Syubhat dan Syahwat, Penyebab Penyakit Hati yang Berbahaya

syubhat dan syahwat penyebab penyakit hati

Pecihitam.org – Sebagai manusia biasa, tentu setiap orang mempunyai penyakit hati yang membahayakan, diantaranya dengki, sombong, riya’ dan lain sebagainya. Penyebab dari sifat-sifat tersebut  adalah syubhat, dan syahwat. Dua penyakit ini (syubhat dan syahwat) adalah penyebab penyakit hati yang paling membahayakan.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Salah seorang ulama besar dari Madzhab Hanafi menyebutkan bahwa penyebab penyakit hati itu ada dua: yaitu syubhat dan syahwat.  

Menerut pendapat Kyai Ali Mustafa Yaqub, dikutip dari bukunya Kalau Istiqamah Ngga Bakal Takut Ngga Bakal Sedih. Pengertian Syubhat adalah kekeliruan dalam memahami agama, sedangkan syahwat adalah keinginan atau yang disebut dengan hawa nafsu.

Menurut Imam Abil Izz al-Hanafi dalam kitabnya yang bejudul Syarh al-Aqidah al-Thahawiyah, beliau menyebutkan bahwa penyakit hati yang ditimbulkan oleh syubhat itu lebih berbahaya daripada penyakit hati yang ditimbulkan oleh syahwat.

Karena penyakit hati yang ditimbulkan sebab syahwat wujudnya kelihatan dalam bentuk maksiat dan akan mengakibatkan dosa yang besar bagi pelakunya.

Baca Juga:  Makna Ikhlas dalam Islam, Ini Penjelasannya Menurut Al Qur'an

Sedangakan penyakit hati yang timbul disebabkan oleh syubhat wujudnya dapat berupa ibadah, tetapi nanti akibatnya akan menjurus kepada syirik, oleh karena itu itu lebih berbahaya, begitulah pendapat Kyai Ali Mustafa Yaqub.

Penyakit hati yang disebabkan oleh syahwat, akan hilang jika syahwat tersebut telah terpenuhi, meskipun ada potensi untuk kembali datang. Namun penyakit hati yang disebabkan syubhat sulit untuk dihilangkan, kecuali jika ada keinginan yang kuat dari si pelaku untuk menghilangkannya.

Allah telah menjelaskan dalam firmannya, surat al-Baqarah ayat: 10

فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا

“Dalam hati mereka terdapat penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya”.

Dalam penjelasan ayat diatas, bahwa Allah akan terus menambah penyakit hati seseorang sampai ia dapat menghilangkan penyakit tersebut.

Imam Ibnu al-Qayyim al Jauziyah dalam bukunya Terapi Penyakit Hati, saat ditanya seseorang tentang obat dari penyakit hatinya, beliau menjawab segala penyakit yang Allah turunkan, pasti ada obatnya, beliau juga mencatumkan hadits shahih riwayat Imam Bukhori,

Baca Juga:  Waspada Penyakit Ain di Era Modern! Tak Terasa Namun Berbahaya

  عن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال ما أنزل الله داء إلا أنزل له شفاء

“Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi SAW, beliau berkata: Allah tidak akan menurunkan penyakit kecuali menurunkan pula obatnya”

Seorang sahabat Nabi pernah berkata, “Aku tinggal di kota Mekah selama beberapa waktu, aku menderita berbagai macam penyakit dan tidak menjumpai dokter maupun obat. Maka aku mencoba mengobati diriku sendiri dengan surat al-Fatihah, ternyata aku sembuh. Karena itu, aku mennyampaikan hal itu setiap kali ada orang yang mengeluh sakit. Dan setelah mempraktikannya kebanyakan orang sembuh dengan cepat”.

Pelajaran yang dapat diambil dari kisah tersebut adalah segala macam zikir, ayat, dan obat bermanfaat untuk penyembuhan. Tapi terkabulnya do’a sangat ditentukan oleh kekuatan dan kemauan keras yang bersangkutan. Tidak terkabulnya suatu doa kadang akibat adanya penghalang kuat yang menghalangi kemanjuran obat tersebut.

Baca Juga:  Subhanallah! Ternyata Inilah Empat Nabi Yang Masih Hidup Hingga Kini

Merupakan sifat alami obat-obatan, bahwa jika zat kandungannya kurang kuat, ia akan gagal menyembuhkan penyakit. Jadi, jika menginginkan obat berfungsi secara sempurna, seseorang harus memenuhi syarat-syarat penggunaan obat tersebut.

Demikian pula dengan hati. Jika memakai doa sebagai obat, dengan keyakinan terkabulnya doa tersebut, maka akan berpengaruh besar dalam upaya menyembuhkan penyakit, termasuk penyakit hati yang disebabkan oleh syubhat dan syahwat.

Maka kesimpulan dari penjelasan diatas adalah, penyakit hati yang disebabkan oleh syubhat dan syahwat dapat diobati dengan beristighfar, berdzikir, serta berdoa dengan sungguh-sungguh, dan yakin akan kesembuhan penyakit tersebut. Wallahu A’alm.

Nur Faricha

Leave a Reply

Your email address will not be published.