Konsep dan Pengertian Jihad Dalam Tafsir Al-Misbah

Konsep dan Pengertian Jihad Dalam Tafsir Al-Misbah

PeciHitam.org – Jihad adalah salah satu tema besar yang ada dalam al-Quran. Jihad merupakan suatu perbuatan yang didasarkan dengan bersungguh-sungguh dalam setiap perbuatan yang dikerjakan dengan tujuan mengagungkan nama Allah. Lalu, sebenarnya bagaimanakah konsep dan pengertian jihad yang harus kita pahami?

Memang harus diakui bahwa salah satu bentuk jihad adalah perjuangan fisik (perang), tetapi ada jihad yang lebih besar daripada pertempuran fisik, sebagaimana sabda Nabi Muhammad. Ketika Nabi Muhammad baru pulang dari medan pertempuran. “Kita kembali dari jihad terkecil menuju jihad terbesar, yakni jihad melawan hawa nafsu.

Sungguh ironis jika jihad hanya ditafsirkan dengan bentuk perang dan yang berorientasi terhadap kekerasan. Pada dasarnya perang dalam bahasa arab adalah al-qital, ghazwah, al-ribat, dan sariyah, tidak hanya merujuk pada kata jihad.

Perang hanya dianggap mencakup aspek waktu suatu pelaksanaan yang disesuaikan dengan serangkaian formalitas sebagai bagian dari sistem hukum tertentu, atau perang ditujukan demi alasan-alasan yang dapat dipertanggung jawabkan menurut kaidah agama atau adat istiadat masyarakat tertentu.

Pemaknaan jihad dalam Tafsir al-Misbah mencerminkan pandangan penulisnya yang luas. Secara umum makna jihad dapat disimpulkan menjadi dua pemaknaan, yaitu: 1) mencurahkan segala kemampuan atau menanggung pengorbanan. 2) bersungguh-sungguh dalam melakukan sesuatu. Adapun pemaparan mengenai kedua makna jihad tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

Baca Juga:  Heboh, Anggota DPR Ini Dukung Khilafah dan Jihad Tetap Ada dalam Pelajaran Agama

Pertama, jihad bermakna mencurahkan segala kemampuan atau menanggung pengorbanan. Menurut Quraish Shihab dalam Tafsir al-Misbah, mengartikan jihad dengan makna mencurahkan seluruh kemampuan atau menanggung pengorbanan atau yang hampir semakna dengannya seperti mencurahkan segala yang dimilikinya sampai tercapai apa yang diharapkan.

Hal ini sesuai dengan intisari makna perjuangan dalam meraih sesuatu yang besar. Setiap perjuangan selalu membutuhkan pengorbanan. Seseorang yang berjuang ingin mendapatkan sesuatu yang diinginkan, akan mengorbankan sesuatu yang dimilikinya demi tercapai apa yang diinginkan.

Menurut Quraish Shihab dalam berjihad seseorang dituntut untuk mencurahkan kemampuan baik lahir maupun batin, fisik maupun mental, jiwa, harta dan raga. Mujahid diharuskan mencurahkan semua kemampuan dan totalitasnya, artinya mujahid tidak boleh setengah-setengah dalam berjihad menegakkan kalimat Allah.

Sebagaimana dalam menafsirkan QS. al-Hajj: 78 Quraish Shihab mengartikan, “Dan berjihadlah yakni curahkanlah semua kemampuan dan totalitas kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya.” Berjihad dengan mencurahkan segala kemampuan dan totalitas yang dimilikinya, berupa harta benda, tenaga dan pikiran, dll.

Baca Juga:  Syawalan: Tradisi Unik Setelah Idul Fitri yang Hanya Ada di Nusantara

Selain dalam beberapa surah di atas Quraish Shihab dalam menafsirkan jihad dengan makna mencurahkan segala kemampuan atau menanggung pengorbanan sebagaimana juga dapat di lihat pada QS. al-Nisa’: 95, QS. al-Tawbah: 79, QS. al-Ankabut: 6, QS. al-Ankabut: 69, QS. Luqman: 15, dan QS. Fatir: 42.

Kedua, jihad bermakna bersungguh-sungguh. Secara bahasa kata ja-ha-da pada dasarnya berarti sungguh-sungguh. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti juga sama dengan: tidak main-main, dengan segenap hati, dengan tekun, benar-benar.

Misalnya pada kalimat “pekerjaan itu dikerjakan dengan sungguh-sungguh”. Artinya seorang tersebut tidak main-main atau dengan segenap hati ia bekerja. Oleh karena itu seorang yang berjihad adalah orang yang bersungguh-sungguh dalam segala hal.

Menurut Quraish Shihab jihad berarti sungguh-sungguh sebagaimana dalam menafsirkan QS. Ali-Imran: 142. Hal yang sama juga terdapat dalam beberapa ayat seperti dalam QS. al-Tawbah: 79, QS. al-Taubah: 88, QS. Saff: 11, QS. al-Ankabut: 69, QS. Luqman: 15.

Baca Juga:  Sholawat Tibbil Qulub; Siapakah Penulis dan Apa Keutamaannya?

Segala aktivitas yang dilakukan dalam rangka meninggikan kalimat Allah yang disertai dengan kesungguhan dinamakan berjihad. Da’i dalam menyampaikan dakwahnya harus sungguh-sungguh agar mendapatkan hasil yang memuaskan; seorang mahasiswa harus bersungguh-sungguh dalam mengerjakan tugas-tugas kuliahnya agar mendapatkan hasil yang maksimal; Kedua aktivitas tersebut bila dikerjakan dengan ikhlas untuk mengharap ridha dari Allah semata disebut dengan berjihad.

Begitulah pandangan Quraish Shihab mengenai konsep dan pengertian jihad yang harus kita pahami sehingga tidak menimbulkan kesalah pahaman dan menimbulkan prilaku yang salah.

Mohammad Mufid Muwaffaq
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG