Resah Karena Yel-yel Islam Yes Kafir No, PB Kopri Sarankan Guru Dibekali Modul Islam Wasathiyah

Pecihitam.org – Pengurus Besar Korps PMII Putri (PB Kopri) tanggapi soal kejadian tepuk pramuka ‘Islam yes, Kafir no’ oleh Salah satu Pembina Pramuka di Yogyakarta, pada Jumat (10/1), periseristiwa itu membuat resah beberapa pihak termasuk warganet sebab viral di medsos.

Menurut Ketua Bidang Pendidikan, Budaya dan Olahraga PB Kopri, Maya Muizatil Lutfillah, mengatakan sehaeusnya sudah tidak perlu lagi ada narasi-narasi yang menjurus pada retaknya kerukunan umat beragama seperti menyebut non-Muslim sebagai kafir atau mengklaim dirinya paling memiliki otoritas kebenaran.

Pihaknya juga memberikan saran agar tak membuat gaduh dan mewariskan intoleransi di kalangan pelajar harus ada komitmen yang kuat dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama untuk menanamkan niai-nilai islam wasathiyah kepada jutaan guru dan pembina Pramuka di Indonesia. 

“Cara paling sederhana untuk mengefesienkan program tersebut yakni dengan membuat modul Islam washatiyah khusus untuk guru. Bahkan bisa dibuat buku saku yang setiap harinya bisa dibaca oleh guru-guru tersebut,” kata Alumnus Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Dikutip dari media NU Online, Kamis (16/1). 

Ia menjelaskan, seorang tenaga pengajar atau pembina ekstrakulikuler harus melihat peserta didiknya, apakah dia TK, SD atau Mahasiswa di Perguruan Tinggi. Artinya, guru dianjurkan menyesuaikan bahan ajar dengan peserta didik yang akan menerima pelajaran. Jangan sampai, isu-isu yang seharusnya belum saatnya dikonsumsi oleh peserta didik justru malah diajarkan melalui ragam pendekatan. 

“Ini masalahnya, guru-guru kita terkadang tidak bisa membedakan mana pendekatan dia sebagai guru dan mana pendekatan dia sebagai pemeluk agama,” tandas Maya. 

Baca Juga:  Pulang dari Zona Merah, Pengasuh Pondok Pesantren di Wonogiri Positif Corona
Adi Riyadi