Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /srv/users/blogpecihitam/apps/pecihitam/public/wp-content/plugins/post-pay-counter/post-pay-counter.php:1) in /srv/users/blogpecihitam/apps/pecihitam/public/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1831

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /srv/users/blogpecihitam/apps/pecihitam/public/wp-content/plugins/post-pay-counter/post-pay-counter.php:1) in /srv/users/blogpecihitam/apps/pecihitam/public/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1831

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /srv/users/blogpecihitam/apps/pecihitam/public/wp-content/plugins/post-pay-counter/post-pay-counter.php:1) in /srv/users/blogpecihitam/apps/pecihitam/public/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1831

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /srv/users/blogpecihitam/apps/pecihitam/public/wp-content/plugins/post-pay-counter/post-pay-counter.php:1) in /srv/users/blogpecihitam/apps/pecihitam/public/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1831

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /srv/users/blogpecihitam/apps/pecihitam/public/wp-content/plugins/post-pay-counter/post-pay-counter.php:1) in /srv/users/blogpecihitam/apps/pecihitam/public/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1831

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /srv/users/blogpecihitam/apps/pecihitam/public/wp-content/plugins/post-pay-counter/post-pay-counter.php:1) in /srv/users/blogpecihitam/apps/pecihitam/public/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1831

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /srv/users/blogpecihitam/apps/pecihitam/public/wp-content/plugins/post-pay-counter/post-pay-counter.php:1) in /srv/users/blogpecihitam/apps/pecihitam/public/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1831

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /srv/users/blogpecihitam/apps/pecihitam/public/wp-content/plugins/post-pay-counter/post-pay-counter.php:1) in /srv/users/blogpecihitam/apps/pecihitam/public/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1831
{"id":42868,"date":"2020-03-05T19:30:00","date_gmt":"2020-03-05T12:30:00","guid":{"rendered":"https:\/\/pecihitam.org\/?p=42868"},"modified":"2020-03-05T22:24:07","modified_gmt":"2020-03-05T15:24:07","slug":"maksud-ekonomi-syariah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.pecihitam.org\/maksud-ekonomi-syariah\/","title":{"rendered":"Jangan Salah Paham! Ekonomi Syari’ah Bukan Untuk Mengarahkan Ekonomi Nasional Pada Ideologi Agama"},"content":{"rendered":"

Pecihitam.org- <\/strong>Bukan hanya Ekonomi syari’ah, hukum ekonomi Indonesia pun bercita-cita menggagas dan menyiapkan konsep hukum tentang kehidupan ekonomi. Kehidupan ekonomi yang diinginkan adalah kehidupan berbangsa dan bernegara yang rakyatnya memiliki kesejahteraan dan keadilan sosial, sebagaimana yang dicita-citakan Pancasila<\/a>.<\/p>\n

Bertolak dari cita-cita tersebut, ke depan hukum ekonomi harus menunjukkan sifat yang akomodatif terhadap :<\/p>\n

    \n
  1. Perwujudan masyarakat yang adil dan makmur;<\/li>\n
  2. Keadilan yang proporsional dalam masyarakat;<\/li>\n
  3. Tidak adanya deskriminatif terhadap pelaku ekonomi,<\/li>\n
  4. Persaingan yang tidak sehat.<\/li>\n<\/ol>\n

    Cita-cita hukum ekonomi ini searah dengan cita hukum Islam yang tertuang dalam maq\u1fb1\u1e63id asy-syari’ah dengan berintikan pada membangun dan menciptakan kemaslahatan dunia dan akhirat bagi umat manusia.<\/p>\n

    Cita-cita hukum Islam dalam bidang ekonomi terlihat dalam konsepnya tentang aktivitas ekonomi dipandang sebagi wahana bagi masyarakat untuk membawa kepada, paling tidak pelaksanaan dua ajaran al-Qur\u2019an, yaitu prinsip saling ta\u2019awwun<\/em> (membantu dan saling bekerja sama antara anggota masyarakat untuk kebaikan) dan prinsip menghindari gharar<\/em> (transaksi bisnis di mana didalamnya terjadi unsur penipuan yang akhirnya merugikan salah satu pihak).<\/p>\n

