Lailatul Ijtima NU Sulsel; Ketua LTN NU Tolak Sawit

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan Gelar Lailatul Ijtima dan Rapat Pleno, Kamis 18 Agustus di Kediaman Ketua Tanfidziyah PWNU Sulsel, Jl. Skarda N. 2 No. 3.

Pada kegiatan ini dihadiri oleh Para Pengurus Tanfidziyah PWNU Sulawesi Selatan, para Pengurus Lembaga, para Pimpinan Wilayah Badan Otonom NU, dan Para Jamaah dan Jamiyyah NU Sulawesi Selatan.

Ketua LTN NU Sulawesi Selatan, Dr. Syamsurijal, M.Si memberikan masukan terkait dengan Program Perkelapasawitan yang akan masuk di Sulawesi Selatan untuk dikaji ulang.

“Yang penting dikaji baik baik adalah kebijakan ekstensifikasi atau perluasan lahan. Sebab yang diharapkan sekarang dalam pengelolaan sawit adalah intensifikasi atau peremajaan dengan tetap mempertimbangkan dampaknya pada lingkungan hidup.”

Baca Juga:  Pasukan Yaman Tembak Jatuh Drone Milik Arab Saudi

Selain itu, menurutnya Pengurus Wilayah lebih hati-hati terhadap program-program yang berkerjasama dengan Kementerian. “Program-program atau proyek-proyek strategis dari Kementerian yang dimasukkan ke PBNU, meskipun PBNU menerimanya tapi di tingkat Wilayah dan Cabang itu perlu mendiskusikannya sejauh mana maslahat yang akan diterima oleh masyarakat di situ. Ketika program itu kita terima jangan-jangan mudaratnya lebih banyak.”

Selanjutnya Syamsurijal juga menambahkan tentang keputusan Bahtsul Masail PBNU tentang fatwa haram alih fungsi lahan produktif.

“Problem perluasan lahan sawit ini menjadi persoalan lingkungan yang banyak dikritik dan juga yang paling banyak merasakan dampaknya adalah jamaah NU karena berubah menjadi lahan sawit. Di banyak tempat, banyak jama’ah NU yang dirugikan oleh perkebunan sawit ini,” tegas Syamsurijal.

Baca Juga:  Minta Doa Restu, Anggota Banser Ini Bakal Nikahi Wanita Mualaf Asal Jepang

Selanjutnya, Ketua Tanfidziyah PWNU Sulawesi Selatan menerima masukan. “Bahwa memang pengurus harus tetap mendiskusikan sebelum menerima program-program PBNU” Ungkap Anregurutta Dr. Hamzah Harun Al-Rasyid, MA.

Kegiatan ini ditutup dengan doa oleh Anregurutta Prof. Dr. KH. Najamuddin Abd. Safa, M.A selaku Rais Syuriah PWNU Sulawesi Selatan.