Inilah Manfaat Puasa Sebagai Terapi Kesehatan Rohani

manfaat terapi puasa

Pecihitam,org – Puasa, selain salah satu perintah yang wajib dilakukan oleh umat muslim di setiap bulan Ramadhan rupanya pun disunnahkan pada waktu waktu lain (Selain bulan ramadhan). Dan tentunya perintah ini tidak asal perintah, melainkan Allah swt memberikan hikmah, bahwasanya puasa sangat bermanfaat bagi manusia itu sendiri, terlebih dalam perihal kesehatan.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Maka tak heran jika beberapa ahli diluaran sana dalam mengobati pasiennya ialah dengan melakukan terapi puasa, dan kali ini kita akan membahas apa saja manfaat terapi puasa bagi kesehatan ruhani.

Point pertama yang perlu kita ketahui disini bahwa ada banyak penyakit yang memerlukan bentuk terapi, dan salah satunya ialah penyakit yang sering memunculkan kecemasan dan kekhawatiran yang kadang melanda pikiran kita sebagai manusia yang pada akhirnya memicu pada tingkat frustasi. Dari alur ini tentu sebagai penderita penyakit sangat mengidam idamkan ketenangan, tidak lebih!

Maka disinilah puasa hadir sebagai terapi guna dapat mengontrol pikiran dan hati kita yang berakhir pada ketenangan. Seperti yang dikatakan oleh Rasulullah saw., bahwasanya puasa dapat membawa kebaikan bagi tercapainya kesehatan jasmani maupun kesehatan ruhani. Maka wajar juga jika dikatakan bahwa puasa merupakan obat psikomatik karena dengan berpuasa maka akan memberikan rasa kebahagiaan tersendiri.

Baca Juga:  Pentingnya Menjaga Lisan dan Mengurangi Bicara yang Tak Perlu

Selain itu puasa pun dikatakan sebagai penyuntik yang mengisi kekuatan dan dorongan yang kuat kepada para hamba agar tetap bisa fokus melakukan Ibadah siang malam.

Sedangkan manfaat dari puasa yang sebagai terapi ruhani diantaranya ialah:

1. Melatih Sikap Ikhlas

Dalam ibadah apapun itu pastinya akan membutuhkan yang namanya keikhlasan, termasuk berpuasa. Karena jika saja kita melakukan ibadah atau semacam kebaikan yang hanya semata mata karena pujian orang lain, maka jelas ini hanya akan berakhir pada kesia siaan, tak ada perubahan besar yang bakal kita temui bahkan ini tidak akan berpengaruh pada diri kita sendiri.

Adapun ketika kita merasa ikhlas dalam berpuasa sekalipun keikhlasan itu hanya Allah yang tahu, paling tidak kita bisa merasakan bahwa dengan keikhlasanlah yang akan menghindari kita dari jebakan duniawi. Bahkan menyadari bahwa dengan berpuasa akan membuat kita untuk enggan melakukan sesuatu yang buruk terlebih jika itu hanya mengurangi nilai pahala puasa kita.

Maka tak salah jika orang orang yang berpuasa memang benar benar menyerahkan seluruh puasanya hanya kepada Allah, tidak kepada yang lain, dan ini tidak hanya berlaku pada ibadah puasa saja, melainkan ibadah apapun itu. Sebagaimana yang difirmankan Allah swt., yang termaktub dalam QS. al An’am [6]: 162

Baca Juga:  Makan dan Minum di Siang Hari Bulan Ramadhan, Apakah Wajib Kafarat?

Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.

2. Melatih Mengendalikan Nafsu

Yang membedakan puasa dengan ibadah lainnya yakni terletak pada hawa nafsu. Dan ini tidak bisa dianggap sebagai sesuatu yang sepele, karena hal ini tentunya berkaitan dengan ketenangan Bathin. Sebagai terapi Ruhani, puasa disini mendorong kita untuk membunuh nafsu buruk yang selama ini kita gunakan untuk melakukan Kedzaliman.

Sehingga ketika mungkin seseorang yang sudah terbiasa melakukan sesuatu yang buruk, maka secara spontan ketika dia ingin kembali bereaksi dan menyadari bahwa dirinya sedang berpuasa, maka secara perlahan akan mundur dan menghilangkan niat buruknya tersebut. Mengapa? Karena dia paham bahwa dengan melakukan keburukan, tentu rasa lapar dan haus yang ditahannya selama seharian hanya akan berakhir sia sia dan tidak bernilai pahala.

3. Mengobati Gairah Seksual yang Berlebih

Seperti yang disabdakan oleh Rasulullah saw., “Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barang siapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa dapat menekan Syahwatnya” (HR. Bukhari)

Baca Juga:  Mimpi Bertemu Nabi Muhammad, Adakah Riwayat Tentang Hal Ini dari Beliau?

Dari hadits diatas tentu sudah bisa kita simpulkan bahwasanya berpuasa akan mengontrol gairah seksual seseorang, padahal dalam dunia keseharian sendiri dalam mengatasi gairah seksual seseorang yang berlebihan sangatlah sulit. Dan disinilah Islam berdiri sebagai agama yang memang benar benar memberi solusi atas segala permasalahan yang ada.

Mungkin akan terbesit dalam hati tentang mengapa aktivitas puasa bisa mengatasi gairah seksual yng berlebihan? Jawabannya dalam penelitian ilmiah yakni dikarenakan produksi hormon seks hampir tidak ada selama berpuasa.

Sekiranya itulah manfaat puasa sebagai Terapi Ruhani, semoga bermanfaat! Wallahua’lam bisshawab.

Rosmawati