    Perkembangan ekonomi Islam<\/a> atau yang lazim dikenal dengan ekonomi syariah di Indonesia berlangsung dengan begitu pesat. Hal ini juga didukung oleh sektor hukum, yakni dilandasi dengan keluarnya peraturan perundang- undangan di bidang ekonomi syari’ah, antara lain adalah keluarnya Undang-undang Nomor 3 Tahun 2006 yang memberikan kewenangan bagi Pengadilan Agama untuk menangani perkara sengketa ekonomi syariah.<\/p>\n

    Selain itu keluarnya Undang-undang Nomor 19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara dan Undang-undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah semakin memperkokoh landasan hukum ekonomi syariah di Indonesia.<\/p>\n

    Pada tataran praktis, keberadaan lembaga-lembaga keuangan syariah sekarang ini menunjukkan adanya perkembangan yang semakin pesat. Hal ini sejalan dengan semakin meningkatnya kesadaran sebagian besar umat Islam untuk melaksanakan Islam secara kaffah.<\/p>\n

    Perkembangan ini tentu memberikan harapan baru bagi para pelaku usaha untuk menjalankan bisnis yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan materiil semata, tetapi juga sesuai dengan spirit hukum syariah yang menjanjikan pemenuhan kebutuhan batiniyah.<\/p>\n

    Menurut pandangan Islam bahwa istilah hukum dan syari’ah merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, karena setiap kali mengkaji hukum sejatinya adalah syariah itu sendiri.<\/p>\n

    Pengertian syariah menurut bahasa memiliki beberapa makna, diantaranya berarti jalan yang harus diikuti. Istilah syariah mempunyai akar yang kuat di dalam Al-Quran seperti penjelasan firman Allah :<\/p>\n

    \u201cKemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama) itu, maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui<\/em>.\u201d (Q.S. Al- Jatsiyah: 18).<\/p>\n

    Keterikatan pelaku bisnis pada ketentuan (hukum) syariat yang berlaku, akan memberikan jalan kebenaran sekaligus batasan larangan, sehingga mampu membedakan di antara halal dan haram.<\/p>\n

    Karena itu, pengembangan Hukum Bisnis Syariah merupakan alternatif baru yang bertujuan selain untuk memberikan petunjuk bagaimana mencari keuntungan yang halal bagi pelaku bisnis, juga untuk mencari keridhaan Ilahi.<\/p>\n

    Berdasarkan petunjuk QS. al- Baqarah (2):275 dan QS. al-Nisa (4):29 yang intinya. Allah swt. telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba serta suruhan untuk menempuh jalan perniagaan dengan suka sama suka, maka setiap transaksi kelembagaan ekonomi syari’ah harus selalu dilandasi atas dasar sistem bagi hasil dan perdagangan atau yang transaksinya didasari oleh adanya petukaran antara uang dengan barang\/jasa.<\/p>\n

    Masuknya unsur Islam (ekonomi syariah) dalam cita hukum ekonomi Indonesia, bukan berarti mengarahkan ekonomi nasional ke arah idiologi ekonomi agama tertentu, tetapi dikarenakan ekonomi syariah sudah lama hidup dan berkembang tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia.<\/p>\n

    Sistem ekonomi syari’ah adalah salah satu dari sistem- sistem ekonomi lainnya seperti kapitalisme dan sosialisme. Jimly Asshiddiqie menyatakan bahwa, kita tidak perlu terjebak dalam diskusi mengenai idiologi ekonomi.<\/p>\n

    Baik secara formal syar\u2019i maupun formal konstitiusi, Ekonomi Syariah memiliki landasan yang kuat. Secara formal syar\u2019i, keberadaan ekonomi Syariah mempunyai landasan dalil yang kuat. Dalam konteks negara, ekonomi Syariah mempunyai landasan konstitusional.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"

