelumnya. Maka, Allah membiarkan hal itu terjadi sesuai dengan takdir dan qadha’-Nya.

Baca Juga:  Surah Al-Kahfi Ayat 66-70; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

“Ingatlah menciptakan dan memerintah hanyalah milik Allah. Mahasuci Allah Rabb alam semesta.” (QS. al-A’raf: 54). Ayat ini mengandung penjelasan dan pemberitahuan kepada Rasul-Nya, Muhammad SAW, bahwa Allah mengetahui penganiayaan yang dilakukan oleh kaumnya kepadanya dan Allah mampu untuk menolaknya.

Tetapi Allah membiarkannya dan pada akhirnya akan menjadikan akibat baik dan kekuasaan berada di tangan beliau, sebagaimana Dia menjadikan kekuasaan dan akibat bagi Yusuf terhadap saudara-saudaranya.

Tafsir Quraish Shihab: Kemudian datanglah sekelompok orang musafir, yang akan menuju Mesir, ke sumur itu. Mereka mengutus orang yang akan mengambil air untuk memberi minum mereka. Orang itu menurunkan timba, kemudian mengangkatnya. Tiba-tiba Yusuf terangkat dan bergantungan di timba tersebut.

Pengambil air itu berteriak gembira, “Ada berita gembira. . . ! Aku menemukan seorang anak muda. . . !” Mereka lalu menyembunyikan Yusuf di antara barang-barang dagangan yang diperjualbelikan. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka lakukan.

Surah Yusuf Ayat 20
وَشَرَوْهُ بِثَمَنٍ بَخْسٍ دَرَاهِمَ مَعْدُودَةٍ وَكَانُوا فِيهِ مِنَ الزَّاهِدِينَ

Terjemahan: Dan mereka menjual Yusuf dengan harga yang murah, yaitu beberapa dirham saja, dan mereka merasa tidak tertarik hatinya kepada Yusuf.

Tafsir Jalalain: وَشَرَوْهُ (Dan mereka menjual Yusuf) orang-orang musafir itu membelinya dari tangan penimba air dan teman-temannya بِثَمَنٍ بَخْسٍ (dengan harga yang murah) kurang dari semestinya دَرَاهِمَ مَعْدُودَةٍ (yaitu hanya beberapa dirham saja) sekitar dua puluh atau dua puluh dua dirham saja

وَكَانُوا (dan mereka) yakni saudara-saudara penimba air itu فِيهِ مِنَ الزَّاهِدِينَ (merasa tidak tertarik hatinya kepada Yusuf) kemudian rombongan musafir itu membawa Yusuf ke negeri Mesir selanjutnya Nabi Yusuf dijual oleh orang yang membelinya dengan harga dua puluh dinar, dua pasang terompah dan dua buah baju.

Tafsir Ibnu Katsir: وَشَرَوْهُ بِثَمَنٍ بَخْسٍ دَرَاهِمَ مَعْدُودَةٍ (Dan mereka menjual Yusuf dengan harga yang murah, yaitu beberap dirham saja) Saudara-saudara Yusuf menjualnya dengan harga yang sedikit.

Baca Juga:  Surah Yusuf Ayat 36; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Maksudnya, saudara-saudara Yusuf menukarkannya dengan harga dibawah harga terendah, samping itu memang sebenarnya mereka tidak merasa tertarik dengan pemberian harga, bahkan bila mereka memintanya dengan tanpa harga, pasti akan mereka berikan.

Ibnu Abbas, Mujahid dan adh-Dhahhak berkata: “Kata ganti pada firman Allah wa syarauHu (yang menjualnya) kembali kepada saudara-saudara Yusuf (yang menjualnya adalah saudara-saudara Yusuf).”

Sedang Qatadah mengatakan: “Kata ganti itu kembali kepada rombongan musafir (yang menjualnya adalah musafir yang menemukannya).” Pendapat pertama lebih kuat daripada pendapat kedua, karena firman Allah: وَكَانُوا فِيهِ مِنَ الزَّاهِدِينَ (Dan mereka merasa tidak tertarik hatinya kepada Yusuf) yang dimaksud adalah saudara-saudara Yusuf, bukan rombongan musafir.

Hal itu karena rombongan musafir itu merasa senang dengan menemukan Yusuf dan mereka merahasiakannya sebagai barang dagangan. Kalau mereka tidak tertarik (senang), pasti tidak akan membelinya. Dengan demikian, kata ganti pada kalimat وَشَرَوْهُ itu lebih layak kembali kepada saudara-saudara Yusuf.

Tafsir Quraish Shihab: Mereka menjual Yusuf dengan harga sangat rendah, hanya beberapa dirham saja. Mereka merasa tidak tertarik oleh Yusuf karena khawatir keluarganya akan mengetahuinya dan merampasnya dari mereka.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, telah kita pelajari bersama kandungan Surah Yusuf Ayat 19-20 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga Allah merahmati dan mengasihi kita semua. Amin

M Resky S