Inilah Sebab Nabi Ibrahim Diberi Gelar Khalilullah

Inilah Sebab Nabi Ibrahim Diberi Gelar Khalilullah

Pecihitam.org – Nabi Ibrahim adalah salah satu Rasul yang mendapat gelar ulul azmi, yaitu rasul yang mempunyai kesabaran dan ketabahan tingkat tinggi dalam menjalankan misi dakwahnya. Jika kita melihat sejenak, rentetan kisah sejarah Nabi Ibrahim, kita akan mendapatkan pelajaran dari cobaan hidup dan komitmen untuk selalu taat kepada perintah Allah swt.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

                فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَابُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَاأَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

“Ketika ia (Ismail) sudah mencapai masa dewasa bersama (ayah)-nya (Ibrahim), Ibrahim pun berkata: Wahai anakku, sesungguhnya aku melihatmu di dalam mimpi bahwa aku sedang menyembelihmu, apa pendapatmu wahai anakku? (Ismail) pun berkata, “Ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan padamu. Dengan izin Allah, semoga kau mendapatiku sebagai golongan orang yang sabar” (Al-Shaffat: 102).

Inilah salah satu cobaan yang akan selalu dikenang umat muslim sedunia. Dimana ketika nabi Ibrahim memimpikan memiliki keturunan di usia tuanya, ia mendapatkan Ismail sebagai jawabannya. Ismail yang memiliki perangai sangat baik dan patuh kepada orang tuanya, disuruh mengorbankan dirinya bedasarkan perintah Allah swt.

Baca Juga:  Inilah Mukjizat Nabi Sulaiman AS dalam Al-Quran: Percakapan Nabi Sulaiman dan Seekor Burung

Melalui mimpi Nabi Ibrahim sebanyak tiga kali, Allah menyuruh Nabi Ibrahim agar menjadikan anaknya sebagai korban. Nabi Ibrahim kemudian menanyakan hal ini kepada anaknya, dan Nabi Ismail setuju karena hal itu datang dari Allah. Maka keduanya dengan taat menjalankan perintah yang Allah berikan.

Sebelumnya juga, pernah Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk membawa istri dan putranya (Isma’il) ke lembah tak bertuan lagi tandus. Beliau laksanakan perintah itu dengan penuh keyakinan dan tawakkal kepada Allah, sehingga Allah menunjukkan jalan keluar bagi keduanya, dan menurunkan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

Banyak hal yang dapat kita petik dari rentetan sejarah Nabi Ibrahim. Pertama, Nabi Ibrahim selalu mendahulukan perintah Allah daripada perintah lainnya.

Layaknya kepada seorang kekasih, Nabi Ibrahim selalu mendahulukan kepentingan Allah daripada yang lain. Hal ini tercermin ketika Nabi Ibrahim diperintah Allah untuk menyembelih anaknya sendiri, Ismail.

Baca Juga:  Kisah Sufi: Syaikh Kepala Ikan dan Nasehat Ibnu Arabi

Kemudian saat kelahiran Ismail pula, nabi Ibrahim taat saat diperintahkan untuk membawa istrinya beserta putranya ke lembah tak bertuan lagi tandus. Beliau melaksanakan perintah tersebut walaupun perintah itu berat. Beliau yakin bahwa Allah akan memberi jalan kepada hambaNya.

Kedua, Nabi Ibrahim selalu tawakal kepada Allah SWT. Pada zamannya, Nabi Ibrahim termasuk orang yang kaya raya. Pernah suatu ketika Nabi Ibrahim didatangi oleh Jibril yang ingin menguji dirinya.

Jibril yang menyamar sebagai seorang laki-laki, datang menemui Nabi Ibrahim. Jibril berkata, “Wahai tuan, saya sangat membutuhkan harta untuk memenuhi hidup saya.” Nabi Ibrahim lalu menjawab, “Silahkan ambil satu atau dua dari hewan ternak yang kumiliki.”

Jibril meminta tambahan,”Tapi itu masih belum cukup, Tuan.” Nabi Ibrahim menjawab, “Ambillah sepertiga yang kumiliki.” Jibril masih menguji keteguhan Nabi Ibrahim, “Itu juga belum cukup, Tuan.” Nabi Ibrahim pun dengan santai menjawab, “Ambillah semua ternak yang kumiliki.” Malaikat Jibril yang kagum akan sifat Nabi Ibrahim ini akhirnya mengaku bahwa ia adalah utusan Allah yang diperintahkan untuk menguji Nabi Ibrahim.

Baca Juga:  Karomah KH Bisri Musthofa, Meralat Tafsir al Ibriz Setelah Wafat

Ketiga, adalah keteguhannya untuk mengatasi argumen-argumen raja dan para ahli nujumnya tentang kesesatan apa yang mereka sembah. Nabi Ibrahim dimasa mudanya pernah berhadapan dengan Raja Namrud, seorang raja yang menyuruh rakyatnya menyembah berhala.

Nabi Ibrahim yang menolak ajakan tersebut, segera dibakar hidup-hidup disaksikan banyak orang. Atas bantuan Allah swt api yang menyala terasa dingin dan tidak membakar sama sekali tubuh Nabi Ibrahim. Oleh karena itulah, selain mendapat gelar ulul azmi, Nabi Ibrahim juga mendapat gelar khalilullah yang berarti kekasih Allah.

Muhammad Nur Faizi