Tasawuf Akhlaki, Jalan Kesempurnaan dan Kesucian Jiwa

tasawuf akhlaki

Pecihitam.org -Tasawuf akhlaki, yakni salah satu bagian dari tasawuf yang membahas terkait kesempurnaan dan kesucian jiwa yang diformulasikan pada pengaturan sikap mental dan kedisiplinan tingkah laku secara ketat.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Pada pengertian ini akan mengantarkan langkah kita terkait pada akal budi ataupun sifat sifat terpuji. Dan langkah langkah tersebut adalah jembatan yang akan membawa kita pada kehadirat Tuhan dan merasakan kenikmatan dan kebahagiaan yang hakiki.

Dalam hal ini, Kaum Sufi beranggapan bahwa satu satunya cara mengantarkan jiwa seseorang sampai pada kehadirat Tuhan ialah dengan kesucian jiwa.

Dan dalam meraih kesucian itu sendiri pasti tidak membutuhkan waktu yang singkat melainkan perlu proses pendidikan dan pelatihan mental yang cukup panjang.

Itulah mengapa sikap mental dan kedisiplinan perilaku dijadikan sebagai tahap pertama teori tasawuf yang dijadikan sebagai Formulasi.

Tidak hanya itu, para sufi pun percaya bahwa sikap mental seseorang dapat dilihat dari pandangannya terhadap dunia. Sudah menjadi rahasia umum terkait pandangan para kaum sufi terhadap dunia yang dianggapnya sebagai senda gurau saja dan bukan tujuan dari hidup yang singkat ini.

Maka tak heran jika mereka memang menanamkan rasa benci terhadap dunia itu. Dan hal ini dapat diartikan bahwa mereka melepaskan kesenangan duniawi demi kecintaannya kepada Tuhan. Dan cara paling ampuh dalam melepas kesenangan dunia itu ialah dengan melawan hawa nafsu.

Itulah mengapa Imam Al Ghazali beranggapan bahwa tidak terkontrolnya hawa nafsu yang ingin mengecap kenikmatan dunia adalah sumber utama dari kerusakan akhlak. Untuk itu, dalam mengenal pembinaan akhlak di dunia Tasawuf Akhlaki dikenal dengan tiga tahapan dan berikut ulasannya

1. Takhalli

Membersihkan diri dari sifat sifat tercela, mungkin itulah pengertian ringkas dari Takhalli itu. Sedangkan dalam memandang sifat sifat tercela sendiri para kaum sufi membaginya menjadi dua. Pertama maksiat lahir yaitu segala sifat tercela yang dikerjakan oleh anggota lahir seperti tangan, mulut, mata dan lainnya. Sedangkan kedua maksiat batin adalah maksiat yang diperbuat oleh batin yakni hati.

Baca Juga:  Kesalahan Pemikiran Kaum Radikalis Salafi Wahabi Tentang Tasawuf

Dalam tahap ini, hawa nafsu sangat berperan besar dalam sifat-sifat tercela manusia, sehingga mau tidak mau para sufi sangat berhati hati dalam menampakkan sikap maupun sifat terlebih jika itu menyangkut tentang dunia.

Namun yang perlu diketahui ialah tidak semua sufi fanatik dengan penanaman rasa benci itu terhadap dunia. Kita bisa menoreh pada sekelompok sufi yang ekstrem, tentu dalam memandang dunia mereka beranggapan bahwa dunia hanya racun pembunuh kelangsungan cita cita dunia.

Sedangkan bagi sekelompok sufi modern mereka malah beranggapan bahwa membenci dunia bukan berarti meninggalkan dunia sama sekali. Sehingga mereka memang tidak meminta para manusia untuk meninggalkan masalah dunia secara total dan tidak pula meninggalkan hawa nafus seutuhnya.

Mereka beranggapan bahwa dunia selama dalam pemanfaatan sesua dengan kebutuhan dengan mengontrol hawa nafsu maka itu boleh boleh saja.