    Pecihitam.org- Bukan hanya Ekonomi syari’ah, hukum ekonomi Indonesia pun bercita-cita menggagas dan menyiapkan konsep hukum tentang kehidupan ekonomi. Kehidupan ekonomi yang diinginkan adalah kehidupan berbangsa dan bernegara yang rakyatnya memiliki kesejahteraan dan keadilan sosial, sebagaimana yang dicita-citakan Pancasila. Bertolak dari cita-cita tersebut, ke depan hukum ekonomi harus menunjukkan sifat yang akomodatif terhadap : Perwujudan masyarakat […]<\/p>\n","protected":false},"author":40,"featured_media":43279,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2215],"tags":[8544],"yoast_head":"\nJangan Salah Paham! Ekonomi Syari'ah Bukan Untuk Mengarahkan Ekonomi Nasional Pada Ideologi Agama - Pecihitam.org<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Masuknya ekonomi syari'ah dalam cita hukum ekonomi Indonesia, bukan berarti mengarahkan ekonomi nasional ke arah idiologi ekonomi agama tertentu\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.pecihitam.org\/maksud-ekonomi-syariah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Jangan Salah Paham! Ekonomi Syari'ah Bukan Untuk Mengarahkan Ekonomi Nasional Pada Ideologi Agama - Pecihitam.org\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Masuknya ekonomi syari'ah dalam cita hukum ekonomi Indonesia, bukan berarti mengarahkan ekonomi nasional ke arah idiologi ekonomi agama tertentu\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.pecihitam.org\/maksud-ekonomi-syariah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Pecihitam.org\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/newpecihitam\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-03-05T12:30:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2020-03-05T15:24:07+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.pecihitam.org\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Jangan-Salah-Paham-Ekonomi-Syariah-Bukan-Untuk-Mengarahkan-Ekonomi-Nasional-Pada-Ideologi-Agama-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"576\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Mochamad Ari Irawan\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Mochamad Ari Irawan\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.pecihitam.org\/maksud-ekonomi-syariah\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pecihitam.org\/maksud-ekonomi-syariah\/\"},\"author\":{\"name\":\"Mochamad Ari Irawan\",\"@id\":\"https:\/\/pecihitam.org\/#\/schema\/person\/702a05aedb4f0983d04b8eadc79bfe6d\"},\"headline\":\"Jangan Salah Paham! Ekonomi Syari’ah Bukan Untuk Mengarahkan Ekonomi Nasional Pada Ideologi Agama\",\"datePublished\":\"2020-03-05T12:30:00+00:00\",\"dateModified\":\"2020-03-05T15:24:07+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pecihitam.org\/maksud-ekonomi-syariah\/\"},\"wordCount\":610,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pecihitam.org\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pecihitam.org\/maksud-ekonomi-syariah\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.pecihitam.org\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Jangan-Salah-Paham-Ekonomi-Syariah-Bukan-Untuk-Mengarahkan-Ekonomi-Nasional-Pada-Ideologi-Agama-scaled.jpg\",\"keywords\":[\"ekonomi syariah\"],\"articleSection\":[\"Muamalah\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.pecihitam.org\/maksud-ekonomi-syariah\/\",\"url\":\"https:\/\/www.pecihitam.org\/maksud-ekonomi-syariah\/\",\"name\":\"Jangan Salah Paham! Ekonomi Syari'ah Bukan Untuk Mengarahkan Ekonomi Nasional Pada Ideologi Agama - Pecihitam.org\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pecihitam.org\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pecihitam.org\/maksud-ekonomi-syariah\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pecihitam.org\/maksud-ekonomi-syariah\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.pecihitam.org\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Jangan-Salah-Paham-Ekonomi-Syariah-Bukan-Untuk-Mengarahkan-Ekonomi-Nasional-Pada-Ideologi-Agama-scaled.jpg\",\"datePublished\":\"2020-03-05T12:30:00+00:00\",\"dateModified\":\"2020-03-05T15:24:07+00:00\",\"description\":\"Masuknya ekonomi syari'ah dalam cita hukum ekonomi Indonesia, bukan berarti mengarahkan ekonomi nasional ke arah idiologi ekonomi agama tertentu\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.pecihitam.org\/maksud-ekonomi-syariah\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.pecihitam.org\/maksud-ekonomi-syariah\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.pecihitam.org\/maksud-ekonomi-syariah\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.pecihitam.org\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Jangan-Salah-Paham-Ekonomi-Syariah-Bukan-Untuk-Mengarahkan-Ekonomi-Nasional-Pada-Ideologi-Agama-scaled.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.pecihitam.org\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Jangan-Salah-Paham-Ekonomi-Syariah-Bukan-Untuk-Mengarahkan-Ekonomi-Nasional-Pada-Ideologi-Agama-scaled.jpg\",\"width\":1024,\"height\":576,\"caption\":\"Jangan Salah Paham! Ekonomi Syari'ah Bukan Untuk Mengarahkan Ekonomi Nasional Pada Ideologi Agama\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.pecihitam.org\/maksud-ekonomi-syariah\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/pecihitam.org\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Jangan Salah Paham! Ekonomi Syari’ah Bukan Untuk Mengarahkan Ekonomi Nasional Pada Ideologi Agama\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/pecihitam.org\/#website\",\"url\":\"https:\/\/pecihitam.org\/\",\"name\":\"Pecihitam.org\",\"description\":\"Suara Islam Ahlussunnah wal Jamaah\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pecihitam.org\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/pecihitam.org\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/pecihitam.org\/#organization\",\"name\":\"Pecihitam.org\",\"url\":\"https:\/\/pecihitam.org\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/pecihitam.org\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/pecihitam.org\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Logo-Pecihitam.org_.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/pecihitam.org\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Logo-Pecihitam.org_.png\",\"width\":2401,\"height\":2401,\"caption\":\"Pecihitam.org\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pecihitam.org\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/newpecihitam\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/pecihitam_org\/\",\"https:\/\/id.pinterest.com\/pecihitam_org\/\",\"https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCVZO49u3U4iibd-X7MmqBcQ\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/pecihitam.org\/#\/schema\/person\/702a05aedb4f0983d04b8eadc79bfe6d\",\"name\":\"Mochamad Ari Irawan\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/pecihitam.org\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/02c81e13cfd65fa31cf5f11b1ea6751b?s=96&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/02c81e13cfd65fa31cf5f11b1ea6751b?s=96&r=g\",\"caption\":\"Mochamad Ari Irawan\"},\"description\":\"Alumni Pondok Pesantren Qomaruddin | Sarjana Hukum Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prodi Perbandingan Madzhab.\",\"url\":\"https:\/\/www.pecihitam.org\/author\/arirawan\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Jangan Salah Paham! Ekonomi Syari'ah Bukan Untuk Mengarahkan Ekonomi Nasional Pada Ideologi Agama - Pecihitam.org","description":"Masuknya ekonomi syari'ah dalam cita hukum ekonomi Indonesia, bukan berarti mengarahkan ekonomi nasional ke arah idiologi ekonomi agama tertentu","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.pecihitam.org\/maksud-ekonomi-syariah\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Jangan Salah Paham! Ekonomi Syari'ah Bukan Untuk Mengarahkan Ekonomi Nasional Pada Ideologi Agama - Pecihitam.org","og_description":"Masuknya ekonomi syari'ah dalam cita hukum ekonomi Indonesia, bukan berarti mengarahkan ekonomi nasional ke arah idiologi ekonomi agama tertentu","og_url":"https:\/\/www.pecihitam.org\/maksud-ekonomi-syariah\/","og_site_name":"Pecihitam.org","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/newpecihitam\/","article_published_time":"2020-03-05T12:30:00+00:00","article_modified_time":"2020-03-05T15:24:07+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":576,"url":"https:\/\/www.pecihitam.org\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Jangan-Salah-Paham-Ekonomi-Syariah-Bukan-Untuk-Mengarahkan-Ekonomi-Nasional-Pada-Ideologi-Agama-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Mochamad Ari Irawan","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Mochamad Ari Irawan","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.pecihitam.org\/maksud-ekonomi-syariah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.pecihitam.org\/maksud-ekonomi-syariah\/"},"author":{"name":"Mochamad Ari Irawan","@id":"https:\/\/pecihitam.org\/#\/schema\/person\/702a05aedb4f0983d04b8eadc79bfe6d"},"headline":"Jangan Salah Paham! Ekonomi Syari’ah Bukan Untuk Mengarahkan Ekonomi Nasional Pada Ideologi Agama","datePublished":"2020-03-05T12:30:00+00:00","dateModified":"2020-03-05T15:24:07+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.pecihitam.org\/maksud-ekonomi-syariah\/"},"wordCount":610,"publisher":{"@id":"https:\/\/pecihitam.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.pecihitam.org\/maksud-ekonomi-syariah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.pecihitam.org\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Jangan-Salah-Paham-Ekonomi-Syariah-Bukan-Untuk-Mengarahkan-Ekonomi-Nasional-Pada-Ideologi-Agama-scaled.jpg","keywords":["ekonomi syariah"],"articleSection":["Muamalah"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.pecihitam.org\/maksud-ekonomi-syariah\/","url":"https:\/\/www.pecihitam.org\/maksud-ekonomi-syariah\/","name":"Jangan Salah Paham! Ekonomi Syari'ah Bukan Untuk Mengarahkan Ekonomi Nasional Pada Ideologi Agama - Pecihitam.org","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pecihitam.