Waktu Mustajab Berdoa Bagi Seorang Muslim

Waktu Mustajab Berdoa Bagi Seorang Muslim

PeciHitam.org – Sejatinya, doa merupakan sarana bermunajat kepada Sang Pencipta. Sebagai seorang hamba, doa merupakan wujud rayuan pada Tuhannya. Berkaitan dengan doa, Allah SWT berfirman:

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

“Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Ghafir: 60)

Ada beberapa waktu mustajab berdoa bagi Muslim yang hendaknya perlu diperhatikan agar senantias memanjatkan doa kepada Allah dengan khusus dan serius. Di antara waktu-waktu tersebut adalah:

a. Ketika sahur atau sepertiga malam terakhir ciri-ciri orang yang bertaqwa, salah satunya:

Menurut para ulama, waktu sepertiga malam yang terakhir adalah waktu yang penuh berkah, sebab pada saat itu Allah turun ke langit dunia dan mengabulkan setiap doa hamba-Nya yang berdoa. Sebagaimana hadis nabi saw:

ينزل ربنا تبارك وتعالى كل ليلة إلى السماء الدنيا ، حين يبقى ثلث الليل الآخر، يقول : من يدعوني فأستجيب له ، من يسألني فأعطيه ، من يستغفرني فأغفر له

Baca Juga:  Umar bin Khattab Pernah Menangis dan Tertawa Karena Kebodohannya

b. Ketika berbuka puasa

Waktu berbuka puasa pun merupakan waktu yang penuh keberkahan, karena di waktu ini manusia merasakan salah satu kebahagiaan ibadah puasa, yaitu diperbolehkannya makan dan minum setelah seharian menahannya, sebagaimana disebutkan dalam hadis:

“Ada tiga doa yang tidak tertolak, yaitu doa orang yang berpuasa ketika berbuka, doa pemimpin yang adil, dan doa orang yang terzalimi” (HR. Tirmidzi no.2528, Ibnu Majah no.1752, Ibnu Hibban no.2405)

c. Ketika Lailatul Qadar

Pada malam tersebut kita dianjurkan memperbanyak ibadah, termasuk memperbanyak doa. Aisyah r.a. berkata: “Aku bertanya kepada Rasulullah, ‘Wahai Rasulullah, menurutmu apa yang sebaiknya aku ucapkan jika aku menemukan malam Lailatul Qadar?’

Beliau bersabda, “Berdoalah اللهم إنك عفوٌ تحب العفو فاعف عني (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan menyukai sifat pemaaf, maka ampunilah aku’)” (HR. Tirmidzi, 3513, Ibnu Majah, 3119)

Pada hadis ini Aisyah meminta diajarkan ucapan yang sebaiknya diamalkan ketika malam Lailatul Qadar. Namun, ternyata Rasulullah mengajarkan lafal doa. Ini menunjukkan bahwa pada malam Lailatul Qadar dianjurkan memperbanyak doa, terutama dengan lafal yang diajarkan tersebut.

Baca Juga:  Keutamaan Ilmu dalam Islam, Ibarat Pohon yang Berbuah Lebat

d. Ketika adzan berkumandang

Menurut Ibnu Hajar Al Asqalani dalam kitab Nataijul Afkar, Rasulullah mengungkapkan bahwa saat adzan dikumandangkan, selain menjawan adzan dengan lafal yang sama, waktu tersebut juga merupakan salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa.

e. Di antara adzan dan iqamah

f. Ketika sedang sujud dalam shalat

g. Ketika sebelum salam pada shalat wajib

h. Di hari jumat

“Rasulullah menyebutkan tentang hari jumat kemudian beliau bersabda, ‘Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang Muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut” (HR. Bukhari 935, Muslim 852 dari sahabat Abu Hurairah. ra)

Ibnu Hajar Al-Asqalani, dalam kitab Fath al-Bâri, ketika menjelaskan hadis ini beliau menyebutkan 42 pendapat ulama tentang waktu yang dimaksud. Namun, secara umum terdapat empat pendapat yang kuat, antara lain: waktu sejak imam naik mimbar sampai selesai shalat jumat, setelah ashar sampai terbenamnya matahari, setelah ashar di akhir-akhir hari jumat dan keempat, yang dikuatkan oleh Ibnu Hajar sendiri, yaitu menggabungkan semua pendapat yang ada. Ibnu ‘Abd Al-Barr berkata, “Dianjurkan untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa pada dua waktu yang disebutkan.” Dengan demikian, seseorang akan lebih memperbanyak doanya di hari jumat tidak pada beberapa waktu tertentu saja. Pendapat ini dipilih oleh Imam Ahmad bin Hanbal dan Ibnu Abd Al-Barr.

Baca Juga:  Cara Mengajarkan Anak Membaca AlQuran Menurut Quraish Shihab

i. Ketika turun hujan

j. Hari Rabu antara dhuhur dan ashar

k. Ketika hari Arafah

l. Ketika perang berkecamuk

m. Ketika meminum air zam-zam

n. Ketika kondisi hati sedang tenang

Mohammad Mufid Muwaffaq

Leave a Reply

Your email address will not be published.