Donald Trump Sebut Pelaku Serangan Roket di Irak Belum Tentu Adalah Iran

Pecihitam.org – Soal kabar Iran yang disebut-sebut sebagai pelaku serangan ke pangkalan al-Taji di Irak belum bisa dipastikan oleh Presiden AS Donald Trump.

Dilansir dari Al-Jazeera lewat Liputan Islam, Jumat, 13 Maret 2020, kendati demikian Trump tetap menuding kelompok-kelompok sekutu Iran sebagai dalang serangan tersebut.

Berdasarkan laporan media-media Irak, sepuluh unit roket Katyusha menghantam pangkalan militer AS di al-Taji, utara Baghdad.

Dalam serangan roket tersebut, sebanyak 3 serdadu dikabarkan tewas dan 12 orang lainnya mengalami luka-luka.

Pihak AS mengklaim, serangan itu dilakukan Brigade Hizbullah Irak yang berafiliasi kepada al-Hashd al-Shaabi.

Namun, pernyataan AS tersebut dibantah Hizbullah Irak atau kelompok-kelompok al-Hashd al-Shaabi lainnya membantah tudingan AS.

Baca Juga:  Presiden Barham Salih Kutuk Serangan Udara AS di Wilayah Irak

Mereka mengatakan, ada kemungkinan serangan itu hanyalah sandiwara bikinin AS untuk dijadikan dalih menyerang basis-basis kelompok perlawanan Irak, seperti yang terjadi beberapa bulan lalu terhadap basis al-Hashd al-Shaabi di kawasan al-Qaim.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengecam serangan roket ke al-Taji dan menyatakan belasungkawa kepada keluarga mereka yang tewas.

Dikutip lewat media setempat, Mawazin News, Kemenlu Saudi mengaku mempertahankan sikapnya untuk memerangi radikalisme dan terorisme.

”Kami katakan kepada mereka yang terburu-buru mengecam (serangan roket ke al-Taji) dan menyatakan simpati kepada para penjahat, bahwa jika kalian menginvasi sebuah negara, membunuh para panglima tempurnya, membombardir tentara dan penjaga perbatasannya, dan para legislatornya menuntut kalian untuk angkat kaki, apakah kalian mengira ada yang mau membela kalian, atau mengizinkan kalian tetap berada di negara tersebut, sama seperti kalian mendukung para penjahat ini?” tulis pernyataan resmi Hizbullah Irak.

Baca Juga:  Sering Dicaci Maki Netizen, Ini Tanggapan Tengku Zul
Muhammad Fahri