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.pecihitam.org\/maksud-ekonomi-syariah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.pecihitam.org\/maksud-ekonomi-syariah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.pecihitam.org\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Jangan-Salah-Paham-Ekonomi-Syariah-Bukan-Untuk-Mengarahkan-Ekonomi-Nasional-Pada-Ideologi-Agama-scaled.jpg","datePublished":"2020-03-05T12:30:00+00:00","dateModified":"2020-03-05T15:24:07+00:00","description":"Masuknya ekonomi syari'ah dalam cita hukum ekonomi Indonesia, bukan berarti mengarahkan ekonomi nasional ke arah idiologi ekonomi agama tertentu","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.pecihitam.org\/maksud-ekonomi-syariah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.pecihitam.org\/maksud-ekonomi-syariah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.pecihitam.org\/maksud-ekonomi-syariah\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.pecihitam.org\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Jangan-Salah-Paham-Ekonomi-Syariah-Bukan-Untuk-Mengarahkan-Ekonomi-Nasional-Pada-Ideologi-Agama-scaled.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.pecihitam.org\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Jangan-Salah-Paham-Ekonomi-Syariah-Bukan-Untuk-Mengarahkan-Ekonomi-Nasional-Pada-Ideologi-Agama-scaled.jpg","width":1024,"height":576,"caption":"Jangan Salah Paham! Ekonomi Syari'ah Bukan Untuk Mengarahkan Ekonomi Nasional Pada Ideologi Agama"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.pecihitam.org\/maksud-ekonomi-syariah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/pecihitam.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Jangan Salah Paham! Ekonomi Syari’ah Bukan Untuk Mengarahkan Ekonomi Nasional Pada Ideologi Agama"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/pecihitam.org\/#website","url":"https:\/\/pecihitam.org\/","name":"Pecihitam.org","description":"Suara Islam Ahlussunnah wal Jamaah","publisher":{"@id":"https:\/\/pecihitam.org\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/pecihitam.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/pecihitam.org\/#organization","name":"Pecihitam.org","url":"https:\/\/pecihitam.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/pecihitam.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/pecihitam.org\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Logo-Pecihitam.org_.png","contentUrl":"https:\/\/pecihitam.org\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Logo-Pecihitam.org_.png","width":2401,"height":2401,"caption":"Pecihitam.org"},"image":{"@id":"https:\/\/pecihitam.org\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/newpecihitam\/","https:\/\/www.instagram.com\/pecihitam_org\/","https:\/\/id.pinterest.com\/pecihitam_org\/","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCVZO49u3U4iibd-X7MmqBcQ"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/pecihitam.org\/#\/schema\/person\/702a05aedb4f0983d04b8eadc79bfe6d","name":"Mochamad Ari Irawan","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/pecihitam.org\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/02c81e13cfd65fa31cf5f11b1ea6751b?s=96&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/02c81e13cfd65fa31cf5f11b1ea6751b?s=96&r=g","caption":"Mochamad Ari Irawan"},"description":"Alumni Pondok Pesantren Qomaruddin | Sarjana Hukum Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prodi Perbandingan Madzhab.","url":"https:\/\/www.pecihitam.org\/author\/arirawan\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.pecihitam.org\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42868"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.pecihitam.org\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.pecihitam.org\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pecihitam.org\/wp-json\/wp\/v2\/users\/40"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pecihitam.org\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42868"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.pecihitam.org\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42868\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pecihitam.org\/wp-json\/wp\/v2\/media\/43279"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.pecihitam.org\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42868"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pecihitam.org\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42868"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pecihitam.org\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42868"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}