2. Tahalli

Setelah menghilangkan sifat sifat tercela, tentu kita sebagai manusia sepatutnya mengisi kekosongan jiwa itu dengan menghiasi dan mengisi diri dengan akhlak terpuji. Dengan cara apa?

Baca Juga:  Kebatinan Kanjeng Sunan Kalijaga dalam Sebuah Karya Sastra Agung “Kidung Rumeksa Ing Wengi”

Tentu dengan jalan membiasakan diri dengan perbuatan baik, melakukan apa saja yang merasa berada dalam lingkaran agama dan tak pernah keluar dari batasannya.

Sehingga pada pengertian dari Tahalli ialah pengisian jiwa yang telah dikosongkan pada tahap sebelumnya (Takhalli).

Maka tak salah jikalau dikatakan usai melepas sifat sifat buruk maka masuklah sifat sifat baik, ketika kebiasaan lama dihilangkan tentu dibutuhkan kebiasaan baru yang pastinya harus lebih baik.

Perbuatan dan kebiasaan yang dimaksud disini lebih ditekankan pada niat dan keikhlasan dalam beribadah kepada Allah, mengabdi kepada masyarakat dan berbuat baik kepada sesama makhluk.

Ikhlas yang dimaksud ialah melakukan apapun itu tanpa adanya harapan akan sebuah balasan, semua dilakukannya demi mendapatkan Ridha Allah semata. Maka tak heran jika Rabiah Al Adwiyah menyinggung perihal ini dalam Syairnya

”Aku mengabdi kepada Tuhan bukan karena takut kepada Neraka, bukan pula karena ingin masuk Surga. Akan tetapi aku mengabdi karena cintaku kepada-Nya. Tuhanku, jika kupuja Engkau karena Takut pada Neraka, maka bakarlah aku didalamnya. Dan jika kupuja Engkau karena mengharap Surga, maka jauhkanlah aku daripadanya. Tetapi jika Engkau kupuja semata mata karena engkau, maka janganlah sembunyikan kecantikan-Mu yang kekal itu dariku”

3. Tajalli

Tajalli atau tahap ketiga dari pembinaaan dari Tasawuf Akhlaki, tahap ini (Tajalli) bermakna terungkapnya Nur Ghaib atau bisa dikatakan bahwa hilangnya Hijab dari sifat sifat ke basyriyyah-an (Kemanusiaan).

Baca Juga:  Rahasia Huruf Mim dalam Khazanah Tasawuf

Pada tahap ini setiap calon Sufi perlu mengadakan latihan jiwa (Riyadhah) dengan berusaha membersihkan dirinya dari sifat sifat tercela, mengosongkan hati dari sifat sifat keji, melepaskan segala sangkut paut dengan dunia dan segala apa yang dilakukan selalu berada pada arahan Agama.

Tentu pada tindakan ini seiring berjalannya waktu akan memperoleh Tajalli dan pancaran Nur Ilahi, pada tahap ini pula seorang hamba akan memperoleh cahaya yang terang benderang, dadanya lapang dan terangkatnya tabir rahasia alam malakut. Dan tentu jelaslah segala hakikat keTuhanan yang selama ini terhalangi oleh kekotoran jiwa.

Sehingga dari penjelasan singkat diatas sebenarnya kita bisa belajar bahwasanya dalam meraih keridhahan Allah adalah perlunya kita untuk membenahi hidup kita dari sisi Akhlak.

Karena berangkat dari sanalah kita akan paham bahwa rupanya mencapai tingkat kesempurnaan jiwa ialah dengan menumbuhkan rasa cinta yang teramat dalam kepada Allah yang tentu hadir karena kekosongan jiwa dari sifat tercela (Maksiat) dan hanya terisikan dengan sifat terpuji.

Itulah sekilas mengenai Tasawuf Akhlaki, semoga bermanfaat!

Rosmawati

Leave a Reply

Your email address will not be published.