Hari Santri 2019 Resmi Diluncurkan Menteri Agama Lukman Hakim

Hari Santri

Pecihitam.org – Hari Santri 2019 secara resmi diluncurkan Menteri Agama H Lukman Hakim Saifuddin dengan memukul gong lima kali di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis, 19 September 2019.

Dalam peluncuran tersebut, Menag Lukman didampingi Wakil Menteri Luar Negeri Abdurrahman M Fachir dan Direktur Pendidikan Islam Kamaruddin Amin.

Lukman dalam sambutannya mengungkapkan, Hari Santri diperingati sebagai bentuk pengakuan pemerintah terhadap jasa besar para santri yang telah membawa negeri ini menjadi merdeka seutuhnya.

“Penetapan hari santri wujud manifestasi bahwa negara memberikan pengakuan atas sumbangsih dan kontribusi itu,” kata Lukman, dikutip dari situs resmi NU, Jumat, 20 Oktober 2019.

Baca Juga:  Dari Resolusi Jihad hingga Hari Santri dan Fakta Sejarah yang Disembunyikan

 Menurutnya, hari santri saja tidak cukup sebagai sebuah bentuk penghargaan pemerintah atas kontribusi pesantren terhadap pembangunan dan pengembangan bangsa.

“Karenanya, pemerintah pada Kamis baru saja menetapkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pesantren pada tahap pertama,” ujar Lukman.

“Untuk sampai disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), RUU Pesantren akan dibahas kembali pada tahap kedua. Lalu, berlanjut ke tahap rapat paripurna DPR untuk ditetapkan sebagai sebuah Undang-Undang,” sambungnya.

RUU itu, kata Lukman, sebagai bentuk rekognisi pengakuan juga afirmasi kebijakan yang berpihak kepada pesantren.

“Sebab, negara tidak satupun mendirikan pesantren. Semua pesantren yang lahir di Indonesia dibidani oleh masyarakat sendiri. Karenanya, pemerintah perlu mengafirmasinya,” terang terang alumnus Pondok Pesantren Gontor ini.

Baca Juga:  Erdogan dan Putin Bertemu, Gencatan Senjata Diberlakukan di Suriah

“Sehingga pesantren tidak hanya mampu kita jaga, kita pelihara sebaik-baiknya, tapi juga kita rawat, kita kembangkan untuk masa-masa mendatang sehingga lalu kemudian pesantren tetap mampu merespon tantangan zaman sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi,” tambahnya.

Muhammad Fahri

Leave a Reply

Your email address will not be published.